Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, Hanya dengan Khilafah



Dunia sedang merintih kesakitan yang memuncak pasca wabah corona yang menghantam dunia. Tidak hanya sekedar sakit karena wabah corona, jeritan sosial pun meronta. Ekonomi dunia pun terjun bebas menuju kehancuran. Bahkan belum ada solusi yang mampu mengatasi krisis multidimensi tahun ini.

Pandemi Covid-19 telah mengubah dunia secara dramatis. Dari masalah kesehatan kemudian berkembang ke krisis ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan resesi saat ini lebih parah dari krisis-krisis sebelumnya.

Pada krisis 2009, pertumbuhan ekonomi global masih sebesar -0,1%. Satu dekade setelahnya, meningkat di angka 2,9%. Pandemi Covid-19 memukul perekonomian dunia, sehingga tahun ini diprediksi merosot ke -3%. 

Resesi tahun 2020 akan lebih parah karena sebagian negara akan menghadapi krisis berlapis. Persoalan tersebut ditengarai karena menurunnya aktivitas ekonomi karena pemberlakukan pembatasan sosial dan karantina wilayah.

Besar dan cepatnya keruntuhan aktivitas yang mengikuti belum pernah kita alami selama ini. Krisis ini berbeda, artinya adanya ketidakpastian dari dampak yang akan berimbas pada kehidupan dan mata pencaharian masyarakat,” ujar ekonom IMF Gita Gopinath pada Selasa (14/4/2020). (Sumber: Katadata.co.id, Rabu 29 April 2020)

Hanya karena makhluk kecil tak nampak mengakibatkan kelumpuhan tak berdaya di berbagai sektor kehidupan.

Padahal semua masalah pastilah ada solusinya, termasuk penyakit yang disebabkan oleh virus covid-19 ini.

Rasulullah Muhammad saw sudah menyampaikan tentang ini jauh sebelum wabah covid-19 melanda dunia, berikut redaksi haditsnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً ‏"

Artinya: Diceritakan Abu Hurairah, Rasulullah SAW mengatakan, "Tidak ada penyakit yang Allah SWT ciptakan, kecuali Allah SWT telah menciptakan obatnya." (HR Bukhari).

Hanya saja tak semua solusi atau cara untuk menghadapi wabah itu benar. Ada solusi yang justru menimbulkan masalah baru dan ada juga solusi yang benar-benar menuntaskan masalah tanpa mendatangkan masalah baru.

Solusi tuntas mengatasi wabah tanpa mendatangkan masalah hanya dari sang pemilik alam semesta, Dialah Allah swt.

Allah telah memberi petunjuk mengatasi wabah melalui RasulNya Muhammad saw sebagai suri teladan bagi umat manusia.

Rasul mencontohkan dalam mengatasi wabah penyakit menular dengan beberapa cara:
1. Memisahkan orang yang sakit dari orang yang sehat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ "‏ لاَ يُورِدُ الْمُمْرِضُ عَلَى الْمُصِحِّ ‏"

Artinya: Seperti diceritakan Abu Hurairah, Rasulullah SAW mengatakan, "Seseorang yang memiliki unta sakit jangan sampai membiarkan unta tersebut makan dan minum bersama unta yang sehat." (HR Ibnu Majah).

Onta yang notabene merupakan hewan saja diperhatikan sedemikian rupa, apalagi manusia. Tentulah manusia juga harus dipisahkan antara yang sakit dan yang sehat.

2. Karantina atau lock down.
Karantina dan isolasi yang dilakukan Nabi dituliskan dalam sebuah hadits sebagai berikut:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari).

3. Menjaga Kebersihan
Kebersihan bahkan menjadi sebagian dari iman seperti diceritakan Abu Malik at-Ash'ari.

قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ ‏.‏ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآنِ - أَوْ تَمْلأُ - مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا ‏"

Artinya: Rasulullah SAW berkata, "Kebersihan adalah sebagian dari iman dan Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah SWT) memenuhi timbangan, Subhanallah (Maha Suci Allah SWT) dan Alhamdulillah memenuhi celah antara dunia dan surga. Doa adalah petunjuk, amal adalah bukti keimanan, kemauan adalah cahaya, dan kitab suci Al-Qur'an adalah yang mendorong atau justru melawan kamu. Semua orang berusaha sebaik-baiknya sejak dini hari, yang kemudian bisa dilihat apakah meninggikan derajat atau justru merusaknya." (HR Muslim).

4. Beriman kepada qadha dan qadar
Beriman kepada qadha dan qadar ini akan mendatangkan sikap sabar saat menerima musibah dan tawakkal kepada Allah swt sepenuhnya.

Selain itu mengimani akan qadha dan qadar akan menjadikan manusia bersikap sesuai qadar/potensi permasalahan agar bisa diselesaikan tanpa mendatangkan masalah baru.

Contoh qadar pada virus covid-19 ini adalah pada penularannya yang begitu cepat.

Dari sini harusnya negara kita mengambil Islam sebagai solusi untuk mengatasi masalah wabah.

Mengisolasi siapa saja yang positif dan dibawa ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif hingga sehat.

Setelah yakin semua orang yang positive covid-19 sudah diisolasi, maka langkah berikutnya baru membuka masa karantina agar masyarakat yang tidak terinveksi bisa melakukan aktivitas secara normal.

Sekolah, Pasar, Rumah Sakit, Pariwisata akan berjalan dengan sendirinya, para pelakunya pun tidak was-was berada diluar, karena pemisahan orang-orang yang terinfeksi dan yang tidak sudah dilakukan oleh pemerintah secara menyeluruh.

Inilah mengapa Islam senantiasa mengatasi masalah tanpa memunculkan masalah baru, salah satunya karena Islam tidak membolehkan hutang riba yang membuat sengsara pemakan riba didunia dan diakhirat.

Sehingga negara Islam yakni Khilafah tak akan terjerat hutang yang akhirnya mendatangkan penjajahan. Termasuk penjajahan kebijakan ditengah wabah.

Sudah saatnya negeri ini bisa mengatasi masalah tanpa memunculkan masalah baru hanya dengan tegaknya Khilafah, dan dengannya negeri ini mampu memimpin dunia.[]

Oleh HeniTrinawati, S. Si.
Aktivis Dakwah Islam

Posting Komentar

0 Komentar