TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Mengajarkan Bersuci kepada Buah Hati Kala Pandemi


Nampaknya Wabah covid-19 hingga hari ini belum juga sirna. Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada 51.427 kasus positif Covid-19 di Indonesia per Jumat (26/6/2020). Sebanyak 27.441 pasien dalam perawatan, 21.333 pasien dinyatakan sembuh, dan 2.683 orang meninggal.

Anak berusia 0-5 tahun yang dinyatakan positif Covid-19 sebesar 2,3 persen, dirawat 2,3 persen, sembuh 2,3 persen, dan meninggal 1 persen. Adapun di kelompok usia 6-17 tahun, jumlah pasien positif 5,7 persen, dirawat 6,2 persen, sembuh 5,6 persen, dan meninggal 0,6 persen.

Anggota Satuan Gugus Tugas Covid-19 IDAI, Anggaraini Alam, mengatakan, anak tidak kebal terhadap Covid-19. Potensi anak terpapar Covid-19 sama besarnya dengan orang dewasa. (https://bebas.kompas.id/baca/bebas-akses/2020/06/26/pandemi-belum-selesai-perlindungan-pada-anak-tidak-boleh-kendur/)

Berbagai macam protokoler kesehatan sudah diupayakan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, sosial distansing, PSBB, penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum dan lain sebagainya. Namun wabah covid-19 belum reda. Apalagi setelah kebijakan new normal, jumlah kasus positif covid-19 terus bertambah.

Adanya wabah covid-19 menyadarkan kepada kita pentingny menjaga kesehatan dan kebersihan. Hal ini sudah di ajarkan di dalam agama Islam. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Kesucian itu separuh dari keimanan."

Pada riwayat lain seperti dikutip dari Kitab Ihya' Ulumiddin karya Imam Al Ghazali, Aisyah Radhiallahu Anha menyebutkan bahwa Rasulullah pernah bersabda,
" Bersucilah kalian, karena Islam itu bersih."

Pada buku-buku fiqih, bab thaharah berada di bagian pertama. Thaharah adalah syarat sah ibadah. Bersuci dengan cara berwudhu, tayamum dan mandi sudah ada dalam Islam. Media yang digunakan bersuci adalah air, batu dan tanah (debu).

Thaharah sangat penting dalam keseharian umat Islam. Sehingga dengan adanya wabah covid-19 ini seharusnya menjadi momentum untuk belajar bersuci tidak terkecuali untuk buah hati. Dikarenakan potensi anak terpapar covid-19 juga cukup besar.

Masa kanak-kanak adalah masa yang aktif. Dunia anak adalah dunia eksplorasi. Belajar dan bermain anak mengharuskan mereka banyak menyentuh benda-benda. Mulai dari mainan, pasir, daun, bunga, dan segala macam barang. Sehingga mereka rawan terpapar bakteri dan virus. 

Mengajari anak-anak bersuci bisa dimulai dengan belajar mencuci tangan dengan sabun. Belajar berwudhu dengan tertib. Mengajari mereka mandi sendiri. Memakai sandal bila main keluar rumah. Serta tatacara beristinja' dari kotoran. 

Menggosok gigi juga di sunnahkan. Diriwayatkan dari Aisyah ra istri Rasulullah SAW, mengatakan "Siwak (yang digunakan untuk menyikat gigi) dapat membersihkan dan mensucikan mulut sehingga disenangi Allah SWT." (An-Nasa'i dan Ibn Khuzaimah, disahkan oleh Al-Albani).

Macam-macam najis juga perlu dikenalkan pada anak-anak. Supaya mereka terbiasa dengan kondisi yang suci. Hal ini dilakukan agar anak menghindari hal-hal yang najis.

Selain itu orangtua juga memberikan tauladan dan membiasakan anak-anak menjaga kebersihan saat terjadi wabah ataupun tidak. Supaya terbentuk pola kepribadian Islami pada anak. Pribadi yang bersih dan suci.

Semoga dengan mengajarkan anak tentang bersuci, kita mendapat pahala. Juga agar mereka terhindar dari penyakit dan wabah. Serta anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat dan bertakwa. Aset masa depan peradaban Islam Kaffah. (Wallahu a'lam bi ash-showab).[]

oleh Ummu Salamah
Praktisi Pendidikan dan Pengasuh MT Al-Munawaroh

Posting Komentar

0 Komentar