TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Miris! Korban Pandemi Bertambah, Anak-anak Akan Masuk Sekolah.



Berita heboh dalam pekan ini mengenai wacana pemerintah yang telah menetapkan tanggal pembukaan kembali sekolah, padahal masih terjadi peningkatan angka korban Covid-19 di Indonesia, hal ini yang menuai pro dan kontra di masyarakat.

Orangtua murid merasa sangat khawatir jika buah hatinya harus kembali bersekolah dalam waktu dekat ini. 

Hal yang ditakutkan jika sekolah kembali dibuka, maka pasti akan terjadi interaksi tatap muka secara langsung dan kemungkinan besar pasti terjadi perkumpulan orang.

Faktanya kasus covid-19 yang menyerang anak-anak di Indonesia cukuplah besar, Retno Listyarti sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau disingkat (KPAI), menyatakan dilihat dari data kementerian kesehatan pada tanggal (data 23 Mei 2020) sekitar 831 anak yang terinfeksi virus corona atau Covid-19, ia mengatakan bahwa usia anak yang tertular usia 0-14 tahun.
Di daerah ibu kota kasus positif corona anak usia 6-19 tahun dinyatakan juga belum tuntas. 
 Situs corona.jakarta.go.id memberitakan bahwa hingga tanggal 8 juni 2020 tercatat positif terinfeksi covid-19 sebanyak 32,033 dinyatakan sembuh 10,904, dirawat sebanyak 19,245 dan yang meninggal sebanyak 1,883 orang.

Pembukaan sekolah ini seharusnya dipersiapkan dan dipikirkan secara matang, sebaiknya menunggu sampai kasus positif Covid-19 menurun drastis bahkan sampai nol kasus, dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dari data diatas menunjukkan bahwa kelompok usia anak termasuk kelompok yang rentan terhadap Covid-19.

Begini solusi Islam untuk mengatasi masalah ini:
Nabi Muhammad dulu pernah mengalami situasi dimana masyarakat sedang ditimpa terjadinya wabah penyakit lepra, 
Rasulullaah mangatakan kepada penduduk untuk “Larilah dari orang yang sakit lepra, sebagaimana kamu lari dari singa.” 
(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Artinya lari di sini bukan berarti lari sebenarnya, tetapi menjaga jarak dan menghindari orang yang sudah terkena penyakit menular, agar kita tetap terhindar dari penyakit tersebut yang kita kenal dengan sebutan (social distancing/ physical distancing). Tentu tindakan ini juga berlaku untuk penyakit menular lainnya.

Penularan covid-19 di Indonesia saat ini masih sangat rawan, jadi pemerintah harus terus mengusahakan agar tidak semakin banyak anak-anak yang tertular virus ini, baiknya pemerintah harus mengupayakan pemeriksaan seperti reverse transcription polymerase chain reaction atau disingkat (RT-PCR) hal ini guna untuk menentukan status infeksi, juga harus terus melakukan penelusuran kontak (contact tracing) agar mengetahui mana warganya yang sakit dan mana yang sehat, dan harus terus melakukan tindakan karantina/ isolasi, serta tak lupa melakukan kesadaran pembatasan fisik (social distancing/ physical distancing) sehingga anak-anak tidak ikut tertular.

Pendidikan memang sangat penting untuk penerus bangsa, namun jika keadaan tidak mendukung untuk belajar disekolah sebaiknya harus bersabar dulu hingga keadaan mulai membaik, tidak perlu terburu-buru memutuskan sesuatu sehingga nanti akan menyesal dan merugikan banyak warga, khususnya para generasi bangsa, sebagai orangtua tentu tidak mengharapkan anak-anak kita menjadi generasi yang sakit dan lemah secara fisik. 

Oleh : Ulfatun Hasanah,S.E (Aktivis Muslimah Situbondo)

Posting Komentar

0 Komentar