TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kasus 14 Proyek Fiktif Waskita Karya Rugikan Negara Rp 202 M

Ketua KPK Firli Bahuri. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


TINTASIYASI.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan negara mengalami kerugian sampai Rp202 miliar dari kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif PT Waskita Karya Tbk sepanjang 2009-2015. Kerugian negara ini hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Jumlah kerugian ini bertambah dari sebelumnya yang sebesar Rp186 miliar.

"Total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut adalah sejumlah Rp202 miliar," ujar Ketua KPK, Firli Bahuri, di Kantornya, Jakarta, Kamis (23/7).

Firli mengatakan, selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV Dwiyasa Tri Mandiri, PT MER Engineering, dan PT Aryana Sejahtera.

Proyek-proyek fiktif itu, yakni proyek Bendungan Jatigede (Tipe C tahun 2008-2010 dan Tipe B tahun 2010-2012), proyek Pembangunan Kanal Timur-Paket 22, pProyek Jasa Pemborongan Pekerjaan Tanah Tahap II Bandar Udara Medan Baru (Paket 2), proyek PLTA Genyem 2 x 10 MW (Tipe B), proyek Normalisasi Kali Bekasi Hilir (Tipe B), proyek Pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi W1 Ruas Kebon Jeruk-Penjaringan Paket 8 dan Ramp On/Off Kamal Utara (Tipe C).

Kemudian proyek Pembangunan Flyover Merak-Balaraja, Proyek FO Tubagus Angke (Rel KA) (Tipe C), proyek Pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi 1 Timur (Tipe B), proyek Pembangunan Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak), proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1 (Tipe B), proyek Pembangunan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, proyek Pembangunan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, dan proyek Pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat.

Diketahui KPK sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka pada kasus ini. Mereka, yakni Direktur Utama PT Waskita Beton Precast yang juga mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana; eks Dirut PT Jasa Marga yang juga mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Desi Aryyani; dan mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

Kemudian Kepala Divisi II PT Waskita Karya Tbk periode 2011-2013, Fathor Rachman; dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Tbk periode 2010-2014, Yuly Ariandi Siregar.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Firli menuturkan penyidik melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhitung sejak hari ini terhadap kelima tersangka untuk kepentingan penyidikan.

Teruntuk Desi ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polres Jakarta Selatan; Jarot ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur; dan Fathor ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK.

Sedangkan Yuly dan Fakih ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

"Terhadap para tahanan akan dilakukan isolasi mandiri lebih dahulu dalam rangka antisipasi penyebaran virus Covid-19," ucap Firli. []

Sumber: https://t.co/9HDkU3aSvI

Posting Komentar

0 Komentar