Khilafah Solusi, Bukan Ancaman di Tengah Pandemi



Pandemi covid -19 telah mengubah tatanan dunia secara dramatis. Dari masalah kesehatan kemudian berkembang ke krisis ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan resesi saat ini lebih parah dari krisis - krisis sebelumnya.

Kepala ekonomi IMF Gita Gopinath dalam sebuah blog menyatakan,"  Untuk pertama kalinya sejak Depresi Hebat, baik ekonomi maju atau berkembang akan mengalami resesi pada tahun 2020. Data Oulook Ekonomi Global  mendatang sepertinya menunjukkan tingkat pertumbuhan negatif, bahkan lebih buruk dari pada yang diperkirakan. https://www.cnbcindonesia.com/market/20200617074730-17-165898/the-great-lockdown-imf-ramal-ekonomi-2020-makin-buruk

Bahka kepala divisi kemanusiaan PBB, Marck Lowcock memperingatkan  bahwa angka kematian karena kelaparan bisa melonjak dua kali lipat pada akhir tahun ini. Sebagai imbas dari jatuhnya perekonomian yang disebabkan  oleh penanganan pandemi covid- 19.

Meski berbagai upaya penanganan pandemi sudah dilakukan diberbagai negara, termasuk di negeri ini. Dengan konsep "New Normal Life" untuk memulai menggerakan sistem perekonomian. Namun IMF memproyeksikan ekonomi global akan mengalami kontraksi hingga 3% ditahun 2020.

Wajar jika dikatakan pandemi covid - 19 membawa dampak yang luar biasa untuk ketahanan sistem ekonomi kapitalis. Pasalnya sektor ekonomi riil yang menjadi penopang sistem ekonomi non riil ikut terimbas dengan adanya pandemi ini. Apalagi dengan konsep " New Normal Life" untuk menggerakan sistem ekonomi. Tentu, depresi ekonomi tidak akan bisa dihindari. Karena konsep "New Normal Life" adalah solusi palsu. Alih - alih menolong, justru konsep ini membawa dampak hilanganya faktor produksi utama yaitu manusia. Sejatinya konsep "New Normal Life" hanyak untuk menutupi boroknya kegagalan penguasa dalam meriayah rakyat.

Dalam sistem kapitalis sangat mungkin bagi  penguasa untuk bersikap egois dan mempertahankan nyawa rakyat demi melanggengkan dan mengkokohkan kekuasaan.Terbukti penguasa hari ini  malah sibuk menyelamatkan ekonomi ketimbang sibuk menyelamatkan nyawa rakyat. Begitu juga dengan krisis kelaparan global yang terjadi, sederhananya merupakan buah racun dari kapitalisme. Dan inilah sikap acuh tak acuh rezim terhadap kebutuhan rakyat.

Realitas dunia yang saat ini terjadi menunjukan kepada kita bahwa sistem kapitalisme telah gagap dan gagal dalam mengatasi pandemi dan mengabaikan nyawa manusia. Kapitalisme  nyatanya telah menenggelamkan jutaan masyarakat kejurang malapetaka keuangan dan kelaparan. Masihkan kita mengikuti jalan kapitalisme yang tidak menuntun kita kemanapun selain menuju kesengsaraan.

Khilafah Sebagai  Solusi

Wahai kaum muslimin, berbagai kerusakan dan kesengsaraan akibat penerapan sistem kapitalisme harus segera diganti dengan sistem yang diperintahkan oleh Allah SWT. Sebuah sistem  yang akan menjaga keselamatan jiwa manusia dan sistem  yang  akan memanusiakan manusia yaitu sistem Islam( Khilafah). Karena hanya sistem inilah yang mampu membebaskan umat dari keadaan yang penuh kesulitan dan kehinaan  seperti saat pandemi ini. Dan mengembalikan predikat khayru ummah(ummat terbaik) yang telah disematkan oleh Allah SWT.

       Menuding Khilafah sebagai ancaman terlebih untuk menyelesaikan masalah pandemi adalah sebuah kesesatan berfikir. Sebab Khilafah adalah sebuah institusi yang bersumber dari Al Quran dan As- Sunnah. Bahkan sejarah dunia telah mencatat kegemilangan peradapan Islam (Khilafah).

Terbukti Khilafah telah mampu menjaga stabilitas ekonomi meski pandemi terjadi. Karena sumber pendapatan negara bukan berasal dari sektor pajak yang dzalim dan ribawi. Melainkan tiga pos utama yang terpusat  dalam baitul mal(Lembaga Keuangan Khilafah).  Diantaranya berupa Kekayaan Alam seperti minyak bumi, batu bara, tambang emas dan gas alam dll. Terlebih Khilafah dalam segala aspeknya menjalankan pengelolan kekayaan alam secara mandiri dan terstruktur, bukan menyerahkan kepada  swasta apalagi asing dan aseng sebagaimana hari ini.

Dalam sejarah peradapan Islam (Khilafah), pemimpin yang bertawqa terbukti begitu mengutamakan keselamatan nyawa rakyatnya dibandingkan kepentingan apapun selama terjadi wabah. Pemimpin hadir sebagai garda terdepan dalam pelayanan umat. Memastikan kesejahteraan umat.

Pada masa   Khilafah Ummar bin Khattab pernah terjadi wabah thaun(semacam kolera) yang terjadi di wilayah Syam.Dengan tidak mengambil keputusan sendiri , Kholifah Ummar   meminta pendapat para ahli yang berkaitan dengan wabah. Amr bin Ash yaitu Gubernur Mesir yang ditunjuk beliau untuk menangani wabah itu. Dibawah kepemimpinan Amr bin Ash, beliau mengatakan : wahai manusia, penyakit ini seperti kobaran api, maka jaga jaraklah dan berpencarlah kalian dengan menempatkan diri di gunung gunung. Dan apa yang telah diupayakan Amr bin Ash ternyata sangat efektif  dengan membuat kebijakan seluruh masyarakat wajib uzlah atau mengisolasi diri di bukit bukit,lembah - lembah dan pegunungan. Bagi yang tak punya bekal negara saat itu memberi jaminan akan kebutuhan pokoknya.

Dalam sistem Islam nyawa seorang muslim sangatlah berharga, seperti sabda Rasulullah Saw" Hilangnya dunia,lebih ringan bagi Allah dibanding terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak." ( HR.Nasai,Turmudzi).

Begitulah kepemimpinan Umar bin Khattab yang berdasarkan keimanan dan semata mata menerapkan syariat  Allah SWT. Dan kepemimpinan ini tidak akan pernah didapatkan dari sistem apapun kecuali hanya dengan sistem Islam yaitu Khilafah Islam 

Sudah saatnya umat kembali ke pangkuan Khilafah, yang negara dan pemimpinya siap menjalankan amanahnya sebagai pengurus dan perisai umat dengan aqidah dan syariah.Hingga  umat bisa kembali ke kehidupan normal yang sesungguhnya dan terjamin hak hidup nya dengan penuh keberkahan dan kemuliaan. Wallahu A'lam.

Oleh Ruri Setiyawati

Posting Komentar

0 Komentar