TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

KDRT Meningkat, Corona Jadi Kambing Hitam


Gunungkidul, kota gaplek yang terkenal dengan keindahan obyek wisata dengan pemandangan alami baik pantai maupun perbukitannya. namun di balik terkenalnya menyimpan problem rakyat yang masih menempel padanya. Mulai dari keluarga semisal ekonomi rakyat yang lemah, perselingkuhan, gantung diri, dan dan sebagainya.

Dan yang lagi rame saat ini adalah naiknya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ditengah pandemi. Yang sebelumnya di kabarkan bakal naiknya angka kehamilan, tapi yang muncul malah kekerasan dalam keluarga. 

Menurut berita yang saya dapat dari media online terkenal di Gunungkidul, "pidjar", diberitakan bahwa angka kekerasan dalam keluarga didominasi pasangan muda. Hingga pertengahan Juni kemarin yang melapor sudah 4 kasus, meskipun sebenarnya masih banyak karena mereka tidak berani melaporkan. Seperti yang disampaikan oleh salah satu aparat yang menangani bidang ini, mengatakan bahwa terjadi peningkatan laporan angka kekerasan rumah tangga di Gunungkidul selama pandemik. (https://pidjar.com/kasus-kdrt-didominasi-pasangan-muda-faktor-ekonomi-akibat-pandemi-disebut-jadi-penyebab-utama/26130/)

Pertanyaannya, benarkah terjadinya peningkatan tersebut karena masa pandemi? Tentu pernyataan tersebut tidak tepat. sebab,  yang menjadi alasan tersebut masa pandemi virus covid- 19. Padahal virus tersebut sesuatu ketetapan Allah SWT, di mana manusia tidak bisa menolaknya. Namum manusia punya kewajiban untuk berikhtiar untuk menghadapi virus tersebut. 

Penyebab utama meningkatnya angka KDRT adalah sebuah sistem aturan yang tidak dapat menjamin kedamaian dan kesejahteraan rakyat. Sebab sampai kapanpun kapitalisme tidak akan memberi kesejahteraan untuk rakyatnya, mereka hanya menguntungkan dirinya sendiri. Para kapitalis akan terus memeras rakyat kecil meski dalam kondisi sengsara. 

Akhirnya dalam mengatasi pandemi virus covid-19 tentu banyak problem. Berawal dari kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat namun hanya segelintir orang yakni para pemodal atau kapitalis. Hal ini pasti menimbulkan banyak problem bagi rakyatnya. terutama bagi pasangan muda yang masih beradaptasi tentang emosi, perasaan, dan pemikirannya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dampak virus Corona ini sangat mempengaruhi perekonomian bagi rakyat kecil, berupa kesulitan mencari nafkah, terkena PHK, atau tabungan menipis dan tidak mempunyai penghasilan. problem ekonomi ini akan mempengaruhi masalah lainya, misalnya komunikasi kurang baik yang mengakibatkan ketidak percayaan, dan ujung - ujungnya emosi dan adu mulut.

Sebenarnya,  tidak adanya kebijakan  terkait pandemik virus ini pun. Semua kerisauan  dan ketidak nyamanan pasangan muda tetap ada. Di mana  Kapitalisme telah memaksa mereka untuk berfikir antara keuntungan dan kerugian. Al hasil, dirinya diperbudak oleh nafsu dunia. Merasa kurang atas apa yang telah ia peroleh dari suaminya. Berawal dari ketik puasan di antara keduanya mengakibatkan pertengkaran berimbas pada kekerasan dalam rumah tangga.[]

Oleh : M. Azzam Al Fatih

Posting Komentar

0 Komentar