Kaum Pelangi Makin Berkibar, Aksi Boikot Digelar



Pelangi - pelangi alangkah indahmu. 
Merah kuning hijau, dilangit yang biru. 
Pelukismu agung, siapa gerangan. 
Pelangi-pelangi, ciptaan tuhan. 

Sepenggal lirik lagu ini seringkali dinyanyikan oleh anak anak.Nadanya yang ceria memang pas untuk anak anak usia sekolah PAUD ataupun TK. Meski liriknya singkat namun sangat mengandung arti yang mudah dipahami oleh anak-anak. 

Pelangi tercipta akibat cahaya matahari yang melewati rintik-rintik air di udara dan melewati proses pembiasan. Indahnya warna warni pelangi biasanya akan bisa kita lihat sesaat setelah hujan.Bias warna-warni cantiknya biasanya membentuk setengah lingkaran.

Namun mirisnya,saat ini terjadi penyimpangan terhadap lambang pelangi.Bendera Pelangi adalah bendera lambang LGBT (Lesbian, Gay,  Biseksual dan Transgender/Transeksual) sudah digunakan sejak tahun 1970an. Warna-warnanya mencerminkan keragaman dalam komunitas LGBT. Bendera ini diciptakan di California tapi kini digunakan di seluruh penjuru dunia.

Bendera Pelangi dirancang oleh Gilbert Baker asal San Francisco di tahun 1978 dengan enam garis mewakili enam warna pelangi sebagai simbol kebanggaan masyarakat gay. Bendera itu pertama kali dikibarkan dalam parade gay San Francisco pada tanggal 25 Juni 1978. Menurut kabar, Gilbert terinspirasi oleh lagu Judy Garland (ikon gay) berjudul Over The Rainbow.

Baru- baru ini ramai pemberitaan perusahaan Unilever mendeklarasikan dirinya sebagai pendukung komunitas lesbian gay bisrksual dan transjender. 

Selain menampilkan logo Unilever dalam corak pelangi pada postingannya. Unilever Global juga menegaskan 3 poin dalam aksi dukungannya untuk komunitas ini. 

Pertama, Unilever Global ikut menandatangani Deklarasi Amsterdam untuk memastikan semua orang di Unilever memiliki akses ke tempat kerja yang benar-benar inklusif.

Kedua, Unilever Global akan bertindak Open For Business untuk menunjukkan bahwa bisnis kami termasuk koalisi global inklusif. Keragaman kita sebagai manusia adalah yang membuat kita lebih kuat. 

Ketiga, Unilever juga bakal meminta Stonewall untuk mengaudit kebijakan mereka dan mengukur bagaimana mereka dapat melangkah dalam tindakannya.(Hops.id, 26/6/2020).

Terkait fakta diatas. Banyak pihak termasuk MUI menyerukan untuk memboikot produk-produk Unilever. Apakah langkah ini efektif. Untuk solusi jangka pendek, mungkin iya. Tapi butuh kepada solusi jangka panjang. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ini bukanlah kali pertama masyarakat menyerukan boikot produk tertentu untuk sebuah solusi.

Sebenarnya bukan hanya Unilever yang mendukung gerakan LGBT. Ada 20 perusahaan yang turut serta berkomitmen mendukung kampanye pro LGBT di kancah global. 

Di antaranya Apple Inc, Microsoft Corp,Google, Walt Disney, Yahoo, Facebook, Youtube, Chevron, Nike, Symantec, MasterCard, Instagram, dan lainnya.

Tentang Hadharah dan Madaniyah

Ada pembahasan tentang hadharah dan madaniyah oleh Syekh Taqiyuddin An-Nabhani dalam bukunya Nidzamul Islam yang akan membantu meluruskan pemahaman terkait berbagai produk ciptaan Barat yang mendukung komunitas LGBT ini. 

Menurut beliau, hadharah adalah sekumpulan mafahim (ide yang dianut dan mempunya fakta) tentang kehidupan, bersifat khas karena terkait dengan pandangan hidup. Sedangkan madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Madaniyah bisa bersifat khas karena berkaitan dengan hadharah, bisa pula bersifat umum sehingga bisa digunakan seluruh manusia. Secara sederhana hubungan antara keduanya dapat dijelaskan hadharah adalah peradaban dan madaniyah adalah produk dari peradaban.

Adapun mengenai madaniyah yang berasal dari hadharah Islam, tentu boleh digunakan, begitu pun madaniyah yang sifatnya umum dan universal, selama tidak berkaitan dengan hadharah Barat. Hukumnya pun adalah mubah, boleh dipakai atau tidak. Contohnya adalah produk teknologi, transportasi, facebook dan lain-lain. Namun, madaniyah yang berasal dari hadharah Barat, haram kita gunakan.  Seperti topi kerucut tahun baru , salib, pohon natal.

Dari penjelasan ini dapat kita simpulkan bahwa penggunaan produk produk dari Unilever ,Facebook,Instagram,dan lainnya adalah mubah (boleh). Karena termasuk madaniyah yang bersifat umum. 

Pandangan dalam Islam

Jelas,LGBT merupakan suatu perbuatan menyimpang dari fitrah manusia yang sesungguhnya. Dengan kata lain, hukum LGBT dalam islam adalah haram.Dan para ulama sepakat bahwasanya tindakan  homoseks termasuk dosa besar". Hal ini ditunjukkan bagaimana Allah SWT menghukum kaum Nabi Luth yang melakukan penyimpangan dengan azab yang sangat besar dan dahsyat, membalikkan tanah tempat tinggal mereka, dan diakhiri hujanan batu yang membumihanguskan mereka, sebagaimana disebutkan  dalam surat Al Hijr ayat 74: 

"Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras" 

Ibnu Abbas meriwayatkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan korbannya.” (HR. Ibnu Majah).

Maka satu satunya cara untuk menghentikan arus kaum pelangi ini adalah dengan menegakkan kembali hukum hukum Islam di penjuru bumi ini. Karena islam memiliki aturan dan sanksi yang demikian tegas dan berat kepada para pelaku LGBT, maka akan membuat siapapun berpikir berkali kali untuk melakukan hal tersebut. Allahu'alam Bisshowab.[]


Oleh : Ani Sumartini 
Komunitas Muslimah Rindu Jannah

Posting Komentar

0 Komentar