TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kebodohan dalam Agama dan Benturan Peradaban Pada Opini Kue Klepon Tidak Islami



Kue Klepon mendadak viral setelah adanya postingan gambar dengan tulisan yang menyebutkan bahwa kue klepon ini tidak islami kemudian membandingkan dengan kurma yang katanya Islami. Kue klepon merupakan kue tradisional dengan rasa yang memiliki dualisme di mana bagian luarnya gurih oleh parutan kelapa, namun dalamnya manis oleh gula aren.

Secara hukum Islam kue klepon ataupun kue yang lainnya dipandang sebagai hukum atas benda. Kaidah “al-ashlu fil asy-yaa’i al-ibaahatu maa lam yarid daliilut tahriim” hukum asal dari segala benda adalah boleh, selama tidak ada dalil yang mengharamkan, adalah kaidah sudah cukup memahami hukum kue ini tanpa istinbat hukum yang khusus. Kalau kita lihat bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue klepon ini merupakan bahan yang halal. Semua kaum muslimin di Indonesia sudah memahami hal ini, sehingga sebenarnya ada maksud lain dari pernyataan ini.

Jika dianalisis narasi-narsi di unggahan ‘kue klepon tidak islami’ memang sudah disetting sedemikian rupa, dari pemilihan kata atau diksi dan dengan diksi ini diarah ke opini dan tanggapan yang akan berkembang. 

Ditambah pada akhir kalimat juga tertulis, “membeli jajanan Islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami’, ini memancing kegaduhan. Ini seperti membandingkan dan membenturkan dua benda yang halal ini, seolah klepon buatan kebudayaan nasional itu jajanan tidak Islami dan kurma yang merupkan produk khas tanah Arab merupakan jajanan Islami.

Seolah-olah klepon mewakili budaya nasional melawan kurma mewakili budaya Islam. Padahal klepon, kurma dan makanan lain ketika terbukti halal maka sudah sesuai dengan Islam. Jadi narasi ini memang menunjukkan kebodohan dan menunjukkan kebencian kepada Islam.

Narasi ini secara politik terkesan hanya menyindir pihak Islam dan dibuat dengan tujuan memancing kegaduhan di medsos dan dunia nyata. Terlihat ada tujuan politik dan ideologis yang terkesan pada seluruh narasi. Padahal di pihak Islam narasi ini menunjukkan kebodohan jika ada yang memahami seperti itu.

Ketika menelusuri maksud unggahan dengan mencari akun yang bernama, Abu Ikhwan Aziz, satu nama yang tercantum pada unggahan tersebut juga tidak membuahkan hasil karena tidak ditemukan nama tersebut. Nama ini diduga hanya nama fiksi yang tidak mau bertanggung jawab atas perilakukanya.

Setelah mencari klarifikasi dan kebenaran siapa ini dan maksudnya seperti apa, kita akan memahami adanya kelompok sama yang membuat sendiri sebuah postingan kontrovesi, lalu meramaikan sendiri dan menggorengnya sendiri kemudian meminta klarifikasi dari pihak tertuduh dalam kontroversi tersebut, sebagaimana kejadian-kejadian sebelumnya.

Kemunduran Umat Islam dan Ketiadaan Penjaga Islam

Keberanian musuh Islam dalam menyindir dan menghina baik ajarannya dan Nabinya tidak sebesar ketika penjaga Islam Al-Khilafah masih ada. 

Dan pemahaman Islam kaum muslimin juga tidak separah seperti zaman ini. Diantara mereka banyak yang terkecoh dengan opini dan membela para penyindir. Bahkan ada yang mengolok-olok ajaran Islam karena kemunafikan dan kebodohan mereka. Inilah zaman kemunduran kaum muslim yang terus diupayakan untuk dibangkitkan. 

Memang kemunduran dunia Islam ini dapat kita kembalikan pada lemahnya pemahaman umat terhadap Islam, yang merasuk ke dalam pikiran kaum Muslim. Ini diawali dengan diremehkannya bahasa Arab dalam peranannya untuk memahami Islam, sehingga seolah kekuatan yang dimiliki bahasa Arab terpisah dengan kekuatan Islam.

Memandang  tidak penting bahasa Arab akan menghilangkan pentingnya potensi ijtihad karena ijtihad tidak mungkin dilaksanakan tanpa bahasa Arab. Kedudukan ijtihad itu sendiri sangat penting bagi umat Islam, karenanya umat akan memperoleh solusi atas masalah kehidupan yang terus berubah.

Secara eksternal musuh-musuh Islam juga memang telah menggunakan berbagai macam cara untuk melemahkan dan menghancurkan cahaya Islam di dunia. Akan tetapi Allah swt akan menyempurnakan cahayanya walaupun orang-orang kafir tidak senang. Allah swt berfirman:

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. [QS As Shoff : 8]

Ditambah lagi genderang perang pemikiran sudah menjadi perang utama dalam pertempuran antara haq dan bathil pada zaman ini. Sehingga pemahaman akan Islam sebagai ideologi harus menajadi arus utama dalam membangkitkan Islam dan kaum Muslimin.

Cara berfikir mencerminkan perilaku kaum muslimin saat ini, umat Islam tidak lagi mencerminkan cara berfikir yang islami, sehinga perilaku umat Islam pun seolah tidak memiliki perilaku yang islami. Sebagai jalan keluar dari semua itu adalah mengembalikan seluruh permasalahan kepada Islam dan meningkatkan pemaham umat dengan pemikiran Islam. Sebagaimana perkataan imam malik rahimahullah :

لَنْ يَصْلُحَ آخِرَ هَذِهِ الْأُمَّة إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا

“Generasi akhir ummat ini tidak akan benar (kembali jaya), kecuali dengan apa-apa yang telah mengantarkan kepada benar (kejayaan) generasi awal”

Benturan Peradaban akan Selalu Terjadi Sampai Kebenaran akan Menang

Narasi ‘kue klepon tidak islami’ sudah dibentuk sedemikian rupa, untuk mengolok-olok Syariat Islam yang memang sekarang sedang menjadi model baru dari sistem masyarakat, seperti bank syariah dll. Sehingga dengan jelas bahwa ini ketidaksukaan tentang peningkatan fenomena syariah ini.

Sebelumnya juga kecenderungan Islam menuju kepada persatuan, hal ini juga tidak disukai oleh musuh Islam. Rentetan kejadian semisal ini akan sering ada kedepan sehingga akan menunjukan adanya potensi benturan pemikiran dan peradaban di setiap narasi politik dan ideologi.

Slogan "Benturan Peradaban" (The clash of Civilisation) dimana salah satu ilmuwan penting  yang  memperkenalkannya adalah Samuel Huntington. Dalam salah satu buku besar karyanya, The Clash of Civilization and The Remaking of World Order, Huntington menyatakan bahwa antar peradaban akan mengalami benturan dan saling bertabrakan satu sama lain. Terutama peradaban Barat dan Islam. Barat yang berideologi kapitalis-liberalisme akan vis a vis dan saling bertentangan dengan peradaban lain, khususnya Islam.

Konsep benturan peradaban di sisi Islam disampaikan oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum rahimahullah dalam kitab berjudul “Khatmiyatu Shira'il Hadhorot” yang berisi tentang keniscayaan benturan peradaban.

Benturan peradaban pemikiran Islam dengan ideologi kapitalisme-liberalisme, komunisme dan pemikiran lain merupakan sebuah kepastian yang sudah nyata. Setiap ideologi memiliki potensi terjadi benturan baik dari dasar pemikiran masing-masing ataupun cabangnya. 

Seperti Keyakinan Dasar (Aqidah) Islam dengan kapitaslime sangat berbeda, kapitasme memiliki dasar pemikiran sekulerisme yakni memisahkan agama dari kehidupan, sedangkan Islam memiliki Aqidah Islam yang menjadi dasar dan mengharuskan semua kehidupan menyatu dengan Islam dan menghukuminya. Perbedaan apalagi sangat kentara jika dilihat dari cabangnya, sehingga potensi benturan dari sebuah pemikiran aktif ini akan terjadi.

Berikut ayat Al-Qur’an yang menceritakan tentang adanya pertarungan abadi antara Iman melawan kekafiran. Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

"Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.” (Surah an-Nisa [4]: 76).

Setiap Muslim harus selalu menyadari kandungan ayat ini. Selama ini orang-orang kafir begitu bergairah menabuh genderang perang khususnya perang pemikiran melawan umat Islam. Mereka bersemangat dan bersabar melakukan keburukan dan kemaksiatan.

Umat Islam juga harus aktif menyerang kebobrokan pemikiran barat dan menolak pemikiran yang tidak sesuai dengan Islam.
Sehingga benturan antara haq dan bathil akan terjadi sampai hari kiamat, sampai hak menang dan kebatilan hancur.

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

"Dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.' (QS.al-Isra’ :81)

Sudah menjadi kenyataan umat pada zaman ini penuh dengan keterbelakangan, kekalahan dan ketergantungan. Namun potensi umat Islam untuk bangkit bersatu menjadi pemimpin dan Islam menjadi pemikiran yang menguasai di dunia sudah dekat.

Benturan peradaban dan kemenangan Islam akan menjadi salah satu bukti terbesar dan paling kuat atas kebenaran agama ini, InsyaAllah, selamatnya Islam dari penyelewengan pemikiran lain,  kesempurnaannya serta keindahannya. Maka bersyukurlah kepada Allah bagi orang yang selalu diberi hidayah dan petunjuk kedalam jalan yang benar ini, dan berdoa agar diberi hidayah ke jalan yang lurus dan semoga menjadi bagian orang-orang yang dimenangkan oleh Allah swt.  Wa Allahu A’lam.[]


Oleh : Taofik Andi Rachman, M.Pd.

Posting Komentar

0 Komentar