Ada Bahaya Laten dan Aktual di Balik RUU HIP, Umat Islam Kudu Waspada


Berbagai ormas Islam dan elemen umat di berbagai kota turun ke jalan menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) lantaran disinyalir RUU tersebut berbau komunisme. Padahal kalau mau diteliti lebih seksama, bukan hanya komunisme tetapi RUU itu juga kental dengan legalisasi sekularisme.

Salah satunya seperti tampak pada Pasal 12. Pasal tersebut menyebut tentang ciri Manusia Pancasila, yakni “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”. 

Jelaslah, rumusan itu mengandung paham sekularisme – sinkretisme, bahkan pluralisme agama! 

Frasa “menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab” jelas telah meletakkan hakikat iman dan takwa yang semestinya dipahami dan dilaksanakan dengan dasar dan ukuran yang bersifat transeden atau wahyu, yakni al-Qur’an dan al-Hadits dalam konteks agama Islam, menjadi dengan dasar dari sesuatu yang bersifat imanen (sekuler). 

Sekularisme adalah akidah dari ideologi kapitalisme yang sistem pemerintahannya disebut demokrasi (Kapitalisme-Demokrasi). Maka, selain menolak komunisme semestinya kita juga menolak kapitalisme. Dan dalam waktu yang bersamaan memperjuangkan tegaknya Islam.   

Ingat! Komunis-Diktator itu bahaya laten, bahaya laten itu bahaya yang tersembunyi; terpendam; tidak kelihatan (tetapi mempunyai potensi untuk muncul). Kapitalis-Demokrasi itu bahaya aktual, bahaya aktual itu bahaya yang betul-betul ada (dan sedang terjadi). Dan Islam-Khilafah itu solusi sahih, solusi sahih merupakan solusi yang benar; sempurna; tiada cela (dusta, palsu); sesuai dengan perintah Allah SWT dan yang diajarkan Rasululllah SAW.  

Maka terkait isu RUU Haluan Ideologi Pancasila maupun isu lainnya saat ini, umat Islam jangan terkecoh dengan memperlakukan seolah Komunis-Diktator sebagai bahaya aktual, Islam-Khilafah sebagai bahaya laten, seraya menganggap Kapitalis-Demokrasi sebagai solusi. Celaka dunia akhirat itu!

Karena secara faktual adalah: Komunis-Diktator itu bahaya laten; Kapitalis-Demokrasi itu bahaya aktual; dan Islam-Khilafah solusi sahih.

Lantas di mana posisi Pancasila? Pancasila hanyalah hasil kompromi orang-orang yang berideologi. Di dalam praktiknya, disadari atau tidak, diakui atau tidak, sejak rezim Soekarno hingga detik ini termasuk dalam RUU HIP, Pancasila dijadikan alat oleh kaum kapitalis dan komunis untuk menggebuk setiap upaya penerapan syariat Islam secara kaffah.

Jadi, ada bahaya laten dan bahaya aktual di balik RUU HIP, umat Islam kudu waspada.[]

Oleh Joko Prasetyo
Jurnalis

Posting Komentar

0 Komentar