+
TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Pelecehan Seksual Mengancam Generasi di Tengah Pandemi



Di tengah negeri ini sedang serius menangani  wabah covid-19, kini digegerkan kembali dengan  penangkapan predator anak yaitu Francois Abello C, seorang paruh baya usia 65 th dari negara Prancis menggemparkan warga Jakarta, pasalnya menurut keterangan polisi, korban pelecehan seksual yang dilakukannya sudah mencapai 305 anak sejak dari tahun 2015. Korban rata-rata dirayu dengan menjadikan model dan uang 250 ribu hingga 1 juta. Kebanyakan dari mereka adalah anak jalanan (tempo.com 10/7/2020). Ditambah lagi ditemukan kasus 37 pasangan anak SMP pesta seks dihotel ( tribun-timur.com 10/07/2020). 

Menyedihkan, inilah potret generasi kita, kerusakan sudah melebar kemana-mana hingga dibawah umur remajapun tidak luput intaian. Seperti gunung es, yang terekspos hanya pucuknya saja, sedangkan yang bawah masih banyak. 

Sesungguhnya mereka adalah aset bangsa kedepannya yang seharusnya dijaga. Seperti kata pribahasa yang mengatakan bahwa tiang sebuah negara terdapat pada wanitanya. Jika wanita rusak maka rusaklah negeri itu. Atau bawakan aku 10 pemuda yang terbaik, maka akan aku goncangkan dunia. Ini bukan pemuda terbaik dan tidak hanya 10 yang rusak, maka apa yang terjadi? Tidak bisa dibayangkan kedepannya jika kerusakan generasi ini tidak ditangani dengan baik. 

Lengkaplah rasanya permasalahan negeri ini  diserang diberbagai lini mulai dengan Sumber daya alam yang dikeruk dan dijual ke para kapitalis yang serakah, para TKA yang mendominasi dan menguasai hampir diseluruh laini pekerjaan dalam negeri menggusur pribumi, dunia pertanian dihancurkan dengan impor yang besar-besaran dengan harga yang murah, ekonomi yang makin memburuk akibat sukanya penguasa negeri ini berhutang terus dengan alasan yang dibuat-buat, kini generasinya yang dirusak tidak hanya dengan 3 F nya ( food, fashion dan fun) tapi juga dengan pelecehan seksual dan perzinaan.

Jika sudah generasi ini rusak, apa yang bisa diharapkan dari masa depan negri ini? Ketidakpedulian dan ketidak seriusan penguasa negri ini untuk melindungi pemudanya dari ancaman kerusakan asing menjadi keprihatinan tersendiri.

Islam melindungi setiap generasinya baik pemuda-pemudinya dengan aturan interaksi dan pakaian. Dipenuhinya hak-hak mendapatkan ilmu secara gratis, bahkan yang membuat buku akan mendapatkan hadiah emas seberat buku yang dibuat. Dulu saat kepemimpinan khalifah Al Mu’tashim Billah bergerak cepat mengerahkan pasukannya ketika ada seorang perempuan berteriak ketika dilecehkan dipasar oleh orang romawi.

Hanya dengan Islam melalui syariahNya dalam naungan khilafahnya maka rahmat dan keberkahan itu akan turun. Perlindungan dan keadilan akan tegak karena ketakutannya hanya kepada Allah. 

Bukan seperti saat ini, kapitalis merusak seluruh tatanan hidup masyarakat. Dari hulu hingga hilir. Keserakahan dan ketidak adilan merajalela karena nafsu.[]

oleh : Sri Handayani

Posting Komentar

0 Komentar