TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Jangan Pernah Dendam kepada Orang Tua


Banyak anak yang sukses lupa, bahwa kesuksesannya karena pendidikan orang tuanya. Meski orang tuanya tak sehebat dia. Mengapa? Karena kehebatannya sekarang adalah hasil tempaan sebelumnya. Di sana ada peran orang tua.

Maka, berlapanglah dada, ketika Anda punya masa lalu yang pahit dan kurang menyenangkan dengan orang tua Anda. Jangan sekali-kali dendam kepada mereka. Karena apa yang Anda dapatkan sekarang ada jasa orang tua Anda. Ada doa mereka.

Ketika usia sekolah dasar, saat anak-anak seusia saya main bola di lapangan, saya hanya bisa bermain sebentar dengan mereka, karena saya harus menyalakan lampu di rumah. Kalau tidak, pasti ayah saya akan mencari. 

Ketika di kampung dulu orang tua mempunyai usaha menyalurkan listrik di kampung, saya yang masih kecil harus membawa tangga, memanjat tiang listrik, dan membetulkan konsleting, kalau ada yang konslet. 

Ketika musim air sungai meluap, saya bersama ayah mencari ikan ke sungai, sampai hampir tenggelam bersama perahu, karena saking derasnya air sungai bengawan solo. Begitulah masa kecil yang saya lalui. Penuh perjuangan. Pagi sekolah ibtida', sore masuk diniyah, malam mencari ikan. 

Belum lagi ketika ayah memelihara ternak kambing dan kerbau. Harus mencarikan makan, menggembala di sawah, dan begitu seterusnya. 

Ketika di pesantren, uang saku hanya Rp. 5000/bulan. Kalau tidak cukup, ya makan nasi intip, dan ikan asin. Minumnya pun bekas nasi intip disiram air. 

Tetapi, semua itu membentuk karakter saya kemudian. Saya bisa khutbah, gara-gara ayah saya yang menjadi khatib menyuruh saya menggantikan khutbah. Meski sejak di diniyah dan pesantren diajari "Muballighin" an. Tapi, yang melatih tampil di publik adalah ayah saya. 

Pendek kata, sebagai anak laki-laki pertama, beban saya luar biasa. Beban memikul tanggungjawab untuk adik-adik dan orang tua, apalagi setelah menikah sungguh luar biasa. Tetapi, semua itu dengan izin Allah berhasil saya lalui, karena mental yang dibentuk oleh pengalaman sebelumnya.

Meski terkadang ada perasaan yang kita rasakan, bahwa sikap orang tua kita kurang adil kepada kita, terlebih dengan beban berat yang dibebankan kepada kita, tetapi saya selalu mengatakan, "Allah sudah mengganti semuanya dengan yang lebih baik." Bahkan, apa yang sudah mereka berikan kepada kita tidak bisa kita balas dengan apapun. 

Maka, jangan pernah menuntut orang tua Anda, tetapi berikanlah apa yang mereka butuhkan, meski tidak diminta. Jangan pernah membenci dan dendam kepada orang tua Anda. Berlapangdadalah, karena itu yang akan membawa kebaikan kepada hidup Anda.

Saya ingat sabda Nabi:

بروا أباءكم تبركم أبناؤكم

"Berbaktilah kepada orang tuamu, maka anak-anakmu pasti akan berbakti kepadamu." (Hr al-Hakim, al-Mustadrak, hadits no. 7486, Juz VIII/389)

Hadits ini isnadnya dinyatakan sahin oleh al-Hakim, meski al-Bukhari dan Muslim, tidak mengeluarkannya. 

Itulah rumusnya, jika Anda ingin anak-anak Anda berbakti kepada Anda. Berbaktilah kepada orang tua, jangan pernah dendam kepada mereka.[]

Oleh Ust. K. H. Hafidz Abdurahman

Posting Komentar

0 Komentar