TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

The New Normal atau Bunuh diri Massal?

Sejak diumumkan pada awal maret 2020 hingga saat ini, penyebaran virus Corona di Indonesia bukan malah menurun, justru malah meningkat.

Data terkini, Senin 18 Mei 2020 pukul 12.00 Wib, jumlah pasien yang dinyatakan positif virus Corona bertambah 496 orang. Sehingga total menjadi 18.010 orang. Pada hari ini ada tambahan pasien sembuh sebanyak 195 orang. Kasus sembuh total secara akumulatif sebanyak 4.324 orang. Sementara itu, untuk kasus meninggal bertambah 43 orang. Sehingga total mencapai 1.191 orang.(kompas.com 18/5/2020)

Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah sejak corona mulai mewabah di Indonesia antara lain:

1. SOCIAL DISTANCING

Social distancing adalah usaha untuk meminta warga tidak melakukan kontak fisik yang terlalu dekat antara satu sama lain, karena kedekatan jarak berpotensi menyebarkan virus lewat tetesan air liur.

Istilah social distancing menurut Center for Disease Control (CDC) adalah menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak dengan manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Tujuan sosial distancing adalah untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang lain dalam jarak dekat. Selain itu social distancing juga bertujuan untuk mengurangi penularan virus dari orang ke orang.

Langkah paling efektif yang bisa diterapkan pemerintah adalah social distancing atau menjaga jarak sosial antar masyarakat. Kesadaran untuk menjaga jarak, menjaga kebersihan diri, dan melakukan etika batuk atau flu, dapat secara efektif menghambat penyebaran Virus Corona.

Pemerintah telah memberlakukan social distancing sejak Sabtu (14/3/20) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menutup sekolah dan tempat wisata di wilayah Jakarta, kemudian disusul oleh Presiden Jokowi pada Minggu (15/3/20).

Seiring berjalannya waktu, social distancing yang diharapkan mampu mengendalikan penyebaran virus corona, ternyata gagal. Korban terus berjatuhan dari hari ke hari.

2. Physical Distancing

Melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)  Mahfud MD pada Senin (23/3/2020) mengungkapkan, bahwa  pemerintah mengubah istilah social distancing menjadi physical distancing karena tidak sesuai kebudayaan masyarakat.

Physical distancing adalah menjaga jarak fisik di dalam pergaulan. Physical distancing dianggap lebih sesuai dengan kearifan lokal Indonesia. Sementara penyebutan social distancing justru seakan-akan menjauhkan kerukunan masyarakat. 

Namun demikian, pergantian istilah tersebut tak mengubah kebijakan pemerintah dalam upaya meredam penyebaran virus corona. Hanya istilah saja yang diubah tanpa mengubah kebijakan. 

Perubahan istilah ini pun, tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penyebaran Corona. Waktu terus berjalan, jumlah korban semakin bertambah banyak.

3. PSBB

Upaya pemerintah terus dilakukan untuk memutus penyebaran virus corona. Setelah Physical Distancing yang tidak berjalan maksimal, pemerintah Indonesia telah memilih opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai diterapkan sejak 31 Maret 2020.

Terkait hal ini, wilayah yang ingin menetapkan PSBB harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan memenuhi syarat sesuai yang ditentukan.

Daerah pertama yang menerapkan PSBB adalah Jakarta, dimulai 10 April hingga 14 hari. PSBB di Jakarta terus diperpanjang hingga saat ini. PSBB ini pun diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia. 

Dampak dari PSBB ini sangat luas. Di bidang pendidikan, sekolah dan kampus ditutup sehingga pembelajaran dilakukan secara online dari rumah. Orang tua harus kerja ekstra karena pembelajaran anak pun kini diserahkan kembali pada mereka.

Di bidang ekonomi, pabrik ditutup, toko-toko ditutup sehingga banyak pekerja yang dirumahkan atau terkena PHK. 

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bidang UMKM, Suryani Motik menyebut warga yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi corona bisa mencapai 15 juta jiwa.

Bahkan, Suryani memperkirakan jumlahnya jauh lebih besar, antara 30-40 juta warga korban PHK akibat pandemi ini. Sebab, kata dia, banyak warga juga terpaksa tak bisa mudik karena dilarang.

Di bidang tranportasi, penumpang dibatasi. Mudik dilarang. Ada penjadwalan jam operasi. Tentu hal ini sangat memukul usaha di bidang transportasi.

4. The New Normal

Pemerintah Indonesia belakangan menggaungkan istilah the new normal atau pola hidup normal versi baru yang menuntut warga hidup berdamai dan berdampingan dengan pandemi Covid-19.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mengatakan, dalam new normal, ada indikasi beberapa sektor kegiatan yang tadinya ditutup akan dibuka kembali.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan, istilah new normal lebih menitikberatkan perubahan budaya masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

Hal ini disampaikan menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak, tenaga kesehatan, atas rencana penerapan new normal.

Menurut Yuri, new normal adalah perubahan budaya. (Misalnya) Selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), memakai masker kalau keluar rumah, mencuci tangan, dan seterusnya pada Senin (18/5/2020).

Selain perubahan perilaku masyarakat, new normal nantinya juga mengubah paradigma pelayanan kesehatan. Layanan kesehatan akan mengedepankan cara online. Nanti dari konsultasi akan ditentukan kapan ketemu dokter jika diperlukan. Mengedepankan itu bukan mengharuskan, tetapi tergantung kondisi dan situasi.

Yuri juga mengungkapkan, meski menggaungkan new normal, Presiden Joko Widodo hingga saat ini tidak menginstruksikan untuk melonggarkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB).

Dia menilai, kekecewaan tenaga kesehatan saat ini disebabkan perilaku masyarakat yang kurang disiplin mematuhi protokol pencegahan penularan virus corona (Covid-19).

Sebelum rapat kabinet tentang new normal pada 18 Mei, pemerintah sudah beberapa kali menyinggung pelonggaran pembatasan, misalnya dengan memperbolehkan warga berusia 45 tahun ke bawah untuk kembali bekerja serta memperbolehkan kelompok masyarakat tertentu untuk mudik.

Ada dugaan pemerintah tengah berniat memberlakukan strategi herd immunity (upaya menghentikan laju penyebaran virus dengan cara membiarkan imunitas alami tubuh).

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono berpendapat bahwa yang dilakukan pemerintah semata pelonggaran PSBB dan bukan pembiaran sistemik agar masyarakat banyak yang terinfeksi (herd immunity).

Menurut Pandu, tidak mungkin terjadi herd immunity karena herd immunity hanya terjadi bila lebih dari 70-80 persen penduduk Indonesia terinfeksi dan punya imunitas yang berhasil hidup.

Sementara, peneliti epidemiologi dari Eijkman Oxford Clinical Research Unit Henry Surendra mengatakan jika yang dituju pemerintah dengan melakukan pengurangan pembatasan sosial adalah menciptakan herd immunity , maka rencana itu sangat berbahaya.

Menurut Henry, dibutuhkan sekitar 70% populasi yang berarti sekitar 190 juta orang Indonesia untuk terinfeksi baru herd imunity tercapai. Ini berpotensi menimbulkan banyak korban jiwa.

Hal ini pun dibantah oleh istana. Melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, "Herd Immunity, tidak akan lah."

Sementara dalam jumpa pers usai rapat kabinet, Muhadjir Effendy mengatakan protokol yang dibahas adalah upaya mengurangi PSBB yang bertujuan untuk memulihkan produktivitas.

Begitulah kapitalisme kebingungan dalam mengatasi wabah corona yang kini sedang melanda di seluruh dunia. Adanya solusi tambal sulam yang berakibat fatal bagi masyarakat. Antara kepentingan ekonomi dan nyawa manusia. 

Solusi Islam Mengatasi Wabah 

Hal ini tentu tidak akan terjadi jika Sistem Islam diterapkan. Saat mendengar adanya kabar wabah. Daulah Islam akan segera me-lockdown wilayahnya agar wabah tersebut tidak bisa masuk ke dalam wilayah daulah khilafah. 

Rasulullah SAW pernah memperingatkan umatnya untuk jangan mendekati wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya, jika sedang berada di tempat yang terkena wabah, mereka dilarang untuk keluar. Beliau bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu. (HR Al-Bukhari).

Sementara itu, pada masa Kekhalifahan Umar bin al-Khaththab juga pernah terjadi wabah penyakit menular. Diriwayatkan:

أَنَّ عُمَرَ خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ. فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ‏ ‏إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه‏.

Khalifah Umar pernah keluar untuk melakukan perjalanan menuju Syam. Saat sampai di wilayah bernama Sargh, beliau mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengabari Umar bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu.” (HR al-Bukhari).

Begitulah peran Penguasa sangat sentral untuk menjaga kesehatan warganya. Apalagi saat terjadi wabah penyakit menular. Tentu rakyat butuh perlindungan optimal dari penguasanya. Penguasa tidak boleh abai. 

Para penguasa Muslim pada masa lalu, seperti Rasulullah Saw. dan Khalifah Umar bin al-Khaththab ra., sebagaimana riwayat di atas, telah mencontohkan bagaimana seharusnya penguasa bertanggung jawab atas segala persoalan yang mendera rakyatnya, di antaranya dalam menghadapi wabah penyakit menular. 

Wallahu'alam bish showab.

Oleh Achmad Mu'it
Analis Politik Islam

Posting Komentar

1 Komentar

  1. ESIABET ADALAH BANDAR JUDI ONLINE UANG ASLI TERBESAR & TERPERCAYA MENGHADIRKAN BERBAGAI BONUS YANG MENGGIURKAN DAPATKAN BONUS NEW MEMBER 50% + BONUS NEXT DEPOSIT 5% (SETIAP HARI) MINIMAL DEPO & WD RP.25.000

    Agen Slot Online
    Slot Indonesia
    Slot Online
    Judi Slot
    Agen Slot Resmi
    Slot Online Uang Asli

    BalasHapus