TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

New Normal: Kapitalisme Mengeruk Untung, Rakyat Terkepung Corona


Setelah sekian bulan virus covid- 19 memporak - poranda seluruh negara. Hingga mereka tak berdaya dan tersungkur, di mana negara - negara tersebut dilanda berbagai macam krisis, seperti ekonomi, kepercayaan, dan  moral. Ekonomi yang anjlok, kas negara minim hingga negara abai terhadap virus covid- 19. Kemudian menyebabkan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap penguasa. Serta naiknya angka kejahatan mulai mencuri, merampok, dan menjambret. 

Hal ini terjadi karena negara tidak serius alias main - main dalam menangani virus Corona. Semua ini dapat dinilai bagaimana mengambil kebijakan yang  berubah - ubah, Kemarin bilang A sekarang F. Serta Ketidak sinkronan kebijakan antara pejabat yang satu dengan yang lainya.

Amerika serikat yang merupakan simbol kekuatan kapitalisme, juga tidak berdaya dan bertekuk lutut. Kini Negera tersebut dilanda krisis ekonomi, kepercayaan, dan moral. Di mana akhir - akhir ini demo besar - besaran terjadi akibat perilaku rasisme yang dilakukan aparat.

Kapitalisme yang ukuran perbuatannya untung dan rugi. Tentu dia lah yang paling dirugikan. Sebab dampak dari virus ini banyak mall, rumah makan, perusahaan transportasi, pariwisata, hiburan malam, dan lainnya ditutup total. Dengan demikian para pemodal baik kecil maupun besar kehilangan pemasukan hasil dari keuntungan perusahaan tersebut.

Kapitalis tentu tidak tinggal diam, sehingga mereka menekan pemangku kekuasaan negara untuk melakukan upaya agar mereka tetap Untung. Sebab para kapitalis ini telah berjasa mewujudkan mereka berkuasa. 

salah satu usaha penguasa adalah mengambil kebijakan New Normal, yaitu dengan membuka kembali perusahaan - perusahaan tersebut dengan alasan agar ekonomi rakyat berjalan. Padahal virus berbahaya itu masih mengancam rakyat. Hal ini bisa dilihat bertambah korban meninggal akibat virus mematikan ini. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://m.merdeka.com/amp/peristiwa/data-terkini-jumlah-korban-virus-corona-di-indonesia.html&ved=2ahUKEwjhpY29lPnpAhWQfn0KHZqgCH8QFjADegQIBBAB&usg=AOvVaw1eY0C3v_PsJe7Odvfra3H1&ampcf=1

Kebijakan New Normal hanyalah untuk kepentingan kapitalis agar mereka tetap berdiri setelah beberapa bulan sempoyongan akibat virus Corona menumbangkannya. Minimal para kapitalis mengembalikan keuntungan yang kurang lebih 4 bulan mengalami pailid yaitu tidak ada pemasukan  sedikitpun.

Namun sebaliknya, kebijakan New Normal mengorbankan rakyat dengan mempertaruhkan nyawanya. Di mana situasi yang belum membaik namun dipaksa untuk kembali normal, yaitu semua aktivitas berjalan seperti biasanya dengan alasan memperjuangkan perekonomian rakyat.

Kebijakan ini jelas konyol, yang tidak mempertimbangkan resiko kematian rakyatnya. Yang memaksakan rakyatnya harus berjibaku dengan Corona. Akhirnya, mau tidak mau rakyat kecil pun harus berjibaku setiap hari, tidak ada pilihan kecuali harus keluar rumah untuk menjemput rezeki. yang tentunya sangat berisiko tertular virus. Hal ini dilakukan agar kebutuhan diri dan keluarganya dapat terpenuhi demi kelangsungan hidupnya.

Begitulah kapitalisme yang selalu mengeruk keuntungan demi kepuasan nafsu tanpa menghiraukan nasib rakyat yang terancam kematian dampak dari kebijakan - kebijakannya. Ukuran untung dan rugi yang menjadi dasar perbuatannya, selalu menindas rakyat kecil. Memeras dan mencekik tanpa ampun.

Sebaliknya Islam. Islam memandang pemimpin adalah pelayan yang melayani dan meri'ayah rakyat sebaik mungkin. Menjaga agama dan menjamin 
Pemeluk dalam menjalankan ibadahnya. Mengelola sumber daya alam dan diberikan gratis kepada rakyat, kalaupun membayar hanya kecil. Bukan malah diserahkan kepada kapitalis.

Dalam hal menangani wabah, Islam akan mengatasi dengan semaksimal mungkin. memperhatikan Rakyatnya agar korban tidak berjatuhan lebih banyak. Ukuran dalam perbuatan adalah kemaslahatan rakyat dengan tolok ukurnya halal dan haram yaitu bersandarkan pada syariat Islam.

Sedari awal, Islam akan mengatasinya dengan mengambil kebijakan dengan melarang orang mendatangi daerah yang terkena wabah, sebaliknya yang terkena wabah dilarang keluar daerah. Sekaligus negara menjamin ekonomi rakyatnya sampai wabah virus itu selesai. Di mana saat ini di kenal dengan nama lockdwon.

Lockdwon, yang saat ini malah di adopsi barat pernah dilakukan oleh kholifah Umar yang saat itu sedang dilanda wabah virus tho' un. Dan hasilnya korban pun tidak berjatuhan dalam waktu yang tidak lama.

Inilah kebenaran Islam dalam mengurusi rakyatnya dengan sebaik mungkin. Sebab dalam mengurusi rakyat berdasarkan syariat dari Tuhannya " Allah SWT". Serta seorang pemimpin juga terikat oleh syari'at, sehingga dalam mengurusi rakyatnya dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT, yang takut akan pertanggung jawaban di akhirat nanti.

Maka wajar jika umat islam itu rindu akan kembalinya sistem islam. Bahkan kerinduan inipun juga dirasakan kaum non muslim. di mana mereka juga merasa lebih mulia ketika Islam diterapkan secara kaffah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyyah.

Semoga sistem Islam yang dirindukan kedatangannya segera terwujud. Sehingga Kerusakan - kerusakan akibat sistem kufur imperialisme ini adalah segera di benahi agar kehidupan dunia benar - benar membawa manfaat dunia dan akhirat.

Wallahu'Alam Bhishowwab.

Oleh: M. Azzam Al Fatih
Pemerhati Umat dan Aktivis Dakwah

Posting Komentar

0 Komentar