Khilafah adalah Ajaran Islam, bukan Virus. Menyebut Khilafah Virus adalah Delik Penodaan Agama


Di media sosial, selain beredar poster agenda diskusi mengambil tema "Menangkal Propaganda Eks HTI Dalam Negara Pancasila", juga beredar poster diskusi dengan tema "Mengukuhkan Islam Washatiyah dan Pancasila ditengah mewabahnya virus Khilafah saat Pandemi Covid-19". Kedua diskusi ini dilakukan oleh penyelenggara yang sama, Webinar Series, yang tidak jelas terafiliasi dengan siapa.

Diskusi bertema "Mengukuhkan Islam Washatiyah dan Pancasila ditengah mewabahnya virus Khilafah saat Pandemi Covid-19" dilakukan lebih awal, yakni pasa Sabtu (20/6) pukul 13.00 - selesai (hari ini, siang nanti).

Tema acara diskusi mengandung fitnah, pencemaran, dan pelecehan terhadap ajaran Islam khilafah. Sebab, tanpa diberi keterangan, panitia langsung menuding Khilafah sebagai virus. 

Menyebut khilafah sebagai virus, berarti melecehkan atau menista ajaran Islam Khilafah. Tindakan ini, telah termasuk dan terkualifikasi sebagai tindakan penodaan agama.

Merujuk UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama (“UU 1/PNPS/1965”). Pada Pasal 1 UU 1/PNPS/1965 disebutkan :

“Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan dan mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari pokok-pokok ajaran agama itu.”

Sementara itu, Pasal 156 (a) KUHP menyebutkan : 

“Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 5 tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;".

Menyebut Khilafah sebagai virus jelas merupakan tindakan yang bersifat memusuhi, atau setidaknya menodai ajaran Islam Khilafah. Sebab, umumnya masyarakat benci dengan Virus, menganggap Virus sebagai musuh, dan berusaha keras untuk menumpas Virus.

Tindakan ini juga dilakukan dimuka umum (Jika acara tidak dibatalkan), karena dilakukan melalui diskusi Webinar, melalui Zoom yang dapat diakses publik.

Adapun penodaan agama terjadi, karena Khilafah yang dituding dan dilecehkan sebagai virus merupakan ajaran Islam. Khilafah adalah sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Orang yang memimpinnya disebut Khalifah, dapat juga disebut Imam atau Amirul Mukminin.

Semua Imam Mahzab, baik Mahzab Maliki, Syafi'i, Hanafi maupun Hambali telah sepakat (Ijma') tentang wajibnya menegakan khilafah. Khilafah juga telah dipraktikkan oleh sahabat kulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, hingga yang terakhir kekhalifahan Turki Usmani.

Jika Khilafah dituduh Virus, apakah kemudian sahabat yang mulia Abu Bakar RA sebagai biang Virus ? apakah kemudian sahabat yang mulia Umar RA sebagai biang Virus ? apakah kemudian sahabat yang mulia Abu Usman RA sebagai biang Virus ? apakah kemudian sahabat yang mulia Ali RA sebagai biang Virus ?

Menodai Khilafah dengan menyebutnya sebagai virus, sama saja melecehkan para Khalifah terdahulu, dan menudingnya sebagai biang Virus. Nauzubillah.

Hanya saja, di era Rezim saat ini pelecehan terhadap agama Islam seperti direstui. Lihat saja, bagaimana Abu Janda, Fictor Laiskodat, Ade Armando, Sukmawati, melecehkan Islam tapi tetap bebas berkeliaran. Kita berdoa, kepada Allah SWT, agar Islam segera tegak dan dengan demikian umat Islam kembali menjadi Khairu Ummah, dan tak ada lagi yang berani menista ajaran dan agama Islam. []

Oleh : Ahmad Khozinudin, SH

Posting Komentar

0 Komentar