TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Cukup! Pembullyan di Kalangan Artis, Merusak Generasi



Aksi bullying dikalangan artis kerap terjadi, baik di dalam negeri maupun luar negeri hal ini dianggap lumrah karena artis pun manusia yang memungkinkan adanya pertengkaran. Tak terkecuali Korea Selatan yang sedang gencar menginvasi budaya mereka ke berbagai negara Asia denga Korean Wave. Dikalangan artis  Korea baru-baru ini terjadi kasus pembullyan antara Shin Jimin, leader girl group Korea AOA (Ace of Angels) dan Kwon Mina yang merupakan member dalam group yang sama. 

Kwon Mina mengungkapkan perilaku buruk Shin Jimin di akun media sosialnya sehingga para fans pun ikut serta dalam pertengkaran mereka. Setelah kejadian ini, Kwon Mina yang sebelum melakukan aksinya telah menjadi ex-member dari AOA, kini Shin Jimin mengundurkan diri tepat pada tanggal 04 Juni 2020 dari industri Kpop yang dikenal sangat ketat untuk menseleksi para artisnya. Fakta ini sempat viral dikalangan generasi pemuja Kpop sehingga mengganggu stabilitas penggemar idolanya. (Liputan6.com 05/07/2020)


Teladan Hakiki bukan Para Artis

Mari kita garis bawahi bahwa artis adalah manusia biasa yang memiliki proses hidup dengan pilihan yang berbeda, yaitu menjadi publik figure yang sejatinya mampu bahkan memiliki akses yang sangat mudah untuk ditiru oleh generasi selanjutnya,lewat tontonan dan karya mereka. Begitupun baik dan buruknya sikap mereka, bagi generasi yang mampu menyaring dan sudah matang pemikirannya akan mampu memahami dan tidak gampang emosional ikut campur dalam kehidupan para artis bahkan hingga ikut menirunya.

Pembullyan dikalangan generasi saat ini dianggap biasa, dan akan ditangani serta diviralkan jika kondisinya fatal dan ada pihak yang melaporkan sehingga mencuat ke permukaan media. Sejatinya tentu ada, pembullyan yang kasusnya di kubur lalu pihak yang di bully tetap melanjutkan hidup dengan luka dalam fase hidupnya. Mental yang seperti ini pun tentu tidak terjadi dikalangan masyarakat biasa saja, namun para artis juga kerap mengalaminya. 

Artis sering menjadi hujatan netizen, begitupun sesama artis ada saja kesalahpahaman yang terjadi diantara manusia. Bahkan Kwon Mina dan Shin Jimin yang satu grup saja mampu berseteru. Kwon Mina mengaku sudah mengalami pembullyan selama 10 tahun belakangan ini sehingga depresi dan sulit tidur. (Kompas.com 6/07/2020)

Publik figure tidak serta merta menjadi teladan yang mampu mencover semuanya sehingga mereka sempurna luar dan dalam, publik figure hanya pekerja seni yang berusaha menghibur, namun ketidakjelasan standar atau aturan dunia hiburan yang menaungi mereka pun merupakan aturan yang lemah. Karena manusia bersifat terbatas, industri hiburan yang dicipta oleh manusia pun memiliki keterbatasan karena sejatinya kreatifitas manusia dalam berkarya memerlukan role model yang hakiki, dan kita ketahui jika role model hakiki dalam kehidupan ini adalah orang-orang yang sudah dijamin dengan kebahagiaan setelah mati, yaitu kehidupan yang kekal. Dan role model kita adalah Rasulullah, diikuti para sahabatnya dan ulama-ulama yang sholih. Mereka lah teladan kita yang tidak akan membunuh ekspektasi kita tentang makna kebahagiaan.

Selamatkan Generasi dengan Role Model yang Benar

Kebahagiaan dikalangan para artis dengan mempertontonkan rumah mewah, perhiasan mahal, popularitas tinggi, wajah yang menawan dan segala macam hal bersifat duniawi lainnya adalah oase di tengah padang pasir yang panas. Pada waktunya, semuanya akan diambil. Maka sejatinya dalam bersikap kita tidak perlu mengikuti mereka yang berlebihan dalam memaknai hidup. 

Dikalangan mereka saja masih terjadi pertengkaran dan pembullyan padahal kebahagiaan dunia seolah terlihat sudah mereka raih sepenuhnya, namun kenyataannya jauh dari kata bahagia, mereka merusak diri mereka sendiri dan mampu merusak hdiup oranglain karena mereka dikenal sebagai publik figure yang memiliki penggemar.

Penggemar mereka ada yang sampai rela mengorbankan harta bahkan nyawa untuk sang idola, inilah sisi generasi yang perlu kita selamatkan. Karena generasi ini dikenal dengan generasi followers yang tidak menyaring dulu informasi yang mereka dapat, mereka mudah tersinggung dan emosi jika tak satu suara, maka perlu adanya edukasi generasi dalam pencarian jati diri karena sesungguhnya mereka sedang mencari teladan.

Maka generasi saat ini, sejatinya perlu diberi bekal dalam menentukan arah hidup termasuk memilih teladan. Dialah Rasullullah sebagai uswah yang baik.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. al-Ahzab: 21)

Rasullullah di dalam kehidupannya, dibimbing langsung oleh Allah. Rasulullah mebawa Islam sebagai cahaya ke tengah-tengah ummat untuk menyelesaikan segala permasalahan manusia. Islam tidak hanya mengatur soal ibadah saja, namun juga mengatur muamalah, pendidikan, kesehatan, pergaulan, dan segala sesuatunya telah diatur oleh Allah. Islam mengatur manusia dari mulai bangun tidur, hingga bangun negara. Bahkan untuk menyelesaikan kasus bullying dan depresi pun ada solusinya dalam islam.

Allah menciptakan manusia beserta segala potensi dirinya termasuk mempertahankan diri dalam kasus bullying. Hal tersebut fitrah, namun jika banyak tercetak generasi bullying dan generasi followers, maka masa depan generasi ini untuk mencetak generasi pemimpin yang cemerlang seolah kabur dari pandangan jika tidak dibenahi dengan Islam. Karena sejatinya Islam yang mengembalikan fitrah manusia untuk tidak dzalim terhadap oranglain, bersemangat menjalani hidup untuk bekal setelah mati dan yang terpenting tidak memuja makhluk Allah, karena sejatinya Islam menomorsatukan Allah dan Rasulnya diatas segalanya.


Katakanlah: “Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan Nya”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (At-Taubah 9: 24)

Oleh: Fina Fatimah

Posting Komentar

0 Komentar