Dunia Kritis, Saatnya Islam Gantikan Kapitalisme


Di tengah semakin merebaknya pandemi Covid-19 Barat dengan ideologi kapitalisnya sangat mengkhawatirkan akan menggoyahkan dominasi kapitalisme secara global. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Henry Kissinger, politisi senior Amerika, bahwa akan terjadi perubahan tatanan dunia akibat wabah ini. Kissinger memberi warning kepada Amerika agar terus menjaga nilai-nilai kapitalisme dan karakternya tetap bisa dipertahankan dunia. 

Selain itu, sebagai seorang mantan menteri luar negeri Amerika yang cukup berpengalaman, ia pun pun mewanti-wanti agar Barat serius menangani bakal meluasnya anti kapitalisme di dunia. Karena banyak pihak telah memprediksi bahwa peradaban kapitalisme ini akan segera tumbang dalam jangka waktu yang tidak lama. Hal ini tentu bukan omongan kosong belaka, karena presiden di masa-masa awal Amerika sudah mengingatkan hal ini. 

Sebut saja apa yang pernah dinyatakan oleh John Adam (presiden ke-2 Amerika) dimana dia pernah menyatakan: Remember, democracy never lasts long. It soon wastes, exhausts, and murders itself. There never was a democracy yet that did not commit suicide. (Ingatlah, demokrasi tidak akan bertahan lama. Ia akan segera terbuang, melemah dan membunuh dirinya sendiri; demokrasi pasti akan bunuh diri). Hal ini ditulis di dalam bukunya Dark Ages America: The Final Phase of Empire (2006) . 

Tak ketinggalan Moris Berman menyebutkan Imperium Amerika segera akan rubuh. Bahkan ia menggambarkan Amerika sebagai sebuah kultur dan emosional yang rusak oleh peperangan, menderita karena kematian spiritual, dan dengan intensif mengeskpor nilai-nilai palsunya ke seluruh dunia dengan menggunakan senjata. Republik yang berubah menjadi imperium itu berada di dalam zaman kegelapan baru dan menuju rubuh sebagaimana dialami Kekaisaran Romawi.

Sudah tentu dengan berbagai warning tersebut, Amerika sebagai panglima kapitalisme global, pasti akan berusaha keras untuk mempertahankan dominasinya. Sampai pada titik hidup dan mati, Amerika akan melakukan apapun untuk menyelamatkan kapitalisme, meskipun sebenarnya mereka tidak yakin. Karena sesungguhnya banyak faktor yang akan menjadikan setiap upaya mereka itu hanya akan menuai kesia-sian.  

Di antara faktor-faktor tersebut adalah kemampuan negara untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar rakyatnya, yaitu dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Seperti sandang, pangan dan papan. Dan kebutuhan vital manusia seperti jaminan kesehatan, pendidikan, dan keamanan.Termasuk memberikan kesempatan luas untuk rakyat meraih kebutuhan sekunder mereka. 

Sudah pasti, kehadiran wabah Corona ini telah membawa Amerika pada titik kritis ini. Kalau Amerika gagal, dipastikan peradaban ini akan mengalami goncangan keras. Dan seluruh negara bangsa akan ikut merasakan imbas. 

Di samping itu, terdapat satu faktor lain yang tak kalah kuatnya. Yaitu semakin menguatnya pemikiran ideologis lain yang mulai membuat negara-negara Barat kapitalis semakin psimis menghadapi kritis. Maka dari itu, ketika menyadari bahwa kekuatan negara ideologis tergantung kepada kemampuannya untuk memimpin dunia dengan ideologinya, Amerika pun mulai semakin menghunjamkan dalam-dalam segala kekuatan dan tekanannya untuk terus memaksakan kapitalisme kepada dunia. Sehingga harapannya Amerika akan terus 'berhasil' memimpin dunia dan mempertahankan imperium kapitalismenya.

Dengan menggunakan segala organ-organ vitalnya yang selama diklaim milik dunia seperti PBB, IMF, Bank Dunia, maka mereka pun membuat aturan-aturan kapitalisme atas nama masyarakat internasional. Karena itu, andai saja dunia mau sepakat menolak dominasi kapitalisme ini, maka umur peradaban kapitalisme tidak akan lama.

Ideologis lain yang semakin melemahkan ideologi kapitalis adalah ideologi Islam. Dimana salah satu pemikiran yang dimilikinya adalah keharusan menerapkan Islam di dalam seluruh sendi kehidupan. Idelogi ini pula yang terus menggerakkan para pengembannya untuk mampu mewujudkan janji Rabb-nya akan hadirnya kembali negara baru dengan ideologi baru yang akan membawa perubahan global dunia. 

Sejenak menengok sejarah bahwa secara historis, keruntuhan khilafah sebagai negara adi daya tidak bisa dilepaskan dengan kemunculan negara-negara bangsa di Barat yang saat itu mengalami masa keemasannya. Negara-negara ini kemudian bersatu melemahkan khilafah. Maka kebangkitan ide khilafah yang semakin hari semakin tak terbendung ini lah yang menjadi semacam nightmare bagi Amerika. Kehadiran khilafah sangat ditakutkan Amerika dan sekutunya. 

Kenapa sedemikian ditakutkan, sampai-sampai berbagai upaya penyesatan ide khilafah tak henti-hentinya terus dilakukan ?

Maka jawabnnya adalah dengan adanya negara khilafah, syariah Islam akan dengan nyata dan gamblang tampak keunggulannya, karena diterapkan secara langsung. Negara adi daya baru ini, yang didasarkan pada ideologi Islam, secara manusiawi memecahkan persoalan-persoalan manusia. Dikarenakan ideologi ini lahir dari aqidah suci yang diturukan Allah, pencipta seluruh makhluk seiisi bumi, maka ketika Islam ditawarkan sebagai solusi, tak akan ide lain yang mampu menandingi. Sekalipun ide Islam ini dibenci oleh sebagian besar penghuni bumi.

Islam itu tinggi dan akan menjadi mercusuar baru dunia di suatu saat nanti. Karena Islam dengan Khilafah telah memiliki konsep yang begitu jelas dan lugas, sama sekali berbeda dari ide Barat yang culas. Islam dengan Khilafahnya telah dengan sangat jelas menunjukkan bagaimana sistem politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan yang didasarkan pada Islam, mampu menyelesaikan persoalan-persoalan dunia saat ini. 

Dan karena memang kehadiran Rasulullah Muhammad SAW dengan seluruh risalah syariat-Nya merupakan solusi yang membawa rahmat bagi semesta alam. Sebagaimana Allah SWT berfirman : “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” TQS Al Anbiya’ [21] : 107.

Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh perkara ini akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun baik di kota maupun di desa kecuali Allah akan memasukkan agama ini dengan kemuliaan yang dimuliakan atau kehinaan yang dihinakan: kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghina-dinakan kekufuran.” (HR Ahmad no: 16344 dan al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra).

Sudah pasti, akan tiba saatnya, yaitu saat umat menyadari betapa rapuhnya ideologi kapitalis, umat pun akan berbondong-bondong meninggalkan peradaban kapitalisme. Saat itulah, negara-negara Barat dengan ideologi kapitalismenya akan ditinggalkan dunia, bahkan bisa jadi ditinggalkan oleh rakyatnya sendiri. Itulah saat cahaya Islam memasuki benua Amerika dan Eropa, bukan sekedar agama ritual, tapi sebuah peradaban yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.

Itulah saat janji Allah dan Rasul-Nya bahwa Islam akan meliputi dunia dari ujung yang satu ke ujung lain, akan tampak jelas dan begitu nyata. Allah akan hapus setiap ketakutan dan menggantikannya dengan rasa aman, sebagaimana disebutkan dalam sebuah firman : “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa.” TQS An Nuur [24] : 25. Wallahu’alam bishsowab. []


Oleh : Yanti Ummu Yahya
Ibu Rumah Tangga dan Penulis Buku Motivasi Islam Ideologis

Posting Komentar

0 Komentar