TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Narasi HTI Ormas Terlarang? Bagai Membunuh Arwah yang Sudah Dimatikan


Ini bukan judul kisah horor. Bukan cerita fiksi tentang arwah yang dicoba untuk dibunuh lagi. Bukan tentang orang yang dihantui oleh arwah gentayangan. Bukan tak ada dalam kenyataan, ini asli dan sedang dilakukan oleh pihak tertentu, tersistem, dan massif. 

Saat semua orang fokus melawan corona, ada saja yang berupaya membuat gaduh dengan menebar fitnah. Sayangnya, fitnah dan makarnya terlalu murahan. Ibarat gorengan, ia telah basi dan digoreng berkali-kali hingga gosong. 

Di Kupang, beredar bulletin dakwah Kaffah dengan judul yang berbeda dari aslinya. Padahal, selama pandemi bulletin dakwah kaffah tak mengeluarkan versi cetak  Diturunkan pula berita yang bernada tendensius tentang penangkapan suami istri yang menyebarkan Bulletin Dakwah Kaffah dan menyebar ide Khilafah. Terrulis dalam berita murahan itu, bahwa suami istri itu merupakan anggota HTI, organisasi terlarang. 

Dialog Fadjroel dan Rocky di acara debat Rossi tadi malam (11/06/2020). Fadjroel ngotot mengatakan bahwa HTI organisasi terlarang. Sedangkan Rocky membantahnya karena amar putusan MA tidak memberikan keputusan seperti itu. MA hanya menguatkan pencabutan badan hukum HTI yang dilakukan tanpa proses hukum dan hanya lewat pengumuman. 

Berkali-kali, wacana HTI organisasi terlarang mereka hembuskan. Penangkapan demi penangkapan terduga anggota HTI juga dilakukan. Jelas penangkapannya dengan alasan yang mengada-ada. Satu yang hendak mereka capai, agar para aktivis dakwah eks HTI merasa takut dan bungkam. Mereka berharap tak ada lagi yang menyuarakan Syariah dan Khilafah. 

Hibur Tahrir Indonesia (HTI) adalah partai pembebasan. Partai berskala internasional ini bertujuan untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan dakwah Syariah dan Khilafah. HTI meyakini bahwa hanya dengan penerapan syariat Islam oleh sebuah negara, akan mampu mewujudkan negara yang baldatun thoyyibatun warobun ghofur. Dan satu-satunya negara yang mau dan mampu menerapkan syariat Islam hanyalah Khilafah.  

Menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan merupakan konsekuensi dari syahadat seorang muslim. Sebagaimana firman Allah: "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (TQS. Al-Ahzab ayat 36).

Ketika saat ini kita diatur oleh sistem kapitalisme, sistem buatan manusia yang penuh kelemahan. Saat itulah kita sedang berpaling dari ketetapan Allah dan Rasul. Saat itulah kita memilih untuk mengkhianati syahadat kita. Ini akan menyebabkan kehidupan yang sangat tidak menyenangkan dan mengundang azab di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (TQS. Thaha ayat 124).

Dakwah HTI yang bertujuan menerapkan syariat Islam kaffah, dianggap sebagai ancaman bagi pemilik kekuasaan. Sistem kapitalisme telah memberikan keuntungan materi dan juga jabatan basah bagi penguasa dan kapital. Meskipun cara mereka mendapatkan harta dan kedudukan yaitu dengan menipu rakyat. 

Namun bagi penguasa dan pengusaha, sistem kapitalisme ini wajib dijaga.  Demi terus mengalirnya harta ke kantong pribadi. Untuk itu mereka akan melakukan berbagai cara demi menghalangi dakwah Khilafah yang menerapkan syariat Islam. Di benak mereka, jika Khilafah tegak, mereka tak bisa lagi mengeruk SDA, tak bisa korupsi, tak bisa menipu, tak bisa berlepas tangan dari kewajiban mengurusi rakyat. Padahal semua itu bisa menjadi pundi-pundi kekayaan untuk mereka. 

HTI sebagai kelompok dakwah yang mengikuti metode dakwah Rasulullah, sadar betul dengan adanya tantangan dakwah dari rezim. Sebagaimana pernah terjadi pada fase dakwah Rasulullah di Mekkah. Islam yang dibawa Rasulullah memang menyinggung sistem jahiliah yang saat itu berkuasa. Ini yang membuat para petinggi Quraisy senantiasa menghalang-halangi dakwah Rasul. 

Fitnah, penganiayaan, hingga pemboikotan menjadi tantangan dakwah Rasul dan para sahabat ketika mendakwahkan Islam di kalangan Quraisy Mekkah. 

Apakah dakwah Rasul dan para sahabat berhenti? Tidak, justru Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia hingga sampai kepada kita di Nusantara. Islam adalah agama sekaligus mabda yang sesuai dengan fitrah manusia dan masuk akal, sehingga mudah diterima oleh manusia manapun dan bangsa apapun. 

Demikian pula saat ini. Dakwah syariah dan Khilafah takkan berhenti hanya karena HTI dibunuh. Islam telah bersemayam di hati dan di benak para pengemban dakwahnya dan juga kaum muslimin. 

Upaya mereka untuk menghalang-halangi dakwah hanya sia-sia. Pasalnya, yang dibendung adalah suatu kepastian yang telah Allah janjikan (lihat QS. An-Nur ayat 55). Rasulullah saw. pun menyampaikan kabar gembira tentang kembalinya masa kekhilafan yang mengikuti metode kenabian. Pertanyaannya, siapakah yang lebih menepati janji selain Allah dan Rasul? 

Wahai penjaga sistem, renungkan ayat Allah berikut: "Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Mereka itulah orang-orang yang tidak meyakini adanya hari akhirat. Mereka itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini. Sekali-kali tidak ada bagi mereka penolong selain Allah SWT. Siksaan itu dilipatgandakan atas mereka" (TQS. Hud ayat 18-22). Wallahu a'lam. []

Oleh: Mahrita Julia Hapsari 

Posting Komentar

0 Komentar