+
YUK JOIN di TINTA INTENS 4

Cara Islam Memberantas Miras


Puluhan botol minuman keras berhasil diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang dari sejumlah toko di Kawasan Sumedang Kota. (Jumat, 19 Juni 2020). Menurut Kepala Bidang PPUD, Deni Hanafiah, toko yang terbukti menjual minuman keras yakni Toko SM liki ESN di Lingkungan Kebonkol, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. “Sdr ESN diduga melanggar Pasal 2 Perda Kabupaten Sumedang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Pasal 8 Huruf e Perda Kab. Smd Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat,” ujar Deni Hanafiah. https://sumedang.online/

Sungguh memprihatinkan ketika kita membaca berita tersebut, sudah sekian lama masalah miras tak kunjung selesai dan belum ada solusi tuntas tentang masalah ini. Jelas sekali ketika miras ini diperjual belikan tidak menutup kemungkinan banyak juga para pembeli yang mengkonsumsi barang haram itu, baik dari kalangan anak muda, anak sekolah SMP atau SMA, dan laki-laki dewasa lainnya dari kalangan orang tua. 

Padahal sudah jelas sekali islam melarang meminum minuman keras. Karena jelas miras hukumnya haram dan akan menimbulkan banyak madhorot. Adapun dalam islam haram adalah sesuatu yang dilarang oleh allah dan ketika dikerjakan akan mendapat dosa dan siksa. Haram secara lughawi berarti sesuatu yang lebih banyak kerusakannya, dalam istilah hukum haram adalah

ما طلب ا لشار ع الكف عن فعله علي و جه الز و م

“Sesuatu yang dituntut syari’ (pembuat) hukum untuk tidak memperbuatnya secara tuntutan pasti”.

Secara definisi, Haram adalah sesuatu yang dilarang oleh pembuat syari’at dengan larangan yang pasti, di mana orang yang melanggarnya akan dikenai hukuman (siksa) di akhirat, dan ada kalanya dikenai hukuman juga di dunia . Oleh karena itu haram menjadi salah satu bentuk hukum taklifi, yakni tuntutan Allah yang berkaitan dengan perintah untuk berbuat atau perintah untuk meninggalkan suatu perbuatan. Imam Al Ghazali merumuskan bahwa haram adalah sesuatu yang dituntut syari’ (Allah dan Rasul-NYA) untuk ditinggalkan melalui tuntutan secara pasti dan mengikat . 

Selain itu pula miras dapat  merusak kesehatan, seorang umat muslim tidak boleh melakukan aniaya terhadap dirinya sendiri dengan tidak menjaga kesehatannya. Karena mengkonsumsi alkohol dapat merusaak kesehatan seseorang dan mendatangkan penyakit. Madhorot yang lainnya yaitu menghilangkan kesadaran, minuman yang memabukkan dapat menghilangkan kesadaran seseorang yang meminumnya meskipun hanya sementara. Seseorang yang kehilangan kesadaran kemungkinan besar bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan atau menyakiti orang lain, bisa juga melakukan tindak kriminal.

Maraknya miras akibat penegakan hukum yang tidak tegas “Sudah ada Perda Miras Tahun 2003 yang pelarangan minuman berlakohol di Sumedang. Nanti tinggal menegakan perda dan itu memang kewajiban pemerintah daerah,” ujar Dony saat kunjungan ke wilayah Wado, baru-baru ini. Dari sepengetahuannya, Perda terkait miras sudah dilaksanakan sejak 2003. Namun ada diskresi atau semacam kekurangan pada perda tersebut. https://www.sumedangekspres.com/

Peredaran miras tak bisa hilang hanya dengan melakukan razia saja yang dilakukan oleh aparatur. Namun harus ditekankan pada bentuk penindakan hukumannya terhadap para pelaku pengedar tersebut. Belum lagi gaya hidup manusia yang tidak mau terikat dengan aturan allah bagaimana mungkin individu-individu masyarakatnya terikat pada hukum allah ? aturan yang dipakainya pun sekularisme, yang mana memisahkan agama dengan kehidupan. Belum lagi Penyakit hedonisme sudah menjalar dalam masyarakat.

Mereka ingin kaya dengan jalan pintas, mencari uang jalur cepat dan mudah tanpa harus mempertimbangkan benar-salah dan halal-haram. Cara mencari uang seperti ini adalah cara yang paling keji dan hina dalam pandangan Islam. Hedonisme jelas menyisihkan agama. Agama bagi hedonis tidak lebih dari sekadar baju yang siap . ditanggalkan dan ditinggalkan kapan saja, lalu dipakai kembali kapan saja ia mau. Hedonisme telah menyeret mereka pada mindset sesat, yaitu bagaimana agar mereka mampu mencapai kesenangan meski pun berseberangan dengan ajaran agama Islam. Begitulah hidup dalam naungan hukum buatan manusia hanya melahirkan mental- mental pecinta dunia.


Sudah saatnya kita kembali pada aturan islam, jelas sekali islam merinci masalah miras ini. Seperti keharaman miras ini. Allah berfirman dalam QS.almaidah ayat 90.

"Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan penuh adalah termasuk perbuatan syitan. Maka jauhilah pebuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.
 Miras tetap haram mau memabukkan atau tidak, mau dikonsumsi sedikit atau banyak. Dasar dari pendapat ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ

“Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram.”


Bahkan Dalam hadits lain disebutkan mengenai terlaknatnya setiap orang yang mendukung dalam tersebarnya miras atau khamar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ

“Allah melaknat khomr, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Ahmad 2: 97, Abu Daud no. 3674 dan Ibnu Majah no. 3380, dari Ibnu ‘Umar, dari ayahnya. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih karena ada berbagai penguatnya).

Yang dimaksud adalah Allah melaknat dzat khomr, agar setiap orang menjauhinya. Bisa pula yang dimaksudkan dengan “Allah melaknat khomr” adalah melaknat memakan hasil upah dari penjualan khomr. (Lihat ‘Aunul Ma’bud, 8: 174, Mawqi’ Al Islam). Ini menunjukkan penjualan miras itu haram. Belum lagi pelaku peminum miras itu sendiri akan dicambuk , sebagaimana dalam riwayat disebutkan bahwa Ali ra. berkata,

جَلَّدَ رَسُوْلُ اللهِ أَرْبَعِيْنَ وَأَبُو بَكْر أَرْبَعِيْنَ وَعُمَرَ ثَمَانِيْنَ وَكُلٌ سُنّةٌ وَهَذَا أَحَبُّ إِلَيَّ

Rasulullah SAW mencambuk peminum khamar sebanyak 40 kali. Abu bakar juga 40 kali. Sedangkan Utsman 80 kali. Kesemuanya adalah sunnah. Tapi yang ini (80 kali) lebih aku sukai. (HR. Muslim).

Sungguh islam adalah agama yang sempurna, yang setiap aturannya melahirkan mashlahat. Dan terlebih lagi bahwa kita sebagai manusia hendaknya menggunakan aturan yang bersumber dari sang khaliq yaitu Allah Subhanahu Wa Taala. Semoga islam kaffah segera terwujud dimuka bumi ini. Aamiin yaa rabbal aa’lamiin.[]

Oleh: Habibah,  AM.Keb

Posting Komentar

0 Komentar