TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Komika Gak Buta Politik, Kok Digeruduk Buzzer ?


Nitizen satukan barisan mengusai tagar tranding topik twitter ‘’Bintang Emon’’ setelah adanya pemberitaan peneroran dan intimidasi komedian Bintang Emon.

CNN Indonesia Senin, 15 Juni 2020 Stand up komedian Bintang Emon diduga mendapat serangan dari buzzer di media sosial. Sejumlah buzzer diketahui membuat meme yang berisikan keterangan bahwa Bintang Emon menggunakan narkotika jenis sabu.

Akun pribadi Twitter Bintang Emon diserang netizen setelah komika itu mengomentari kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Baswedan.
https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20200615134543-192-513415/diduga-diserang-buzzer-terkait-novel-bintang-emon-trending

Secara umum kebangkitan berfikir kritis milenial mulai menunjukan taringnya, walaupun kadang berupa candaan tapi tajam menghujam ditelinga penguasa seperti konten vlog Bintang Emon.
https:/www.instagram.com/tv/CBVLwMhl6Gg/?utm_source=ig_web_button_share_sheet

Disisi lain kritik untuk kebijakan yang dilegalkan penguasa justru dianggap  kurang menguntungkan dan mengancam kekuasaan.

Demokrasi, kritik terhadap pemerintah adalah hal yang lumrah dan wajar. Kritik juga bentuk perhatian rakyat kepada hukum dan kebijakkan penguasa.
Tapi faktanya banyak pengkritik penguasa justru mengalami nasib tak enak.

Dari kasus intimidasi Komedian Bintang Emon, apakah kepedulian ini dianggap makar? Apakah Buzzer rezim baper terhadap kritikan dari rakyatnya?

Seharusnya penguasa muhasabah dan introspeksi kenapa kebijakan atau hukum banyak ditolak rakyat. Pemerintah harus adil dalam penegakkan hukum jangan sampai ada yang di rugikan dari salah satu pihak.

Membuka ruang diskusi agar masyarakat leluasa memberikan aspirasi. Tidak menganggap rakyat sebagai musuh dengan menyerang balik pengkritik dengan buzzer.

Berikut akun yang menyebar fitnah Bintang Emon adalah @LintangHanita (2 followers), @Tiara616xxx (9 followers), dan @LiarAngsa (0 followers). Akan tetapi akun-akun tersebut sudah disuspend pihak twitter.

Semua fitnah tersebut kemudian ditepis oleh komedian Bintang Emon dengan melakukan tes urin, dimana hasil tes negatif narkoba cek http://www.tintasiyasi.com/2020/06/jawab-tudingan-buzzer-bintang-emon.html

Apakah  bisa penguasa bersikap adil dalam sistem demokrasi? Ataukah hanya sekedar ilusi dan halusinasi rakyat yang berharap terlalu tinggi  terhadap penguasa saat ini?

Banyak hal lain yang bisa di terapkan dalam hukum Islam jika ingin kembali mengenang sejarah Daulah Islam yang berjaya hampir 14 abad lamanya.

Seperti kisah Umar Bin Khattab sebelum menasehati rakyatnya, ia terlebih dulu meminta nasihat rakyatnya. Padahal beliau adalah kekasih Rasulullah dan sahabat baiknya yang tentunya ketakwaannya kepada Allah dan pemahamannya terhadap wahyu bisa dikatakan terbaik dibanding rakyatnya.

Itulah betapa mulianya sikap penguasa yang rendah diri jika mengikuti hukum Islam. Dengan mencontoh penguasa saat dulu Islam berjaya, pasti rakyat merasakan keadilan didalamnya.

Penguasa bertakwa dan takut dengan aturan TuhanNya sehingga tidak semena-mena terhadap rakyatnya. Semua itu bisa di terlaksana dalam hukum Islam paripurna yang diterapkan di segala lini kehidupan.

Oleh: Amahmuna
Sahabat Muslimah Kendal

Posting Komentar

0 Komentar