TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Trik Unik Berpolitik Cantik


Politik. Mungkin saat ini terdengar sungguh menyeramkan. Masyarakat seakan phobia mendengar kata politik. Dan mereka pun tidak mau tahu dengan yang namanya politik. Karena politik diidentikkan dengan dunia pemerintahan, dimana didalamnya selalu terdapat intrik-intrik yang terdengar tidak baik. Politik seringkali dinilai sebagai sesuatu yang buruk, kotor bahkan jahat. Masyarakat pun enggan mengetahui lebih jelas apa itu politik, apalagi bersentuhan dengan politik. Padahal, politik itu tidak seseram apa yang dibayangkan. 

Politik adalah siasat atau strategi. Bagaimana caranya agar kita mendapatkan apa yang diinginkan. " Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Politik juga bisa ditilik dari sudut pandang berbeda, yakni politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)".

Politik dalam bahasa Arab artinya siyasah. Politik sudah ada sejak Allah menciptakan nabi Adam dan Siti Hawa. Kala itu pengertian politik adalah suatu cara untuk mencapai tujuan. Bahkan setan pun berpolitik, ketika bagaimana caranya membujuk Siti Hawa supaya diijinkan nabi Adam untuk makan buah-buahan terlarang (buah kholdi).

Di jaman modern politik adalah ilmu atau cara untuk menduduki kekuasaan untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara tertentu juga. Namun di era demokrasi saat ini, maka politik harus melalui kegiatan politik, seperti pemilihan umum (pemilu). Para politisi bersaing dengan berbagai cara untuk memenangkan pemilihan. Jika perlu dengan cara-cara yang curang. Oleh sebab itu, ada sebagian orang enggan bersentuhan dengan politik.

Politik Dalam Pandangan Islam

Definisi politik dalam Islam jauh berbeda dengan politik dalam demokrasi. Berpolitik dalam Islam menitik beratkan pada sumber Al Qur'an dan as Sunnah sebagai sumber utama. Dalam bahasa Arab  politik itu siyasah. Siyasah diambil dari kata 'sasa-yasusu-siyasatan' yang berarti memelihara, mengatur dan mengurusi.

Islam merupakan agama ideologi yang memiliki tatanan yang sempurna. Karenanya Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, baik urusan keluarga, kemasyarakatan, prinsip pemerintah maupun hubungan internasional.

Islam dan politik adalah dua hal yang integral. Oleh karena itu, Islam tidak bisa dilepaskan dari aturan yang mengatur ibadah secara individu saja. Namun, Islam juga mengajarkan bagaimana bentuk kepedulian kaum muslimin dengan segala urusan umat yang menyangkut kepentingan dan kemaslahatan mereka, mengetahui apa yang diberlakukan penguasa terhadap rakyat, serta menjadi pencegah adanya kezholiman oleh penguasa.

Maka, jika ada yang mengatakan bahwa Islam tidak usah berpolitik, adalah salah besar. Karena berpolitik adalah hal yang sangat penting bagi kaum muslimin.  Jadi, kita harus memahami betapa pentingnya mengurusi urusan umat agar tetap berjalan sesuai dengan syariat Islam. Terlebih lagi memikirkan atau memperhatikan urusan umat Islam hukumnya fardhu (wajib).

Cara berpolitik kepada umat, agar tidak anti politik

Setelah mengetahui hukum berpolitik itu wajib, maka kita sebagai kaum muslimin berkewajiban untuk menyadarkan umat dalam berpolitik, dan berusaha untuk meyakinkan umat yang belum paham dengan arti politik. 

Caranya,  dengan mencontohkan dalam kehidupan sehari-hari, karena kehidupan sehari-hari sangat bersentuhan dengan apa yang kita perbuat. Contoh, meyakinkan para wanita dengan cara apa yang mereka  lakukan setiap harinya. Misalkan, bagaimana agar wanita tidak diganggu pria hidung belang, caranya menutup aurat sesuai aturan Islam.  Bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangganya, agar bisa berhemat, belanjalah sesuai kebutuhan. Mengatur anak-anaknya agar menjadi anak yang Sholeh / Sholehah, berikanlah pendidikan Islam sejak dini, dll. 

Begitu juga kepada laki-laki, sentuhlah dengan pekerjaan yang mereka kerjakan. Misalkan, bagaimana cara mencari nafkah yang berkah, agar menjadi keberkahan bagi anak dan istrinya, carilah dengan mencari pekerjaan yang halalan toyiban. Bagaimana mendidik anak dan istrinya, agar menjadi anak-anak yang Sholeh/Sholehah dan istri yang sholehah dan ibu yang baik, didiklah dengan aturan Islam, dll. 
Dalam segala hal kita harus berpolitik. Mengatur rumahtangga dan dakwah agar sama-sama bersinergi. Maka akan tercipta kehidupan rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawadah, wa Rahmah.

Begitu juga bagi para jomblo fisabilillah, bagaimana caranya agar mendapatkan calon yang di ridhoi Allah. Semua itu harus dikerjakan dengan keikhlasan karena Allah, dan kejarlah Allah, maka keinginannya akan Allah berikan diluar apa yang dia minta. 

Setelah dalam kehidupan sehari-hari tersentuh, baru kita bicara politik ke level pemerintahan dan rezim penguasa saat ini. Dan kita arahkan ke politik Islam, tentunya dengan perbandingan politik demokrasi saat ini dengan politik dalam Islam. In syaa Allah mereka yang anti berpolitik akan tercerahkan dan mendukung tegaknya kembali khilafah minhaj nubuwah. Wallahu'alam.[]

Oleh. Reni Tresnawati 
Institute Kajian Politik Dan Perempuan

Posting Komentar

0 Komentar