TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Bahasa Arab, Bahasa Dunia Akhirat


Saat ini bahasa internasional yang utama adalah bahasa Inggris. Banyak negara yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional mereka. Semisal Australia, New Zealand, Canada, USA dan masih banyak lagi lainnya. Hal ini dikarenakan peristiwa penjelajahan dan invasi negara Inggris ke belahan dunia pada masa laluku. Sehingga bahasa Inggris banyak digunakan di negara persemakmurannya hingga hari ini.

Namun, sebelum bahasa Inggris merajai sebagai bahasa Internasional. Ternyata Bahasa Arab adalah bahasa persatuan dunia sejak masa Nabi Muhammad SAW berdakwah menyampaikan risalahnya hingga berakhirnya khilafah Utsmaniyah pada tahun 1942  Masehi. Bahasa Arab tersebar ke penjuru dunia seiring dengan penyebaran Islam di seantero jagad raya oleh Khalifah. 

Potensi penyebaran bahasa Arab menyatu dengan potensi dakwah Islam itu sendiri. Semua itu demi mewujudkan Islam rahmatan Lil 'alamin. Dengan kata lain, menyebarkan Islam berarti mengajarkan Al-Qur'an yang berbahasa Arab. 

Buktinya banyak kosakata bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari bahasa Arab. Sebagai contoh kata kursi, Abah, masjid, nikah, waris, dan masih banyak lainnya. Bahasa Arab tersebar di Nusantara seiring dengan penyebaran dakwah Islam.

Kewajiban Belajar Bahasa Arab

Islam dan Bahasa Arab seperti dua sisi keping mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Belajar Islam berarti belajar al-Qur'an sebagai pedoman kehidupan. Dan belajar Al-Qur'an berarti belajar bahasa Arab itu sendiri. Allah SWT menurunkan kitab suci Al-Qur'an dengan bahasa Arab yang fasih.

Dalam firmanNya QS. Asy-Syu’aroo` (26) ayat ke-195 :

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)

"Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas". 

Oleh karena itu bagi seorang muslim belajar bahasa Arab adalah suatu kebutuhan.

Pertama, banyak ibadah mengharuskan menggunakan bahasa Arab, semisal bacaan sholat, zikir, haji, niat puasa serta do'a-do'a keseharian. Bagi seorang muslim mempelajari bahasa Arab adalah suatu kewajiban kifayah, bahkan ada ulama' yang menghukuminya sebagai fardu 'ain. Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,

يَجِبُ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَتَعَلَّمَ مِنْ لِسَانِ العَرَبِ مَا يَبْلُغُ جُهْدَهُ فِي أَدَاءِ فَرْضِهِ

Wajib bagi setiap muslim untuk mempelajari bahasa Arab dengan sekuat tenaga agar bisa menjalankan yang wajib.”

Kedua, Al-Qur'an adalah kitab suci, mu'zijat yang sempurna. Sebagai pedoman utama dalam semua aspek kehidupan. Mulai dari urusan makanan, pakaian, pernikahan, pergaulan, sanksi hukum, pendidikan hingga politik semua ada di dalam Al-Qur'an. Maka supaya bisa menerapkan Al-Qur'an pada seluruh aspek kehidupan salah satu alat yang harus dikuasai adalah bahasa Arab. Lebih-lebih jika dia seorang mujtahid yang menggali hukum-hukum syara' dari Al-Qur'an dan sunnah. Bahkan sekalipun dia yang berstatus muqallid (pengikut hasil ijtihad mujtahid) harus belajar bahasa Arab juga. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui status dalil yang menjadi sandaran ijtihad ataupun fatwa ulama. 

Bahasa Arab, Bahasa Istimewa

Menurut seorang ulama' yang bernama M. Husain Abdullah bahasa Arab memiliki tiga potensi istimewa. Yang pertama, potensi berpengaruh. Hal ini bisa kita rasakan saat melafalkan setiap huruf dalam Al-Qur'an. Pada saat kita membaca ayat-ayat yang mengabarkan azab atau hari kiamat, makhraj huruf-hurufnya terasa berat di dada. Semisal pada Al-Qur'an Surat Az-Zalzalah. Dengan membaca Al-Qur'an meskipun tidak paham artinya bisa mempengaruhi perasaan dan jiwa. 

Potensi yang kedua adalah meluas. Saat Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia Islam mampu menyelesaikan berbagai masalah yang muncul pada aneka bangsa dengan segala bahasanya. Hal ini dilakukan dengan proses ijtihad. Seorang mujtahid akan mentransfer bahasa asing ke dalam bahasa Arab dengan memasukkannya pada wazan sesuai ilmu nahwu dan Sharaf (tata bahasa Arab). Dengan cara tersebut maka seorang mujtahid akan mudah menentukan hukum atas permasalahan yang baru. Lebih menarik lagi bahasa Arab juga kaya kosakata. 

Potensi yang ketiga menurut beliau adalah menyebar. Artinya bahasa Arab mudah sekali dipelajari seiring dengan penyebaran Islam dan Al-Qur'an. (Sumber: Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam karya M. Husain Abdullah)

Bahasa Arab adalah bahasa yang mulia. Bahasa yang pernah di pakai oleh suatu peradaban Islam yang gemilang. Menjadi suatu keharusan untuk belajar bahasa Arab seiring arus kebangkitan peradaban Islam saat ini. Lebih-lebih bahasa Arab adalah bahasa penduduk akhirat. Rosulullah SAW pernah berkata: 

"cintailah bahasa Arab karena tiga hal: karena aku berbangsa Arab, Al-Qur'an berbahasa Arab, dan bahasa penduduk syurga adalah bahasa Arab." ( disebutkan Ibnu Asakir dalam terjemah Zahir Ibnu Muhammad bin Ya'qub). 

Maka sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar bahasa Arab. Wallahu a'lam bi ash-showab.[]

Oleh: Najah Ummu Salamah

Posting Komentar

0 Komentar