TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

HIV AIDS Menerpa Aceh



WHO memperkirakan sekitar 335 juta orang diseluruh dunia menderita HIV. Bahkan,lebih 19 juta diantaranya tidak tahu terinfeksi HIV. Penyakit ini yang sebelumnya paling mematikan daripada virus corona. HIV menghancurkan sel CD4, jenis tertentu dari sel darah putih yang memainkan peran besar membantu tubuh melawan penyakit ketika sistem kekebalan tubuh melemah, sel CD4 akan dinon aktifkan infeksi HIV akhirnya jika dibiarkan berkembang di dalam tubuh selama bertahun-tahun menjadi AIDS.

Pengungkapkan munculnya pengidap HIV/AIDS disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Langsa, Erizal SKM, M.Kes, Rabu (15/7/2020). Dia mengatakan 18 penderita HIV berobat ke klinik VCT RSUD Langsa tahun 2020 ini. Dia menjelaskan untuk Kota Langsa, hanya dua penderita HIV,selebihnya luar kota. Selebihnya atau16 orang lainnya berasal dari empat kota. Dikatakan, dari Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah dan Kota Lhokseumawe. Dia beralasan, mereka merasa nyaman dan percaya dengan petugas klinik VCT RSUD Langsa. Erizal mengatakan sesuai Permenkes RI Nomor 74 Tahun 2014, bahwa semua rumah sakit yang sudah terbentuk Klinik VCT wajib melayani pasien HIV. (Serambinews.com 15/7/2020)

Ditengah badai corona Aceh diterpa angin lain berupa bermunculannya pengidap HIV/AIDS. Belum selesai kasus LGBT dan PSK bermunculan datang lagi isu ini, ada apa dengan Acehku ini? Meski sudah bisa ditebak hal ini pasti tidak bisa dihindari, dimana penyakit ini menyerang sistem imunitas tubuh akibat hubungan bebas, khususnya sesama jenis, Tranfusi darah dan berbagi jarum suntik bisa juga menjadi penyebab dari munculnya penyakit yang belum ditemukan obatnya. Dari ibu ke anak juga bisa tertular, jika sang ibu terinfeksi HIV.

Sungguh ujian bertubi-tubi datang menghampiri Aceh, negeri serambi mekkah yang dicintai ini rasanya mulai ternoda oleh paham liberal. Paham ini seperti sudah mendarah daging ditengah masyarakat kita, dimana mereka bebas melakukan hal-hal gila yang mereka mau. Tanpa pernah berfikir akibat dari perbuatan itu apa? Efek kesenangan duniawi yang bersifat sementara rela untuk menghancurkan diri, hingga perlahan menuju lembah kemaksiatan yang sangat ganas. Benar seperti Firman Allah dibawah ini :

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (TQS. Ar-Rum Ayat 41-42)

Diriwayatkan dari Abdullah ibn Umar ia berkata, “Rasulullah datang kepada kami, beliau bersabda, ‘Wahai kaum Muhajirin, ada lima hal yang harus kalian waspadai saat kalian diuji dengannya—aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak mengalaminya; tidaklah perzinaan merajalela di tengah satu kaum hingga mereka melakukannya secara terbuka kecuali akan menebar di tengah mereka wabah penyakit dan kelaparan yang tidak pernah dialami manusia sebelum mereka;…” (HR. Ibnu Majah).

Dua dalil ini menjelaskan bahwa betapa rusaknya kehidupan oleh sebab manusia itu sendiri yang tak lagi mengambil hukum Allah sebagai pedoman hidupnya. Dan itu terlihat jelas mana kala Aceh juga mengalami dampak dari perzinahan yang merajalela oleh pasangan-pasangan yang tidak halal dalam Islam, bahkan dari mereka pula lahir penyakit mematikan yang sampai saat ini tidak ada obatnya. Dan tabiatnya sistem ini adalah suka menularkan virus ini kepada siapapun yang ditemuinya, meski penyakit ini hanya bisa ditularkan dari hubungan terlarang atau maksiat lainnya.

Karena itu Islam sangat menjaga pergaulan dalam kehidupan berumah tangga, dimana keduanya harus menjaga kehormatan masing-masing saat di luar rumah juga. Pernikahan yang dilandasi iman dan takwa, untuk menundukkan hawa nafsu sekaligus menjadi wasilah untuk memperbanyak keturunan. Sungguh Islam sangat perfect dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan, sehingga hal-hal yang ditakutkan dalam kehidupan saat ini bisa diminimalisir, bahkan dicegah sebelum kejadian. Karena ini adalah suatu bentuk dari negara untuk menjaga masyarakatnya agar tetap hidup sehat, sehingga dijamin pula semua sumber yang bisa mendatangkan penyakit akan di teliti dengan baik pula.

Karena penyakit seks ini menular terjadi akibat pergaulan bebas ala kapitalis yang dibumbu manis dengan alat kontrasepsi yang biasa dijual dimana saja. Hingga tak heran anak-anak pun bisa rusak karena konten-konten yang tidak mendidik dari negara. Negara memang menfasilitasi kemaksiatan dinegeri ini agar subur, karena dari sanalah mereka bisa mendapatkan sumber pendapatannya.

Akibat kelalaian negara telah merusak banyak kehidupan masyarakatnya. Negeri yang mayoritas sangat banyak muslim ini dirusak akidahnya, maka yang terjadi pasti lagi-lagi korban dari sistem busuk ini adalah umat muslim yang sudah terlena duniawi. Merusak generasi adalah cita-cita terbesar kaum kufar agar mereka selamanya bisa membendung kebangkitan Islam. 

Kapitalis tak akan pernah bosan menjerat kaum muslimin, merusak generasinya dengan cara apapun. Maka sampai kapan kita harus terlena buaian manis mereka? Saatnya kita bangkit melawan kapitalis agar kemudian pulang ke asalnya dan membusuk dinegara penciptanya. Kapitalis hampir mati, namun anak negeri masih terus memujanya bak dewa, padahal ada sistem yang lebih baik dari kapitalis yaitu Islam rahmatan lil a’lamin. 

Hanya Islam yang mampu menciptakan sebuah tempat yang layak untuk dihuni didalamnya dan dipimpin oleh seorang khalifah yang akan berada didepan umat, negara melindunginya dari segala bentuk kejahatan manusia, sehingga hidup aman sentosa. Dan tak ada lagi generasi pesakit yang cinta dunia takut mati, karena mereka adalah umat terbaik yang pernah ada di muka bumi ini. Wallahu ‘alam.[]


Oleh : Meutia Teuku Syahnoordin, S.Kom
Aktivis Muslimah Peradaban Aceh

Posting Komentar

0 Komentar