Kriminalitas Bertambah Parah di Tengah Wabah


Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat, tetapi juga kesempatan yang didapat membuat pelaku kejahatan memuluskan aksinya. Hal inilah yang dilakukan Giyono Yudatama, 49, warga Klaten kabupaten Jawa tengah melancarkan aksi menjual mobil Toyota Avanza warna hitam berplat polisi AB 1102 NU. 

Mobil ini adalah mobil rental, pemilik aslinya Ngalimus Shodik, 33 warga dusun Ngentak kelurahan Jangkaran, kecamatan Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Penangkapan pelaku dilakukan Selasa 9/06/2020 malam di wilayah Yogyakarta. Setelah pemilik mobil melaporkan bahwa mobilnya tidak dikembalikan oleh pelaku setelah tiga bulan dan malah dijual.(Solopos.com 10/06/2020)

Kasus penggelapan mobil ini terjadi bukan hanya karena niat, tapi kesempatan yang terbuka lebar, menjadikan pelaku segera merealisasikan niat jahatnya. STNK dan mobil sudah di tangan maka bagi mereka yang tak kuat iman akan segera Ditambah ancaman kelaparan karena kehilangan mata pencaharian di tengah wabah yang kian hari penderitanya semakin bertambah. Meniscayakan masyarakat berbuat nekat demi memenuhi kebutuhan dapur supaya bisa ngebul.

Selain itu abainya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup masyarakat saat wabah melanda. Negeri yang berasas kapitalisme ini selalu menghitung untung rugi ketika mengeluarkan dana untuk rakyatnya. Menjadikan masyarakat menghalalkan segala cara demi mengganjal perut. Tak terkecuali dengan melakukan tindak kriminal. Walaupun ada bantuan-bantuan yang digelontorkan tapi kenyataan banyak warga yang masih menahan lapar.

Hal ini tentu berbeda ketika syariat Islam diterapkan pemimpin kaum Muslim di negeri Islam. Seorang pemimpin kaum Muslim berkewajiban mencukupi kebutuhan dasar rakyatnya. Baik ketika pandemi terjadi atau tidak. Tentu saat pandemi diperlukan tenaga lebih ekstra untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Tetapi itu tak masalah bahkan semakin membuat pemimpin di negeri Islam semakin menunjukkan tanggung jawabnya. Karena mereka meyakini hadis Nabi Muhammad Saw“ImaM(Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari)

Dari hadits ini seorang pemimpin umat Islam tidak akan menyia-nyiakan rakyatnya. Bertanggung jawab penuh atas urusan rakyat tanpa menghitung untung dan rugi. Seperti pemimpin saat ini yang selalu mengambil kebijakan untuk peningkatan ekonomi walau nyawa rakyat jadi tumbal. Khalifah akan sangat takut dengan Sang Maha Pencipta, maka upaya optimal akan dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

Seperti yang dilakukan Umar bin Khattab Ra, dalam buku The Great Leader of Umar bin Khattab, sebagai Khalifah beliau melakukan hal-hal sebagai berikut:

Ketika krisis ekonomi Khalifah Umar bin Khattab Ra memberi contoh terbaik dengan hidup sederhana, bahkan lebih buruk dari rakyatnya.

Khalifah Umar Ra langsung memerintahkan untuk membuat posko-posko bantuan yang mencukupi kebutuhan rakyat, baik penduduk Madinah atau yang datang dari luar Madinah. Yang totalnya 70.000 orang. Bahkan tungku-tungku di posko ini menyala sebelum subuh dan dikerjakan oleh tenaga profesional.

Yang datang karena memerlukan makanan, segera dipenuhi kebutuhannya. Yang tidak bisa datang maka bantuan dikirim ke rumahnya selama beberapa bulan sepanjang masa musibah.
Tatkala mengalami musibah Khalifah Umar Ra ke wilayah bagian kekhilafahan yang kaya dan mampu memberikan bantuan. Salah satunya Amru bin Ash  mengirim 1000 unta yang membawa tepung melalui darat dan 20 perahu yang membawa te melalui laut. Serta mengirim 5.000 pakaian.

Khalifah Umar Ra juga menunda hukuman bagi pencuri, karena mereka yang mencuri pasti karena lapar dan tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan.

Khalifah Umar bin Khattab Ra juga memimpin untuk bertaubat dan meminta kepada Alloh SWT supaya segera menyudahi musibah kekeringan. Hal ini dilakukan karena sebagai umat Islam Umar bin Khattab Ra yakin musibah yang datang bisa jadi karena kemaksiatan yang dilakukan oleh pemimpin atau rakyat.

Itulah yang dilakukan oleh penguasa yang mengurus rakyat sepenuh hati. Sehingga kebutuhan rakyat tercukupi. Jadi jarang bahkan tidak ada kriminalitas terjadi di tengah pandemi. Semua rakyatpun merasa aman dan tak was-was lagi. Ini semua hanya bisa terjadi jika aturan yang diterapkan adalah syariat sempurna dari Illahi Robbi. []

Oleh:  Wijiati Lestari
Owner Taqiyya Hijab Syar'i

Posting Komentar

0 Komentar