TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Stop! Jangan Monsterisasi Khilafah



Indonesia saat ini masih dalam kungkungan virus Corona yang mematikan. Pemerintah seolah tergagap menghadapi virus ini. Kebijakan yang kurang tegas dari pemerintah membuat penyebaran virus Corona ini semakin meluas hampir di seluruh wilayah. Penyebaran virus Corona ini diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengikuti protokoler kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ditengah pandemi Corona yang melanda negeri ini, lagi-lagi kita mendengar berita yang mengiris hati. Berita terkait penangkapan aktivis Islam yang diduga menyebarkan faham Khilafah. Khilafah bak monster yang manakutkan bagi semua orang. Berita simpang-siur di dunia maya maupun di dunia nyata terkait khilafah bertebaran dimana-mana tanpa diketahui kebenarannya.

Hal ini sebagaimana dilansir di laman Lipitan6.com, Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah resmi bubar. HTI dibubarkan karena ideologi khilafah yang diusungnya dinilai bertentangan dengan Pancasila. Meskipun HTI sudah bubar, aparat akan terus mengejar siapa pun yang masih turut menyebarkan paham khilafah. Organisasi itu dibubarkan karena pahamnya. Ideologinya, visi-misinya dinilai bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.

Kelompok radikal ini rupanya sudah menyebarkan paham terlarang ini di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, mereka menggunakan modus baru. Mereka menyebarkan selebaran tentang khilafah dengan modus menyelipkan ke dalam lembaran koran yang dijual para loper di lampu merah El Tari, Kupang, Sabtu (29/5/2020). (Liputan6.com minggu, 31/5/2020)

Itulah realita yang kembali terjadi, penangkapan aktivis Islam yang diduga menyebarkan faham khilafah. Ketakutan akan khilafah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah, ketidakfahaman masyarakat terkait dengan khilafah. Masyarakat memahami bahwa khilafah adalah ajaran sesat. Didalamnya terdapat intimidasi dan pertumpahan darah. Monsterisasi khilafah kembali terjadi di masyarakat. Khilafah dicitraburukkan di tengah masyarakat agar masyarakat menjadi phobi atau alergi terhadap khilafah. Padahal faktanya masyarakat tidak faham apa itu khilafah. Ketika ada kajian atau aktivis islam yang menyampaikan ide khilafah masyarakat mengangap sebagai aliran sesat dan masyarakat menjahui kajian-kajian tersebut.

Khilafah dianggap ancaman yang akan memecah belah bangsa dan negara. Tapi faktanya para aktivis pejuang khilafah tidak diberikan ruang untuk menyampaikan gagasannya. Sejatinya di alam demokrasi memberikan kebebasan menyampaikan pendapat. Hal ini seharusnya memberikan ruang bagi aktivis pejuang khilafah untuk menyampaikan gagasannya. Jika kita bertanya, siapa yang sejatinya yang akan memecah belah bangsa kita? OPM (Operasi Papua Merdeka) jelas-jelas ingin memerdekaan dari negara kita. Namun keberadaannya tetap dipelihara.

Selain itu munculnya ide khilafah ini sebagai wacara munculnya peradaban baru yang akan menggantikan peradaban kapitalisme. Musuh-musuh Islam tidak rela ideologi yang mereka emban selama ini tergantikan oleh khilafah. Ketakutan musuh-musuh Islam akan berdirinya kembali khilafah disampaikan oleh beberapa tokoh kapitalis. Tokoh-tokoh tersebut antara lain:

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, di hadapan Konferensi Umum Partai Buruh pada 16/07/2005 M, mengatakan, “Kita sesungguhnya sedang menghadapi sebuah gerakan yang berusaha melenyapkan negara Israel dan mengusir Barat dari Dunia Islam serta menegakkan Daulah Islam tunggal yang akan menjadikan syariah Islam sebagai hukum di Dunia Islam melalui penegakan Khilafah bagi segenap umat Islam.”

Pada September 2005 M, Blair dengan terangterangan juga mengatakan, “Keluar kita dari Irak sekarang ini akan menyebabkan lahirnya Khilafah di Timur Tengah.”

Pada 06/10/2005 M, dengan terang-terangan Bush mengisyaratkan adanya strategi kaum Muslim yang bertujuan mengakhiri campur tangan Amerika dan Barat di Timur Tengah. Bush mengatakan, “Sungguh ketika mereka menguasai satu negara saja, hal itu akan menghimpun seluruh kaum Muslim. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk menghancurkan seluruh sistem di wilayah-wilayah itu dan mendirikan kerajaan fundamentalis Islam dari Spanyol hingga Indonesia.”

Menteri Dalam Negeri Inggris, Charles Clark, dalam sebuah sambutannya di Institute Heritage mengatakan, “Tak mungkin ada kompromi seputar kembalinya Khilafah dan tidak ada perdebatan seputar penerapan syariah Islam.”

Jelas apa yang disampaikan oleh tokoh-tokoh pengusung ideologi kapitalis menyiratkan ketakuatan yang mendalam akan berdirinya kembali khilafah. Sebab jika khilafah berdiri (dengan ijin Allah) akan mengubur peradaban kapitalisme secara hidup-hidup.

Selain itu hal ini sebagai bukti bahwa peradaban kapitalisme telah hancur. Kapitalisme sudah hampir sekarat. Kebobrokan hampir terjadi di segala bidang baik, bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan lain sebagainya. Para gembong kapitalisme tidak rela peradabannya hancur. Untuk menjaga peradaban kapitalis mereka berusaha untuk memonsterisasi khilafah. Mereka berusaha memutarbalikkan fakta Khilafah yang sebenarnya. Hal ini bertujuan agar dunia percaya bahwa kapitalisme masih berdiri kokoh dan khilafah tak mampu menjadi peradaban baru.

Barat yakin bahwa khilafah akan berdiri kembali menggantikan peradaban mereka yang telah usang. Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh National Intelelligence Council’s (NIC) desember 2004 lalu. Merilis sebuah laporan yang berjudul ”Mapping the Global Future”. Dalam laporan ini diprediksi empat scenario dunia tahun 2020: (1) Davod Word: Digambarkan bahwa 15 tahun ke depan China dan India akan menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia. (2) Pax Americana: dunia masih dipimpin oleh Amerika Serikat dengan pax Americana-nya. (3) A New Chalipate: berdirinya khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global Barat. (4) Cycle of fear (munculnya lingkaran ketakutan). Salah satu scenario yang cukup kontroversial adalah kemunculan kembali Khilafah Islamiyah. Skenario ini sangat jarang diungkap dalam berbagai analisis dunia internasional. Banyak kaum muslimin sendiri yang mengatakan, berdirinya Khilafah Islam adalah utopis atau mustahil.

Lepas dari apa maksud di balik ditulisnya berbagai skenario ini paling tidak kembalinya Khilafah Islam dikalangan analis dan intyelegen Barat termasul hal yang diperhitungkan. Artinya dunia Barat bisa membaca potensi kebangkitan Islam sampai pada titik ini. Tentu ini bukan merupakan hasil pengamatan yang asal-asalan, tetapi tetap fakta berdasarkan potensi dan hipotensa.

Meluruskan Makna Hakiki Khilafah
Jika kita ingin mengenal lebih jauh apa itu khilafah, kita harus menyusuri kembali sejarah perjuangan Rasulullah SAW. Karena beliaulah yang pertama kali mendirikan Khilafah di muka bumi ini, agar kita clear dan tidak menduga-duga. Apa benar apa yang selama ini digaungkan oleh musuh-musuh Islam bahwa Khilafah adalah negara yang penuh kekerasan dan intimidasi?

Kehidupan Rasulullah SAW adalah kehidupan dakwah. Yakni mengemban risalah Islam untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia secara kaffah serta perjuangan menghadapi segala bentuk pemikiran kufur dan Kehidupan Jahiliyah. Selama 23 tahun (13 tahun Makkah dan 10 tahun di Madinah) Rasulullah SAW berjuang secara sungguh-sungguh dan tak kenal lelah. Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah dakwah fikriyah, siyasiyah dan asykariyah. Disebut dakwah fikriyah karena memulai dakwah dengan menyebarkan pemikiran seputar akidah, pandangan hidup dan mendobrak pemikiran kufur. Disebut dakwah siyasah karena di dalam dakwah beliau mengarahkan umat pada terbentuknya suatu kekuatan sebagai pelindung dan pendukung agar Islam tersebar di seluruh dunia. Disebut dakwah askariyah karena dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah tanpa menggunakan kekerasan.

Selama 13 tahun Rasulullah menyampaikan Islam di masyarakat Makkah namun faktanya masyarakat Makkah lebih dominan menolak dakwah Rasulullah. Makkah dalam keadaan judud. Terjadi benturan pemikiran yang luar biasa pada saat itu. Penyiksaan secara keji terhadap orang-orang yang masuk Islam banyak terjadi. Penyiksaan terhadap Bilal bin Rabbah, keluarga Yassir, Abu Dzar Al Ghifari serta boikot yang dilakukan oleh kafir Quraisy terhadap kaum Muslimin adalah sedikit contoh dari ujiab itu.

Pada saat itu masyarakat Makkah dalam kejumudan yang luar biasa. Rasulullah memutuskan untuk Hijrah ke Madinah. Sebelum Rasulullah hijrah Madinah, Rasulullah mengutus terlebih dahulu Mush’ab bin Umair untuk mendakwahi masyarakat Madinah. Secara pemikiran masyarakat Madinah menerima dakwah Mush’ab. Masyarakat Madinah lebih terbuka dibandingkan masyarakat Makkah. Tidak ada satupun rumah yang tidak tersentuh dakwah Islam. Berita gembira ini disampaikan oleh Mush’ab kepada Rasulullah. Rasulullah akhirnya berhijrah ke Madinah dan mendirikan khilafah di Madinah.

Dari sejarah di atas jelas Khilafah Islamiyah didirikan tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah. Hal ini sekaligus menepis tuduhan miring terhadap khilafah. Monsterisasi yang dilakukan musuh-musuh islam adalah isu basi yang diusung kembali agar khilafah tak akan berdiri kembali. Namun janji Allah adalah pasti, tidak ada yang mampu menahan janji Allah bahwa khilafah pasti berdiri kembali. Allahu Akbar.

Oleh: Siti Masliha, S.Pd (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Posting Komentar

0 Komentar