TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Bagaimana Aktualisasi Diri Syar'i?


Dunia sosial media, kembali dibuat heboh dengan viralnya sebuah video challage. Video menampilkan sosok orang sedang merias diri di depan kamera. Video ditutup dengan adegan yang mengejutkan, sosok orang tersebut berubah  menjadi sosok yang mengerikan. 

Ini merupakan hal yang mengagumkan. Unggahan video challege pun banjir pujian. 

Tak bisa dipungkiri, hari ini sosial media menjadi bagian dari keseharian manusia. Sebagian orang menjadikannya lahan untuk mencari rezeki. Sebagian lainnya menjadikannya sebagai lahan berdakwah. Sementara sebagian orang lainnya menjadikan sosial media sebagai ruang aktualisasi atau eksistensi diri. 

Menurut seorang ahli jiwa Abraham Mashlow dalam bukunya Hierarchy of Needs, aktualisasi diri adalah sebuah kebutuhan. Menurutnya, aktualisasi diri adalah penggunaan serta pemanfaatan secara kapasitas, penuh bakat dan potensi yang dimiliki oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

Islam memandang aktualisasi diri erat kaitannya dengan gharizah baqa. Gharizah baqa adalah salah satu naluri yang telah Allah ciptakan pada manusia. Senang dengan pujian adalah salah satu wujud gharizah baqa. Gharizah atau naluri ini jika tidak dipenuhi akan menimbulkan keresahan. Namun tidak sampai mengancam jiwa. 

Aktualisasi diri tetap harus syar'i
Bagi wanita muslimah tentu penting untuk menjaga izzah (kemuliaan) termasuk dalam bersosial media. Pilihlah ruang dan aktifitas yang sesuai Islam untuk aktualisasi diri. Meskipun senang mendapatkan pujian adalah naluri manusia, namun pemenuhan naluri ini haruslah tetap dalam koridor Islam. Karena sebagai seorang muslim maupun muslimah kita harus terikat pada hukum syara. Yang artinya, setiap aktifitas yang dilakukan termasuk dalam rangka aktualisasi diri, tidak lepas dari hisab Allah. 

“(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya pengawas yang selalu siap (mencatat)” (QS.Qaf ; 17-18)

Sebagai seorang muslimah, sebaik-baik pujian adalah pujian yang datangnya dari Allah. Sebaik-baik eksistensi adalah eksistensi di hadapan Allah. Maka sebaik-baik aktualisasi diri adalah memilih peran di jalan yang Allah sukai. Misalnya dengan mengambil peran di jalan dakwah, menjadi penjaga Al-Qur'an atau meluaskan syiar islam di bumi Allah melalui peran-peran spesifik lainnya. 

Wallahu'alam bishawab.

Oleh: Tita Rahayu Sulaeman

Posting Komentar

0 Komentar