TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kembalinya Hagia Sophia dan Spirit Persatuan Umat



Umat Islam saat ini menderita sakit kronis  puluhan tahun menangis meronta membutuhkan obat mujarab agar bisa sembuh. Masalah terus menimpa dibelahan bumi yang berpenduduk Muslim  karena runtuhnya khilafah Turki Ustmani 3 Maret 1924.

Paham kapitalisme, yang memiliki visi menjauhkan agama dalam kehidupan (Sekulerisme) dan Nasionalisme sebelumnya telah dihembuskan Mustafa Kemal Ataturk, merupakan bagian dari kafir Yahudi Dunamah yang menjadi pionir kehancuran khilafah Turki Ustmani.

Ketika itu Sultan Hamid ll bagaikan diterpa badai topan yang begitu hebatnya menerjang Daulah yang dipimpinnya, setelah pemberontakan-pemberontakan terjadi, yang pada akhirnya melemahkan kedaulatan Turki Ustmani.

Mabda (ideologi) kapitalisme berkembang pesat karena imperialisme Negara Barat ke negara muslim termasuk  Indonesia . Turki Utsmani ketika masih berjaya, nusantara termasuk wilayah Daulah . Banyak  bukti sejarah yang membenarkan jejak Daulah Islam di Indonesia. Akan tetapi juga merasakan pahitnya runtuhan kejayaan Islam dimana Indonesia dijajah selama kurang lebih 350 tahun.

Ideologi kapitalisme yang disebarkan telah cacat sejak lahir. Dari segi akidah, walaupun mengakui eksistensi Tuhan . Visi sekulerisme inilah yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, karena kehidupan dipisahkan dari aturan agama.

Apalagi dalam sistem ekonomi kapitalis yang membuka peluang jeratan hutang yang tidak ada habisnya , Investasi terbuka lebar bahkan sampai diobral untuk asing aseng . Sangat mengkhawatirkan jika Negara tidak bisa mengembalikan hutang tersebut maka akan mengancam kedaulatan negara. 

Benarkah anggota dewan yang duduk dikursi pemerintahan bekerja keras untuk kepentingan rakyat? ketika rakyat menyuarakan kritik kenapa dibungkam dan dianggap itu sebuah makar? Aggota dewan bekerja keras untuk siapa? untuk mewujudkan keinginan para Kapital atau keinginan rakyat?

Kompromi adalah hal biasa, ketika terjadi kasus mal praktek demokrasi seperti korupsi, kolusi, nepotisme adalah bukti dan fakta dari sistem pemerintah yang tidak adil . Ketidakkonsistenan penegak hukum dalam menangani kasus besar yang merugikan negara, juga sedikit yang terselesaikan dengan tuntas.  Alih-alih membuat jera , justru pejabat negara banyak yang terciduk sebagai white collar crime.

Ditengah-tengah bobroknya system kapitalisme ada angin segar dengan kembalinya Hagia Sophia menjadi  Masjid.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan mulai hari  Jumat (10/7), akan memfungsikan kembali Hagia Sophia yang berada di Istanbul menjadi masjid.

Seperti dilansir AFP, pengumuman Erdogan disampaikan setelah Majelis Negara Turki mengumumkan membatalkan keputusan kabinet pada 1934 dan kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid.(cnnindonesia.com 10/07/2020 )

Kembalinya Hagia Sophia sebagai masjid telah mengingatkan perjuangan panjang umat Islam dalam menakhlukkan Konstantinopel. Mujahid-mujahid gugur di medan perang untuk merealisasikan bisyaroh Rosullulah saw.

Muhammad Al Fatih sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan telah membayarkan , penakhlukannya  membuktikan  kebenaran hadist Rosulullah saw.

“Sesungguhnya akan dibuka Kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.” (HR. Imam Ahmad 4/235, Bukhori 139).

Ingat masih ada Kota Roma yang menanti umat muslim untuk dibebaskan. Jadi inilah momen kita untuk mengokohkan persatuan umat,  dengan mengembalikan spirit perjuangan untuk tegaknya Daulah khilafah Islamiyah yang kedua diatas manhaj kenabian.

Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Roma?’ Rasul menjawab, ‘Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.’ Yaitu: Konstantinopel’.” (HR. Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)

Hadits diatas menjadi penyemangat para pengemban dakwah syariah kaffah untuk tegaknya hukum Allah dimuka bumi ini. Berjuang tanpa henti berdoa dan sabar dengan mengharap  ridhoNya . Tawakal kepada sang khaliq pencipta alam semesta , yang akan menjadi  buah manis di JannahNya aamiin.[]

Oleh Amahmuna
Sahabat Muslimah Kendal

Posting Komentar

0 Komentar