TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Apakah Karena Tidak Diterapkan Syariah, Paham Sosialis-Komunis Bisa Bangkit?


Majelis ulama Indonesia secara tegas mengkritisi kebijakan pemerintah tentang Rancangan Undang - Undang Haluan Ideologi (RUU HIP). berikut juga Organisasi Islam terbesar di Negeri ini yakni Nahdhatul ulama dan Muhammadiyah.  Lembaga dan kedua ormas tersebut secara tegas menolaknya  karena Undang - Undang terindikasi akan membangkitkan komunis atau partai komunis Indonesia yang telah lama di larang.

Hal yang sama juga dilakukan organisasi sayap Nahdlatul ulama, Barisan Ansor SerbaGuna. Organisasi ini juga tegas menolak RUU HIP, menurut nya terindikasi akan membangkitkan komunis yang dahulu membuat resah dengan melakukan penculikan, pembanbatai para kyai, dan pembakaran pondok - pondok pesantren.

Seperti kita ketahui bahwa komunis sangat kejam dan sadis terhadap orang lain yang tidak sepemahaman mereka. Mereka menyiksa serta membantainya dengan sangat kejam bahkan tak tanggung - tanggung yang menjadi target mereka para kyai dan jendral yang dianggap berseberangan dengannya.

Maka menjadi hal aneh, tatkala negara dengan berpenduduk Muslim terbesar di dunia namun suatu partai atau paham komunis yang telah dilarangnya, bisa bangkit kembali. Jika benar,maka menjadi perhatian khusus bagi kaum muslim, dengan tetap sigap dan waspada mengamati situasi masyarakat. Selalu kritis terhadap kebijakan Rezim, jangan sampai kecolongan dengan membuat Undang - Undang yang membuka ruang kaum yang mengaku tidak beragama.

Misalnya RUU HIP, yang secara fakta memang membuka ruang bagi paham komunis maupun paham - paham sesat dan lainya. Yang tentunya membuat keresahan, dan pendangkalan aqidah baik secara individu maupun jama'ah. 


Namun, yang menjadi pangkal masalah adalah sistem kufur yang memberi ruang kepada  paham sesat tersebut. Dalam sistem demokrasi yang memberikan kebebasan berpendapat dan lainya. Sehingga orang mau berpendapat atau berpaham apapun tidak menjadi masalah, asal tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Kalaupun bertentangan bisa saja membuat hukum demi tujuannya tercapai.

Berbeda dengan sistem Islam, " Khilafah" . Akan menjadi junnah bagi pemeluknya dari perongrongan paham komunisme dan sejenisnya. Atau aliran  agama yang sesat seperti, Ahmadiyah, Syi'ah dan lainnya. Seorang kholifah akan tegas terhadap kemungkaran terutama para kafir yang jelas - jelas melecehkan, menghina, merusak, dan mengganggu eksistensi negara ke khilafahan. Seperti halnya  Kelompok Kafir Bani qainuqo' yang mengganggu dan menyelingkapkan jilab seorang muslimah hingga kelihatan auratnya saat sedang belanja di pasar. Dan peristiwa itu pun, diketahui oleh  seorang pedagang muslim lalu ia membelanya. Saat itu juga terjadi pertengkaran hingga orang kafir tersebut meninggal. Melihat saudaranya meninggal para kafir Quraisy, pun mengeroyok seorang pedagang muslim tersebut sampai wafat. Dan peristiwa itupun sampai kepada Rosululloh SAW. Dan Beliau, pun marah dan berencana memerangi Bani Qoinunuqo' ,yang pada akhirnya Bani Qoinunuqo'  di usir dari kota Madinah.

Contoh peristiwa tersebut merupakan ketegasan Rosululloh SAW sebagai  kepala negara yang wajib melindungi rakyatnya dari gangguan dan pelecehan terhadap seorang muslimah, apalagi menyangkut sesuatu yang berkenaan ajaran Islam.

Daulah Islam dalam menjaga ajaran Islam dari perongrongan paham lain adalah dengan memberi fasilitas pendidikan kepada umatnya yang hanya mengajarkan staqofah Islam secara kaffah. menajamkan aqidah secara benar, memahamkan kewajian syariah Islam. Begitu juga tetap mengawasi kafir Quraisy serta terus mendakwahi secara ketat.

Daulah Islam selain menjaga ajaran Islam dari paham sesat lainya  juga menerapkan politik luar negeri yaitu dengan dakwah dan jihad. Dua ajaran Islam satu paket yang tidak bisa dipisah ini, dalam rangka mendakwahkan Islam keseluruh dunia. Untuk menyelamatkan kesesatan manusia agar tetap pada fitrohnya yaitu mengabdi kepada sang Kholiq.

Seorang kholifah akan mengirim juru dakwahnya untuk mendakwahkan Islam ke luar negara khilafah. Tatkala menolak untuk masuk Islam maka ditawari untuk hidup  bagian dari kekhilafahan islam dengan wajib membayar jizyah , tentunya  juga mendapat kan fasilitas dan perilaku sama dengan kaum muslim. Namun taatkala menolak semuanya dan justru membuat resah dan memerangi,  maka Kholifah wajib memerangi kaum tersebut demi menjaga dari pengrusakan ajaran Islam  dan sistem pemerintahannya.

Itulah bentuk perhatian Islam dalam menjaga negara dan ajarannya dari ancaman keamanan berupa propaganda paham sesat seperti komunis, marhaenisme, Marxinisme, Ahmadiyah, syi'ah, dan lainya. Sedangkan ancaman berupa kontak senjata, Islam tidak di ragukan kembali, di mana Islam siap mempertahankan kekuasaan negeri ancaman penjajah.  setiap individu siap berjihad dan mati syahid demi kemuliaan dan kenikmatan surga.


Maka, menjadi hal aneh tatkala sistem Islam merusak tatanan negara dan mengancam kedaulatan. Yang ada menjadikan negara yang makmur, sejahtera, kuat, dan memberi manfaat seluruh umat manusia.

Wallahu'Alam Bhishowwab.

Oleh : M Azzam Al Fatih
Pemerhati Umat dan Aktivis Dakwah

Posting Komentar

0 Komentar