Galau saat Pandemi antara Sekolah atau Tidak

sumber foto CNN Indonesia

Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di tahun ajaran baru 2020/2021 tidak akan dilakukan dengan tatap muka di sekolah seperti biasanya demi mencegah penularan virus corona (Covid-19). Tahun ajaran baru sendiri dimulai 13 Juli mendatang. (cnnindonesia.com 9/06/20)

CNN Indonesia.com telah berupaya menghubungi Mendikbud Nadiem Makarim dan melalui Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi dan Media Mendikbud, Muhammad Heikal terkait keputusan pembukaan sekolah. Namun, hingga kini belum mendapat jawaban.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga belum menjawab konfirmasi soal wacana Kemendikbud membuka sekolah. cnnindonesia.com (13/06/20).

Dari penjelasan di atas jelas bahwa Indonesia memang belum siap mengambil keputusan yang tegas dan tidak meratanya sekolah yang ingin masuk dengan tatap muka atau tidak yang bisa mengambil resiko besar maupun kecil serta keputusan yang berbeda-beda, nah dari sini kenapa hal itu bisa terjadi karena memang kebijakan pemerintah yang tak jelas.

Apalagi dalam sistem kapitalisme ini mengambil asas keuntungan semata serta belum lagi biaya sekolah yang mahal walaupun sekolah daring sekalipun kuota sangat dibutuhkan lebih saat memulai kelas secara online. lalu bagaimanakah solusi sistem pendidikan Islam?

Berbeda jauh dengan pendidikan dalam sistem Islam. Pendidikan dalam sistem Islam diposisikan dalam level yang sangat tinggi sebagaimana Islam menempatkan kedudukan ilmu dan orang yang berilmu pada level yang juga sangat tinggi.

Paradigma inilah yang mendorong negara yang menerapkan sistem Islam atau disebut khilafah, menempatkan sistem pendidikan sebagai salah satu pilar peradaban cemerlang yang harus mendapat perhatian serius oleh negara, baik dalam menjaga kemurnian visi, kurikulum, metode pembelajaran, hingga dukungan sarana dan prasarananya.

Negara atau kepemimpinan -yang dalam Islam memiliki fungsi sebagai pengurus dan penjaga umat- bahkan akan memastikan agar sistem pendidikan ini berjalan sempurna, dengan turut menciptakan suasana kondusif melalui penerapan sistem-sistem hidup lainnya.
Misalnya, menerapkan sistem ekonomi dan moneter Islam yang kuat dan menjamin kesejahteraan seluruh warga negara. Orang per orangnya. Termasuk dukungan anggaran yang lebih dari memadai bagi terselenggaranya pendidikan dengan kualitas mumpuni. Seperti sarana dan prasarana pendidikan, gaji dan fasilitas guru yang sangat tinggi, insentif dan fasilitas bagi para siswa yang menggiurkan, biaya riset yang sangat memadai serta hal-hal lain, yang membuat pendidikan menjadi hal yang agung dan menyenangkan.

Juga dukungan sistem politik Islam yang mandiri dan berdaulat bebas dari intervensi asing. Sistem sosial Islam yang menjaga kebersihan moral masyarakat dan menjamin ta’awun serta tradisi amar makruf nahi mungkar berjalan sebagaimana semestinya.
Sistem sanksi Islam yang tegas dan memberi rasa aman bagi semua. Serta sistem-sistem pendukung lain yang menjamin arah pendidikan dan kultur belajar dan beramal demi kepentingan umat benar-benar terjaga dengan sempurna.

Wajar jika dari sistem pendidikan Islam yang didukung sistem-sistem Islam lainnya ini lahir sosok-sosok yang berkepribadian Islam dengan skill yang mumpuni. Yang berhasil membawa umat ini pada level kehidupan jauh di atas level umat-umat lainnya, sebagai khairu ummah dalam masa yang sangat panjang.

Visi dan aturan-aturan Islam yang komprehensif inilah yang terus dipegang teguh para penguasa Islam dari satu generasi ke generasi lainnya. Sehingga setiap situasi yang dihadapi –termasuk saat situasi wabah terjadi– mampu dilewati dengan sebaik-baiknya.
Hingga sepanjang sejarahnya, umat Islam yang hidup di bawah naungan sistem kepemimpinan Islam tetap dikenal sebagai pionir peradaban. Di mana peradaban barat modern pun begitu berutang pada Islam. muslimahnew.com (10/06/20). 

Masyallah sungguh indah bukan jika hukum Islam diterapkan secara kaffah dan pastinya kesejahteraan akan terwujud dan nyawa rakyat pun terjaga.

Oleh: Yafi’ah Nurul Salsabila 
Aktivis Dakwah Dan Mahasiswi IPRIJA

Posting Komentar

0 Komentar