TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Kematian George Floyd dan Alarm Omong Kosong HAM



Para pedemo berkumpul untuk memprotes aksi penahanan polisi yang berlebihan dan menewaskan pria kulit hitam, George Floyd, Washington, Amerika Serikat, 29 Mei 2020. Polri berharap kasus kematian George Floyd yang berujung kemarahan publik dan kerusuhan di Minneapolis Amerika Serikat (AS) menjadi pembelajaran bagi penegak hukum di Indonesia (CNN Indonesia, 31/5/2020).


"Polisi dibangun untuk mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial. Kami berharap peristiwa itu menjadi pelajaran bagi polisi Indonesia," kata Dirkamsel Korlantas Brigjen Chryshnanda Dwilaksana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/5).


Chryshnanda mengatakan polisi bekerja pada ranah birokrasi dan masyarakat. Oleh sebab itu dalam menangani kejahatan dan pencegahannya aparat penegak hukum dituntut memberi jaminan serta perlindungan HAM. "Menangani kejahatan dan pencegahannya dengan cara yang tetap berbasis pada supremasi hukum, memberikan jaminan dan perlindungan HAM, transparansi dan akuntabel," katanya. Chryshnanda juga menekankan polisi jangan sampai mengedepankan sisi kekerasan dalam setiap penyelesaian konflik dimana pun.

Apa yang disampaikan oleh Chryshnanda patut diapresiasi. Kepolisian Republik Indonesia harus lebih berhati-hati. Jika ketidakadilan semakin dirasakan publik, rakyat sendiri akan melawan. Kepercayaan terhadap penegak hukum harus betul betul dijaga. Jangan sampai polisi hanya dijadikan sebagai alat sebagian kelompok yang berkuasa untuk kepentingannya kekuasaan dan kelompok rezim sendiri. Hukum harus berpihak pada keadilan.


Bagaimana pun hak diperlakukan secara adil adalah hak dasar yang tak bisa diusik. Sekalinya terusik maka amarah publik bisa memuncak, kerusuhan seperti di AS bukan tidak mungkin terjadi di Indonesia. Tidakkah kita belajar dari kejadian tahun 1998 amarah publik bisa berujung pada turunnya pemerintahan. Karena itu supremasi hukum adalah kebutuhan yang tak bisa ditawar. Jika tidak, pengadilan rakyat yang akan berbicara.


HAM Barat Bullshit!


Ideologi kapitalisme-sekulerisme yang diemban AS menunjukkan wajah aslinya. Teori HAM yang lahir dari konsep sekulerisme hanya jargon semata. Kaum yang kuat menindas yang lemah. Ketidakadilan dan diskriminasi ras dan warna kulit nyatanya masih tampak nyata. Cara cara yang tidak manusiawi dan tak berkeadilan bahkan membangkitkan perlawanan di tengah masyarakat. Hak Asasi Manusia yang digembar-gemborkan Barat hanya indah dalam konsep namun gagal dalam praktek. Amerika Serikat yang selama ini paling jagoan menyerukan isu hak asasi manusia, nyatanya hanya omong kosong. Sampai hari ini manusia belum memperoleh hak-hak kemanusiaannya secara adil, kasus Floyd adalah buktinya.


Hanya karena sentimen rasisme yang begitu kental di AS, membuat polisi melakukan kekerasan hingga berujung pada tewasnya Floyd. Ini makin menegaskan bahwa warga kulit hitam Amerika Serikat masih menghadapi kendala sosial yang sangat kuat. Nurani manusia terusik, masih cukup bermanfaatkah isu HAM yang digembar gemborkan AS sementara di dalam negerinya sendiri pelaksanaannya hanya pepesan kosong belaka.


Dalam konteks global, HAM juga dipengaruhi oleh kepentingan negara besar. Disebut melanggar HAM bila itu sesuai dengan kepentingan negara adikuasa. Tapi tidak mengapa melanggar HAM jika itu untuk menjaga kepentingan negara besar . 

Pelanggaran HAM tak dapat dipungkiri nyaris dilakukan hampir semua negera saat ini. Kendati pada saat yang sama mereka mengumandangkan idealisme hak asasi. Lihatlah apa yang dilakukan AS terhadap muslim di Irak, Suriah dan negeri muslim lainnya. Penjajahan Zionis Israel atas warga Palestina yang telah menewaskan tak terhitung lagi berapa jumlahnya. Ditambah lagi yang.dialami muslim Rohingya, muslim di india, serta negeri minoritas muslim lainnya. Maka secara faktual HAM yang menjadi deklarasi PBB berhenti sebatas konsep. Gagal dalam praktek.


Aqidah sekulerisme yang jadi akar masalahnya. Sekulerisme yang diemban AS membuat manusia hidup tanpa tuntunan agama. Setiap orang hidup bebas bertingkah laku. Dominasi yang kuat atas yang lemah membudaya. Hal ini dipraktekkan di tataran individu bahkan negara. AS dan Israel serta negara besar lainnya menjajah dan mengeksploitasi negara negara lemah di dunia. Tak ada sikap menghargai sesama manusia.


HAM Islam, Benar Konsepnya Jelas Pelaksanaannya.


Sudah sepatutnya kita belajar dan menjadikan Islam sebagai rujukan. Termasuk dalam soal HAM dan penegakan hukum. Islam sangat memuliakan manusia. Islam dengan segala segenap aturannya diturunkan untuk memuliakan manusia. Firman Allah SWT :
“Sesungguhnya telah kami muliakan anak cucu adam” (TQS Al Isra' ; 70).


Kemuliaan itu bersifat mendasar. Tidak dipengaruhi sifat-sifat lain yang menyertai baik rupa, warna kulit, derajad, harta dan sebagainya. Tidak boleh membedakan martabat manusia didasarkan pada asal usul jenis, kebangsaan atau kekayaan.
Hukum islam dilaksanakan atas semua orang. Tanpa mengistimewakan seorang atas orang lain, baik karena jenis kelamin, warna kulit, kekdudukan , kekayaan, kekerabatan. Bahkan orang yang non-muslim pun sama kedudukannya di depan hukum dan peradilan. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya telah hancur generasi sebelum kalian karena jika ada yang terhormat diantara mereka mencuri mereka biarkan. Dan jika orang lemah mencuru mereka kenakan sanksi. Demi Allah, jika Fatimah anak Muhammad mencuri pasti kupotong tangannya” (H.R. Bukhari Muslim).


Perintah berlaku adil adalah wajib, bukan saja kepada yang berbeda kelamin atau warna kulit, bahkan kepada musuh sekalipun.
Firman Allah SWT :

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang orang yang benar-benar penegak keadilan, jadi saksi dengan adil dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum mendorong kalian berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena keadilan lebih dekat kepada taqwa”. (TQS Al Maidah :8).


Jelaslah, bahwa HAM Islam benar di dalam konsepnya, jelas pula pelaksanaannya. Jauh dari omong kosong semata. Wallahu a’lam bish shawab.[]

Oleh : Desi Yunise, S.TP
(Institut Kajian Politik dan Perempuan)


Posting Komentar

0 Komentar