Islam Solusi Tuntas Atasi Seks Bebas


Sebanyak 37 pasangan remaja terkena razia tim gabungan TNI/Polri dan Pemerintah Kecamatan Pasar Kota Jambi pada Kamis (9/7/2020).

Mereka kedapatan tengah melakukan seks bebas. Terbukti dengan ditemukannya barang bukti berupa sekotak alat kontrasepsi dan obat kuat. Selain itu sebagian diantara mereka juga mengkonsumsi alkohol.

Dalam razia yang dilakukan di sebuah hotel ini, tim gabungan mendapati para pelaku merupakan pasangan remaja di bawah umur.  Bahkan diketahui sebagian diantaranya masih berstatus pelajar setingkat SMP. (Tribunnews.com, 10/7/2020)

Fenomena seperti ini sangat meresahkan. Baru beberapa waktu diterapkan kebijakan new normal, kaum remaja sudah bertindak amoral.

Perilaku seks bebas marak terjadi dikalangan remaja. Hal ini akibat paham kebebasan berperilaku yang selama ini digaungkan. Sistem demokrasi telah mewadahi kebebasan berekspresi tanpa batasan. Selagi dilakukan suka sama suka, maka tidak ada jeratan pidana.

Apalagi dunia remaja identik dengan penemuan jati diri. Keinginan remaja mencoba hal-hal yang baru sangat besar. Di samping lemahnya iman dan taqwa. Serta lemahnya pengawasan orangtua, masyarakat dan negara. Semua hal tersebut berdampak pada hancurnya moralitas remaja.

Tayangan media yang mengandung konten pornografi dan pornoaksi juga berperan merangsang naluri seksual pada remaja. Sehingga mendorong para remaja memenuhi nafsu syahwat mereka tanpa memperdulikan dampaknya.

Padahal sudah banyak diketahui akibat perilaku seks bebas sudah nyata. Mulai dari kehamilan yang tidak di inginkan, aborsi, penyakit seks menular, bahkan HIV-AIDS. Belum lagi dosanya yang besar di sisi Allah SWT.

Para remaja seharusnya fokus menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri yang positif. Apalagi masih dalam situasi pandemi. Mereka harusnya lebih banyak meningkatkan iman dan takwa. Bukan malah berpesta zina.

Islam Solusi Tuntas

 Mirisnya perilaku seks bebas tersebut terjadi di kalangan umat Islam yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Akibat paham liberalisme fenomena perzinahan sudah lumrah terjadi.  Kebebasan mengumbar syahwat dibiarkan.

Berbeda dengan sistem Islam. Sebuah sistem yang menjaga nasab dan keturunan. Islam membenarkan hubungan seks hanya dalam ikatan pernikahan. Pernikahan adalah sebuah akad yang menyatukan antara pria dan wanita, agar terbentuk institusi keluarga sakinah, mawaddah wa Rohmah. 

Pernikahan menjamin kehormatan dan kejelasan nasab serta keturunan. Demikian juga tanggung jawab nafkah serta hadhanah(pengasuhan). Pernikahan akan mewujudkan ketentraman serta melahirkan generasi yang sholih-sholihah.

Dalam Islam, setiap aktivitas yang mendekati zina saja diharamkan. Lebih-lebih berzina, malah sangat dilaknat Allah SWT. Oleh sebab itu, orang yang mendekati atau bahkan melakukan zina akan mendapat adzab yang amat pedih. Allah SWT bersabda dalam Surat al-Isra’ ayat 32.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk“.

Allah SWT memberikan wewenang kepada negara untuk menjatuhkan sanksi yang tegas. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur ayat 2:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap satu dari keduanya dengan seratus kali deraan. Dan janganlah kamu belas kasihan kepada keduanya didalam menjalankan (ketentuan) agama Allah yaitu jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah (dalam melaksanakan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman “.

Kebijakan Khilafah Memberantas Seks Bebas

Fenomena seks bebas tidak cukup dengan razia dan pembinaan. karena hal tersebut terjadi akibat penerapan sistem kapitalis-demokrasi. Sebuah sistem yang mengakomodir kebebasan berperilaku. Sudah saatnya umat mencampakkan sistem kufur ala kafir penjajah tersebut.

Berbeda halnya dengan sistem Islam dalam naungan Khilafah. Khalifah akan mengadopsi sistem pergaulan yang berdasar Al-Qur'an dan Sunnah. Khilafah akan membuat Undang-Undang yang berkaitan dengan tindakan preventif dan kuratif.

Pertama, Khalifah akan mengatur pakaian wanita dan pria saat di kehidupan publik. Pakaian yang menutup aurot sesuai ketentuan Al-Qur'an dan Sunnah.

Kedua, Khalifah akan membatasi interaksi pria dan wanita supaya tidak berkhalwat dan ikhtilat (campur antara pria-wanita bukan mahram). Baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya.

Ketiga, Khalifah akan melarang wanita keluar rumah atau safar tanpa seizin dan pendampingan dari mahramnya jika dilakukan selama sehari-semalam.

Keempat, Khalifah akan mengontrol setiap media agar tidak mengandung konten pornografi dan pornoaksi.

Kelima, Khalifah akan melarang beredarnya miras,narkoba, alat kontarsepsi dan obat-obat kuat secara bebas.

Keenam, Khalifah akan membuat regulasi tempat hiburan dan penginapan agar tidak menimbulkan kemudharatan.

Ketujuh, Khalifah akan memberikan sanksi cambuk 100 kali bagi pezina yang belum menikah, serta diasingkan selama satu tahun. Lalu bagi pezina yang sudah menikah akan dirajam di depan umum hingga mati.

Demikianlah, sistem Khilafah akan menjaga segala faktor-faktor yang merusak kehormatan, nasab dan keturunan. Dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah. Sebagai upaya edukasi dan penebusan dosa bagi pelakunya. Hal ini sebenarnya telah terbukti selama kurang lebih 14 abad lamanya. Sejak masa Rosulullah Saw hingga Khilafah Turki Utsmaniyah.

Generasi remaja tumbuh menjadi pejuang dan pemimpin peradaban Islam. Semisal Sholahuddin Al-Ayyubi sang pembebas Al-Quds, Muhammad Al-Fatih sang pembebas Konstantinopel. Serta masih banyak lagi remaja dan pemuda agen of change. Bukan remaja pengumbar nafsu syahwatnya.

Sudah saatnya umat kembali kepada Islam secara kaffah. Dengan menerapkan Syariah dalam naungan Khilafah. Maka remaja dan umat Islam akan tetap terjaga dari kerusakan dan perzinahan. Wallahu a'lam bi ash-showab.

Oleh: Najah Ummu Salamah

Posting Komentar

0 Komentar