TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Khilafah yang Dirindukan Umat



Narasi khilafah yang 'menakutkan' terus dihembuskan oleh musuh-musuh Islam. Mereka memfitnah khilafah adalah bagian dari ajaran ormas atau kelompok tertentu. Tudingan khilafah ala HTI atau khilafah ala ISIS terus dijejalkan di tengah-tengah umat agar umat merasa takut dengan khilafah. Padahal jika dicermati lebih dalam, khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam. 

Khilafah didefinisikan sebagai sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di seluruh dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke penjuru dunia. Orang yang memimpinnya disebut Khalifah, dapat juga disebut Imam atau Amirul Mukminin. 

Sistem Pemerintahan Islam atau Khilafah berbeda dengan semua bentuk sistem pemerintahan yang ada di seluruh dunia. Perbedaan itu meliputi asas yang mendasarinya, pemikiran, pemahaman, maqayis (standar), dan hukum-hukum yang digunakan untuk mengatur berbagai urusan, juga konstitusi dan undang-undang yang dilegislasi untuk diimplementasikan dan diterapkan, serta bentuk negara yang mencerminkan Daulah Islam atau Negara Islam.

Kebingungan umat Islam dalam memahami Negara Islam menjadi PR bagi pengemban dakwah untuk menjelaskan kepada umat. Umat perlu mendapatkan penjelasan tentang negara Islam seperti apa yang seharusnya menjadi cita-cita umat, negara Islam yang bagaimana yang seharusnya dirindukan oleh seluruh umat Islam.

Apakah negara yang berbentuk republik seperti Indonesia ataukah negara yang berbentuk kerajaan seperti Arab Saudi itu layak disebut sebagai Daulah Islam? Hanya karena mayoritas penduduknya beragama Islam? Tentu saja tidak.

Daulah Islam bukan terdiri dari banyak negara seperti saat ini, bukan negara sembarang negara, bukan sebuah negara yang diberi sebutan Islam namun tidak berhukum dengan hukum Islam, bukan pula sebuah negara yang dinamakan Islam dan berhukum dengan undang-undang Islam tanpa mengemban Islam sebagai qiyadah fikriyah atau kepemimpinan ideologis.

Daulah Islam adalah negara yang satu di seluruh dunia Islam. Negara yang akan melanjutkan kehidupan Islam, yang terpancar dari akidah sekaligus menerapkan Islam di tengah-tengah masyarakat. Negara yang akan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Daulah Islam adalah sebuah kenyataan dan bukanlah khayalan. Sebab telah terbukti memenuhi pentas sejarah selama 13 abad. Keberadaan Daulah Islam merupakan sebuah kenyataan di masa lalu dan akan menjadi kenyataan pula di masa depan. Sebab, faktor-faktor yang mendukung keberadaannya jauh lebih kuat untuk diingkari oleh jaman atau lebih kuat untuk ditentang.

Saat ini telah banyak orang-orang yang berpikiran cemerlang. Mereka itu adalah bagian umat Islam yang sangat haus akan kejayaan Islam.

Daulah Islam bukan sekadar harapan yang dipengaruhi hawa nafsu, tetapi kewajiban yang telah Allah tetapkan kepada kaum Muslim. Allah memerintahkan mereka untuk menegakkannya dan mengancam mereka dengan siksa-Nya jika mengabaikan pelaksanaannya. 

Bagaimana mereka mengharapkan ridha Allah, sementara kemuliaan di negeri mereka bukan milik Allah, Rasul-Nya, dan kaum Muslim? 

Bagaimana mereka akan selamat dari siksa-Nya, sementara mereka tidak menegakkan negara yang mempersiapkan pasukan, menjaga daerah-daerah perbatasan, melaksanakan hudud Allah dan menerapkan pemerintahan dengan segala hal yang telah Allah turunkan?

Karena itu, wajib atas kaum Muslim menegakkan Daulah Islam, sebab Islam tidak akan terwujud dengan bentuk yang berpengaruh kecuali dengan adanya negara. Demikian juga, negeri-negeri mereka tidak dapat dianggap sebagai Negara Islam kecuali jika Daulah Islam yang menjalankan roda pemerintahannya.

Daulah Islam semacam ini, bukan sesuatu yang mudah untuk diwujudkan dengan sekadar mengangkat para menteri baik dari individu atau partai lalu mereka menjadi bagian dalam struktur pemerintahan. 

Sesungguhnya jalan menuju tegaknya Daulah Islam dihampari onak dan duri, penuh dengan berbagai resiko, dan kesulitan. Belum lagi adanya tsaqafah non-Islam, yang akan menyulitkan, adanya
pemikiran dangkal yang akan menjadi penghalang, dan pemerintahan yang tunduk pada Barat, yang membahayakan.

Sesungguhnya orang-orang yang meniti jalan dakwah Islam untuk mewujudkan Daulah Islam, mereka lakukan itu untuk meraih pemerintahan, yang akan mereka gunakan sebagai thariqah dalam melanjutkan kehidupan Islam di negeri-negeri Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. 

Karena itu, mereka tidak akan menerima pemerintahan parsial, meskipun banyak hal yang menggodanya. Mereka juga tidak akan menerima pemerintahan yang sempurna, kecuali jika memberi peluang untuk menerapkan Islam secara revolusioner.

Itulah Daulah Islam yang kehadirannya dirindukan oleh seluruh umat Islam. Daulah Islam yang akan menjadi pelindung dan pemelihara urusan umat. Daulah Islam yang kemunculannya begitu ditakuti oleh musuh-musuh Islam.[]


Oleh: Achmad Mu'it
Analis Politik Islam

Referensi:

Taqiyuddin An Nabhani, Ad Daulah Al Islamiyah, 2002

Posting Komentar

0 Komentar