Sistem Kapitalisme Mencekik Ekonomi Rakyat di Masa Pandemi

Sudah hampir 3 bulan virus covid-19 melanda negeri ini. Tak bisa dipungkiri bahwa virus tersebut menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat, terutama sektor ekonomi.

Banyaknya perusahaan lumpuh yang berakibat jutaan karyawan pabrik diPHK. wirausaha kecil dan menengah pun tak luput dari dampak virus ini. Ada yang masih buka part time namun adapula yang tutup total. yang berakibat hilang kran ekonominya. Badan pusat statistik mencatat bahwa sampai detik ini, mencapai 60,88 jiwa, itu artinya bertambah sekitar 60%. Itupun belum termasuk pengangguran akibat dari Corona (katadata.co.id).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia sampai akhir Maret berada dalam status sangat waspada. Ini merupakan dampak signifikan dari kebijakan pembatasan aktivitas sosial dan ekonomi untuk menekan tingkat penyebaran virus corona (Covid-19).  Sri menambahkan, saat ini, pandemi Covid-19 juga sudah menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial yang dituntut menurun. "Bahkan, ada kematian aktivitas ekonomi," tutur mantan direktur pelaksana ini, menyebutkan sebuah istilah yang tidak pernah disebutkan sebelumnya. (republika.co.id)

Disisi lain Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan tingkat kriminalitas meningkat selama pandemi corona. Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono menyatakan peningkatan kriminalitas sebesar 19,72 persen dari masa sebelum pandemi.  Melansir Liputan 6, Kabaharkam Polri Irjen Agus Andrianto Senin (20/4) lalu menyatakan naiknya tingkat kriminalitas salah satunya disebabkan banyak orang terdampak secara ekonomi di tengah pandemi. Mereka akhirnya memilih jalan pintas melakukan kriminalitas.
(katadata.co.id).

Di tengah keresahan akibat virus corona dan sulitnya ekonomi, pemerintah bukannya menanggung beban rakyat malah membuat peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akhirnya membuat rakyat semakin tercekik, konon katanya PSBB bisa mengurangi tingkat penularan covid-19, tapi faktanya kian hari tingkat penularan itu makin meningkat, tak hanya itu akibat diterapkannya PSBB, sebagian rakyat pun yang dirinya seorang pedagang merasa kecewa dan menyesal karena perekonomianya terancam akibat tidak bisa berjualan karena dilarang pemerintah, alhasil merekapun tidak ada penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dimasa pandemi ini, sehingga dari beberapa masalah diatas banyak terjadi kasus seperti kasus kematian dimasa pandemi akibat kelaparan.

Disisi lain rakyat dibuat ketakutan dengan isu meningkatknya kriminalitas, seperti pencurian, pembegalan, dan lain sebagainya. Takut, panik, gelisah, dan capek, mungkin itu yang dirasakan rakyat kecil di tengah pandemik virus Corona ini.

Pada akhirnya, hidup dalam kungkungan sistem kapitalisme membuat rakyat semakin tercekik keadaannya, baik dari ekonomi pendidikan bahkan sampai Negara pun hampir tak terurus secara menyeluruh namun hanya sebagian itupun tidak menyelesaikan permasalahan utamanya.

Sistem Ekonomi Islam

Islam bukan agama sekedar ibadah saja, namun Islam adalah agama yang mengatur segala aspek terutama masalah perkonomian, yaitu Islam memiliki konsep sistem ekonomi Islam.

Sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi  yang mandiri, oleh karenanya Islam mendorong kehidupan sebagai kesatuan yang utuh dan menolong kehidupan seseorang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, yang individu-individunya saling  membutuhkan dan saling melengkapi dalam skema tata sosial, karena manusia adalah entitas individu sekaligus kolektif. 

Ekonomi Islam adalah cara hidup yang serba cukup, Islam sendiri menyediakan segala aspek eksistensi manusia yang mengupayakan sebuah tatanan yang didasarkan pada seperangkat konsep Hablum  min-Allah wa hablum min-Annas, yang berkaitan tentang Tuhan, manusia dan hubungan keduanya, serta hubungannya dengan yag lain. (khaniffamrullsyariah.blogspot.com)

Peran Daulah Islam Dalam Mengatasi Ekonomi

Pada rentang waktu antara tahun 1845-1852 terjadi peristiwa The Great Famine yang mengacu pada kejadian besar di Irlandia atau dikenal pula dengan Irish Potato Famine disebabkan peristiwa meluasnya kelaparan di Eropa. Meskipun menimpa banyak negara Eropa saat itu, dampak terparah terjadi di Irlandia dan Skotlandia. 

Dalam sejarah Irlandia bahkan wabah kelaparan ini menjadi tonggal ikhtisar waktu karena berdampak luas berupa berkurangnya penduduk wilayah ini sebesar 20% sampai 25% disebabkan tingginya tingkat kematian dan emigrasi.

Irish Potato Famine disebabkan  beruntunnya kegagalan panen kentang akibat hampir semua umbi kentang tidak dapat dikonsumsi karena terserang hawar kentang. Serangan wabah penyakit ini meluas di Eropa akibat tidak tersedianya kultivar kentang yang tahan penyakit ini. Pada waktu itu, di Irlandia sekitar sepertiga penduduk tergantung sepenuhnya pada kentang untuk penghidupannya. Akibatnya, dampak terparah mengenai negara itu. Diperkirakan satu juta orang meninggal dunia dan satu juta lainnya keluar dari Irlandia. Wabah ini di Irlandia kemudian berdampak luas secara politik, sosial dan ekonomi; dan sampai sekarang masih diperdebatkan makna sejarahnya.

Ternyata umat Islam punya peran dalam membantu kesengsaraan masyarakat Irlandia. Saat itu Kekhalifahan Islam Turki Utsmani melalui Sultan Abdul Majid menyatakan niatnya untuk mengirim 10.000 sterling kepada para petani Irlandia, akan  tetapi Ratu Inggris hanya meminta agar Sultan mengirim 1000 sterling.

Permintaan Ratu Inggris tersebut tak membuat Sultan  hanya mengirim 1.000 sterling tetapi secara diam-diam mengirim 3 kapal penuh dengan makanan. Pengadilan Inggris dikabarkan telah mencegah kapal-kapal Negara Islam memasuki pelabuhan dari Cork City dan Belfast, tetapi mereka akhirnya berhasil berlabuh diam-diam di sebuah pelabuhan kecil Drogheda dan memberikan makanan.

Begitulah jika hidup diatur dengan Islam, jika hidup dibawah satu kepemimpinan Islam, begitu pun jika hari ini system kapitalisme tidak menyelesaikan permasalah rakyat terutama masalah ekonomi, maka dari itu kita harus kembali kepada Islam, dan jika ingin hidup sejahtera dalam Islam maka taka da jalan lain selain menerapkan syariah Islam seacara kaffah, dan syariah Islam secara kaffah hanya ada dalam Daulah Khilafah.

Salam Pembebasan!!!

Oleh : M. Diki Wahyudi (Aktivis Gema Pembebasan Bogor)

Posting Komentar

0 Komentar