TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Astaghfirullah, Corona Kian Meningkat di Kalbar


Kasus terkonfimasi covid-19 di Indonesia mencapai 59.394 dan 2.987 kasus kematian (kemkes.go.id, 2/7/2020). Hal ini bukan hanya deretan angka, tapi tentang nyawa yang harus diselamatkan dengan berbagai upaya baik preventif, kuratif maupun rehabilitatif.

Berdasarkan laporan Gugus Tugas PP Covid-19 Provinsi Kalbar pada 1 Juli 2020, terdapat 336 kasus terkonfirmasi covid-19, tertinggi di pontianak dengan 118 kasus diikuti urutan kedua di Ketapang (39), Kubu raya (34), Sintang (27), Melawi (21), Landak (19), Sanggau (18), Singkawang dan Sambas masing-masing ada 12 kasus, Mempawah (9), Sekadau (7), Bengkayang (5), Kayong Utara (3), dan urutan terakhir dengan 2 kasus terkonfimasi di Kapuas Hulu.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji meminta daerah untuk melakukan rapid test massal. “Lakukan tes sebanyak-banyaknya agar dapat menjaring mereka yang terpapar virus, agar mudah disembuhkan dan yang terpapar virus tidak menjadi media keterjangkitan” tegasnya.
(tribunpontianak.co.id, 30/6/2020)

Pentingnya upaya pencegahan dengan melakukan screening massal rapid test covid-19. Benar, bahwa rapid test tidak menjamin seseorang positif covid. Namun dapat menjaring orang-orang yang terpapar virus dan dapat dipastikan dengan dilakukan swab.

Meningkatnya kasus covid-19 di Kalbar, menjadi sorotan di tengah diterapkannya New Normal. Kebijakan ini di ambil untuk mempertimbangkan perekonomian Kalbar yang merosot agar dapat distabilkan kembali. Pengamat ekonomi Kalimantan barat, Eddy Suratman mengatakan “perkiraan saya, perekonomian kita dapat tumbuh lebih kurang 3 persen di triwulan III dan IV, jika diterapkan New Normal”.

Dilema antara mementingkan kesehatan masyarakat dengan menstabilkan ekonomi daerah, seharusnya kesehatan menjadi hak pokok yang harus dijamin oleh penguasa tanpa mengabaikan kestabilan ekonomi. Kebijakan New Normal ini bukan solusi yang tepat untuk meminimalisir kasus covid-19 ini, disaat kurva belum melandai. Terbukti, kasus covid di kalbar kian meningkat. Disamping karna belum semua masyarakat menerapkan protokol kesehatan sesuai standart.

Dalam Islam, penguasa mengutamakan kesehatan rakyatnya dengan melakukan upaya terbaik terlebih lagi saat pandemi. Mulai dari preventif dengan melakukan screening epidemiologi, melakukan tracing, memberikan fasilitas kesehatan terbaik dengan cuma-cuma kepada masyarakat, menyediakan obat-obatan dan mendorong ilmuan untuk menemukan vaksin.

Penerapan Islam secara kaffah tidak hanya menyelesaikan pandemi covid-19, tetapi juga mampu mempertahankan stabilitas ekonomi dalam waktu yang bersamaan, tanpa harus mengabaikan salah satunya. Oleh sebab itu, Islam lah satu-satunya solusi tuntas atas segala problem kehidupan.  Wallahu’alam bishawab.[]

Oleh Reda Hayati 
Dokter Internship

Posting Komentar

0 Komentar