TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Rakyat Diperbudak, Negara Tak Berpihak



"Menyedihkan apa yang dialami ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal China, mereka mengalami perbudakan dan mendapatkan perlakuan yang tak manusiawi. Kasus ini terjadi dikapal Tyan Yu no 8 asal China, diduga telah melakukan upaya perbudakan modern terhadap TKI yang bekerja di kapal mereka".

Banyak laporan menyebutkan bahwa kapal-kapal China tersebut memperbudak TKI dengan cara yang sangat biadab. Sejumlah netizen menyampaikan, selama 13 bulan hanya menerima gaji sekitar 140.000 Wong atau Rp. 1.7 juta. Jika di bagi perbulan hanya menerima gaji sekitar 11.000 Wong atau Rp. 135.350.

Seperti berusaha menyembunyikan keadaan yang sebenarnya dan meredam kontroversi. Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan bahwa pelarangan tersebut sudah seizin keluarga korban. Namun kemudian beredar bahwa keluarga membantah telah memberi persetujuan tersebut. (www.merdeka.com) 

Meski sering disebut sebagai pahlawan devisa, namun berbagai kondisi buruk kerap dialami oleh para TKI, baik dari sisi sistem kerja yang tidak manusiawi, gaji rendah, kekerasan fisik hingga seksual kerap terjadi hingga kini. Hal ini membuktikan bahwa peran negara dalam memberi perlindungan terhadap para TKI yang bekerja dengan pihak asing masih sangat kurang. 

"Sungguh sangat tidak adil. TKA China kita perlakukan dengan baik, mengapa WNI kita tidak dilindungi ketika bekerja  disana? Jangan sampai bangsa kita selalu inferior jika berhadapan dengan negara lain" Ungkapannya dari anggota DPR Komisi IX, Saleh Partaonan Daulat yang mengutuk keras tindakan perbudakan terhadap ABK WNI di kapal China, Jakarta, sabtu 9/5/2020. (muslimahnews.com) 

Inilah penerapan sistem Demokrasi-Kapitalis yang dianut negri ini, dalam memberikan pelayanan terhadap urusan rakyatnya. Rakyat diperlakukan ibarat sapi perah yang hanya di ambil manfaatnya oleh negara, urusan materi bagi rezim di negri ini jauh lebih penting dibanding kemaslahatan rakyatnya. 

Jauh berbeda dalam pandangan islam. Rakyat sebagai amanah yang harus diurus dan dijaga oleh negara. Hartanya, akalnya, kehormatannya, agamanya bahkan nyawanya semua adalah tanggung jawab negara dan negara wajib melindungi rakyatnya dimanapun berada. 

Sebagaimana kisah Mu'tashim Billah terhadap muslimah yang dirusak kehormatannya oleh Gubernur Amuria di wilayah Romawi. Saat itu kholifah mengerahkan pasukan untuk menggempur Amuria dan kaum Muslim berhasil menaklukannya. Inilah bentuk nyata dari penerapan sabda Rosulullah SAW: "Sesungguhnya imam/kepala negara adalah perisai, orang berperang di baliknya dan berlindung menggunakannya" (HR.Muslim) (mediaumat.news) 

Berbagai kondisi ini seharusnya mampu membentuk kesadaran bagi segenap rakyat Indonesia, khususnya umat islam sebagai penduduk mayoritas. Dengan menggunakan konsep sempurna yang dimiliki islam akan mampu menghentikan kebodohan publik yang dipelihara rezim dan memutus kepercayaan rakyat terhadap rezim penghianat ini. 

Melalui aktivitas pembinaan umat secara intensif dan kolektif. Akan mampu mengembalikan keimanan mereka yang terkikis, menguatkan keimanan mereka yang lemah dan menyimpang. Kemudian menggunakan metode perubahan yang khas untuk membangkitkan umat sebagaimana yang diwariskan Baginda Nabi Muhammad SAW. 

Saatnya seluruh komponen umat islam berdiri dalam satu komando,berjuang bersama mengembalikan kembali kehidupan islam. Mewujudkan Daulah islam yang luasnya membentang di hampir ⅓ wilayah dunia dan umat pernah hidup sejahtera dalam naungannya. 

Akankah kita tidak ingin semua derita ini berakhir, akankah kita tidak merindukan hidup dalam naungan sistem yang memuliakan rakyatnya. Mari kita jadikan momen Ramadhan ini menjadi bulan perjuangan,menjemput pertolongan Allah melalui terwujudnya institusi Khilafah yang menerapkan sistem islam yang sempurna dari Zat yang Maha Sempurna.[]

Oleh: Nayla Mujahidah


Posting Komentar

0 Komentar