+
YUK JOIN di TINTA INTENS 4

Aksi Tolak Komunis: Bukti Peduli Umat untuk Negeri

Kabar bangkitnya komunis agaknya mulai dirasakan sebagian masyarakat di negeri ini. Persaudaraan Alumni atau PA 212 dan Aliansi Nasional Anti Komunis menggelar "Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek ", ahad , 5 juni 2020. Dalam apel ini, para peserta diminta berikrar untuk siap jihad qital memerangi kaum komunis dan pihak yang ingin mengubah pancasila menjadi Trisila dan Ekasila. (Tempo.co.05/07/2020 )

Komunis adalah ideologi yang dianggap bahaya. Di negeri ini, komunis telah memberikan sejarah kelam yang tidak bisa dilupakan oleh umat di penjuru negeri. Ratusan manusia di bantai dengan bengis dan tak sedikit ulama dan para perwira yang dijadikan korbannya. Ideologi komunis yang tidak mengakui agama wajar saja tega melakukan perbuatan tersebut.

Komunis adalah ideologi yang mengagungkan materi, menganggap segala sesuatu dari materi, semuanya tercipta dengan sendirinya sehingga tidak mengakui keberadaan pencipta, sangat tidak mengherankan jika mampu melakukan hal demikian, karna ideologi ini pun tidak meyakini adanya pertanggungjawaban atas perbuatannya setelah kematian. Jadi sudah sewajarnya jika  umat islam menolak komunis di negeri ini.

Aksi umat yang menolak komunis hingga berujung pada resolusi jihad qital merupakan wujud semangat umat islam. Yaitu semangat untuk mewujudkan sesuatu yang haq ( Islam ) dengan jiwa raga dan nyawa. Namun umat seharusnya juga sadar akan bahaya yang sesungguhya mengancam di depan mata. 

Sistem kapitalis yang diterapakan saat ini adalah bahaya nyata penyebab berbagai permasalahan yang bisa kita jumpai di negeri ini. Kapitalisme yang diterapkan saat ini melahirkan sekulerisme dan liberalisme adalah ancaman nyata yang juga menyengsarakan umat. 

Sekulerisme yang mengaburkan peran sang pencipta di dalam kehidupan, membuat manusia menganggap dirinya mampu membuat sendiri peraturan/hukum yang harus dilaksanakan dalam sendi sendi kehidupan. 

Jargon kedaulatan di tangan rakyat adalah salah satu bukti nyata bahwa dia menafikkan kedaulatan dari sang pencipta. Liberalisme nya pun  melahirkan kehidupan bebas terlepas dari aturanNYa. 

Manusia menganggap bisa hidup sesuka kemauannya, tak heran jika demi mencapai keinginannya mereka tega melakukan penindasan pada yang  lemah. Dalam sistem ini Agama menjadi hal yang terpisah dan tidak ditempatkan dalam kehidupan sosial karna agama merupakan kewajiban dari masing masing individu saja.

Umat islam semestinya melanjutkan penolakan terhadap semua pemikiran dan sistem yang bertentangan dengan islam. Islam dengan kesempurnaannya telah terbukti mampu mensejahterakan umat selama belasan abad, jadi sangat wajib untuk memperjuangkan dan mendakwahkan islam. Islam memandang manusia, alam, dan kehidupan sebagai ciptaaan Allah swt. 

Allah sebagai maha pencipta dan pengatur segala sesuatu di dalam kehidupan,jadi kedaulatannya berada di tangan syara'. Cara pandang nya pun khas yang saling terintegrasi dalam seluruh aspek kehidupan. Islam mampu mensejahterakan umat baik non muslim dan muslim dan mampu memberikan rasa adil pada mereka semua. 

Terbukti dalam sebuah riwayat yang mengisahkan  pada masa pemerintah khalifah Umar bin Abdul Aziz. Di awal tahun pertamanya menjadi khalifah hingga tahun ke 3, petugas pembagi zakat kesulitan mencari orang miskin yang berhak menerima zakat. Gambaran ini hanyalah salah satu contoh dari sekian kisah kegemilangan yang hanya mampu terwujud apabila islam diterapkan dalam bingkai khilafah.

Ini seperti janji Allah swt dalm firmannya di surat al a'raf " Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami ), maka kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan " terjemahan Alquran surat al a'raf ayat 96

Sudah selayaknya kita berjuang mendakwahkan kembali tegaknya islam. Kesempurnaan islam akan mampu membuat seluruh penduduk negeri menjadi penuh dengan ketaqwaan yang bisa mendatangkan keberkahan dari Allah. 

Ghirah umat yang sudah mulai nampak harusnya diwujudkan juga dalam menjalankan kewajiban memperjuangkan islam. Jangan sampai terbelokkan oleh solusi pragmatis memperjuangkan pancasila. Allahu a'lam bisshowab.

Oleh Ummu Nafeeza

Posting Komentar

0 Komentar