Andakah Bagian dari Umat Terbaik Itu ?



Allah SWT memberi kabar gembira kepada umat Islam di dalam Al Qur'an, "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah ..." (QS Ali Imran [3]: 110). 

Umat yang terbaik itu adalah umat Islam. Umat yang seperti apa yang akan mendapatkan predikat terbaik itu? dari penjelasan dalil alquran surah Al Imran:110 menjelaskan bahwa umat Islam yang terbaik itu adalah yang senantiasa menyuruh yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, serta beriman kepada Allah.

Ketiga sifat ini menjadi unsur kebaikan umat Muhammad SAW. Aktivitas menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemaksiatan adalah sifat mukmin sejati sehingga kewajiban ini terbebani oleh setiap umat Islam.

Tugas dakwah bukanlah secara khusus ada pada para ustadz/ustadzah, kyai atau para ulama akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh kaum muslimin. Setiap muslim punya peran untuk menyeru kepada kebaikan. Bila aktivitas dakwah berjalan maka secara otomatis umat Islam senantiasa terjaga dalam kebaikan.

Umat terbaik adalah umat pilihan, umat yang dapat dilihat dalam bertindak dan bekerja penuh dedikasi, menegakkan keadilan, memiliki sifat amanah, jujur, bersatu padu, lemah lembut dan sikapnya menyenangkan.

Umat terbaik dapat dilihat juga dalam berpakaian terutama muslimah yang konsisten dalam menutup aurat sesuai syariat Islam untuk menjaga marwah, memelihara harga diri, kewibawaan, kemuliaan, dan tidak akan diganggu.

Terhitung sejak runtuhnya Daulah Islam Turki Utsmani 1924 sampai hari ini kondisi peradaban manusia khususnya umat Islam, mengalami kerusakan baik dari aqidahnya maupun pemikirannya.

Sejak daulah Islam itu tidak ada lagi, umat Islam dipecah pecah menjadi lemah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan negara bangsa (nation state) dengan nasionalisme yang khas.

Pemikiran umat Islam pun sudah tidak lagi murni dengan landasan aqidah Islam, tetapi sudah terjajah dan teracuni oleh pemikiran barat yang dimasukkan melalui ideologi kapitalisme dengan sistem pemerintahan demokrasi.

Umat Islam dengan menerapkan sistem pemerintahan demokrasi yang lahir dari ideologi kapitalisme inilah kondisi umat Islam mengalami kemerosotan berpikir sehingga aktivitas kehidupannya jauh dari ajaran Islam.

Dalam sistem demokrasi kapitalisme tujuan hidup adalah pemuasan materi dengan gaya hidup glamor, hura hura, hidup boros, memuaskan hobi, mengumbar kebebasan dengan hiburan dan mengagungkan hak asasi manusia.

Dalam sistem pemerintahan demokrasi kapitalisme untuk mencapai suatu tujuan diserahkan kepada mekanisme pasar. Tanpa ada batasan halal haram. Dengan begitu siapa saja yang memiliki kapital/modal maka bisa mencapai tujuan atau sebagai pemenang.

Demokrasi kapitalisme dengan azas sekuler dan liberal melahirkan ekonomi berbasis riba, pendidikan sekuler, budaya barat (kebebasan), politik prakmatis, dan produk hukum yang berdasar pada akal, hawa nafsu, kesepakatan dan kepentingan pembuat undang-undang/kebijakan.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, sistem Demokrasi mengandalkan pajak pajak dan iuran lainnya yang dipungut dari rakyat, sementara SDA justru lebih diserahkan kepada asing.

Kemaksiatan, perjudian, LGBT, prostitusi, riba, suap, korupsi sudah seperti menjadi budaya yang semakin menjamur dimana mana.

Dalam bidang kesehatan dan pendidikan negara tidak wajib memberikan pelayan gratis kepada seluruh warga negara. Maka bagi warga negara yang mampu akan mendapatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang baik oleh negara.

Dalam sistem pemerintahan demokrasi pemilihan pemimpin ditujukan untuk menjalankan undang-undang hasil dari kesepakatan wakil rakyat diparlemen.

Melihat fakta diatas, sangat jelas bahwa kehidupan dalam sistem demokrasi kapitalisme sangat berbeda dengan kehidupan dalam sistem Islam yakni Syariah dan Khilafah.

Dalam sistem Syariah dan khilafah :

Pertama, pemilihan atau pengangkatan pemimpin adalah ditujukan untuk menjalankan perintah Al Qur'an dan Al sunnah.

Kedua, produk hukum adalah hak prerogative Pencipta dalam hal ini Allah SWT yang termaktub dalam Al Qur'an dan Al sunnah. Akal manusia tidak dibenarkan merubah hukum hukum dan kebijakan yang sudah ditetapkan Sang Pencipta.

Ketiga, sistem pergaulan, pendidikan, ekonomi, politik budaya berbasis pada ajaran Islam.

Keempat, keadilan, kesejahteraan, kemakmuran, kesehatan adalah tanggung jawab dan tugas daulah untuk diwujudkan dan dirasakan oleh semua warga negara baik muslim maupun non muslim.

Kelima, tujuan hidup adalah mendapatkan ridha Allah dengan menjalankan ketaatan terhadap aturan aturan yang sudah diturunkan Allah kepada nabi Muhammad SAW.

Keenam, kebebasan beribadah rakyat sangat dihormati dan dijaga oleh Khalifah dengan diberikan kebebasan sesuai keyakinan masing masing setiap warga negaranya.

Ketujuh, sistem pengelolaan negara bersumber utama pada pengelolaan sumber daya alam ( SDA ) oleh negara tanpa ada pungutan pungutan yang membebani rakyatnya. Hasil dari pengelolaan SDA adalah semata mata demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat

Kedelapan, harga harga kebutuhan dasar adalah tanggung jawab dan jaminan daulah untuk memberikan harga semurah murahnya kepada rakyat.

Kesembilan, negara khilafah menjamin untuk semua warga negara mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan secara gratis.

Melihat fakta yang terjadi dalam kehidupan hari ini, tidak dapat dikatakan bahwa umat Islam hari ini adalah umat terbaik karena tidak dapat memenuhi unsur umat terbaik yaitu menyuruh yang makruf dan mencegah yang munkar.

Dapat dikatakan umat terbaik ketika umat Islam mampu menegakkan sistem Syariah dan Khilafah

Dengan tegaknya sistem Islam dan institusi khilafah, maka umat Islam dan pemimpinnya mampu mewujudkan amar ma'ruf dan nahi munkar secara sempurna dari seluruh aspek kehidupan manusia.

Corak kehidupan sebuah masyarakat atau bangsa sangat dipengaruhi oleh sistem kehidupan yang diterapkan.

Dengan penerapan sistem Demokrasi seperti yang terjadi sampai saat ini, maka karakter kehidupan sebuah bangsa akan menjadi sekuler dan liberal.

Meraih Predikat Umat Terbaik

Untuk mewujudkan dan meraih predikat umat terbaik tidak ada jalan selain dari umat Islam saat ini kembali bersatu menegakkan kembali sistem Syariah dan Khilafah yang mengikuti metode kenabian sebagaimana dahulu yang pernah dicontohkan oleh Nabi dan dilanjutkan oleh para sahabatnya.

Dengan tegaknya Syariah dan Khilafah maka umat Islam kembali akan meraih predikat umat terbaik yang mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar secara sempurna dari seluruh aspek kehidupan sebagaimana ajaran Islam yang meliputi aspek ; ibadah mahdah, aturan pribadi, keluarga, ekonomi, sosial, budaya, politik, muamalah, hukum, sanksi, berbangsa dan bernegara.

Maka tugas umat terbaik adalah mampu menjadi pelopor dan menegakkan sistem Syariah dan Khilafah sebagai institusi negara yang akan menjamin kebaikan dan mencegah dari kemungkaran itu terwujud secara total.

Andakah dari salah satu hambaNya yang mendapat predikat umat terbaik itu?
Wallahu a'lam.[]


Oleh: Syamsudi Umar 
Aktivis Islam JABAR 

Posting Komentar

0 Komentar