TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Putri Disney vs Ratu Bidadari

sumber foto: female.com

"Dan akhirnya sang putri dan pangeran menikah serta hidup bahagia selamanya". Itulah selalu penutup kisah-kisah putri disney. Sebut saja Cinderella dengan sepatu kaca yang sebelumnya hidup ditindas oleh ibu sambung dan kedua kakak tirinya. Rapunzel si rambut panjang yang dikurung oleh penyihir jahat di kastil terpencil. 

Ada pula Snow white yang diusir ibu tirinya dari istana kemudian hidup dengan tujuh kurcaci di tengah hutan. Lalu Ariel sang putri duyung yang hidup di dasar samudera. Ada juga si Putri tidur sepanjang waktu karena kutukan penyihir jahat dan bisa sadar dengan ciuman dari sang pangeran. 

Begitulah kisah mereka dinikmati dari anak-anak hingga remaja putri. Bahkan ada yang rela  mengoleksi pernak-pernik mereka, dari baju, tas, bando dan lain-lain. Padahal kita ketahui kisah-kisah sang putri ala Disney ini sangatlah bertentangan dengan Islam. 

Tidak dipungkiri pula kisah-kisah mereka mempengaruhi alam bawah sadar bahwa kebahagiaan bisa didapat oleh seorang perempuan jika menikah dengan laki-laki kaya. Inilah standar kebahagiaan manusia yang berideologi kapitalisme, bahwa kebahagiaan diukur dengan materi atau harta. Tidak peduli apakah laki-laki tersebut baik atau tidak. 

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah salah siapa anak-anak dan remaja putri mengidolakan mereka. Mungkin sebagai orang tua kitalah yang mengenalkan kisah-kisah Cinderella dan teman-temannya. 

Padahal, ada banyak kisah Sahabiyah Nabi yang dijamin masuk Syurga, yang bisa kisahkan kepada anak-anak kita. Ada Siti Khodijah ra yang perjuangannya sungguh luar biasa untuk membantu dakwah Nabi Muhammad Saw, baik harta, waktu dan tenaga. 

Ketika masih hidup beliau telah mendapatkan salam dari malaikat Jibril serta dikabarkan kepada istri Nabi yang pertama ini bahwa beliau dibangunkan rumah yang tenang di Syurga, sebagai ganti rumahnya yang tidak pernah sepi karena selalu ada sahabat Nabi yang datang untuk mengkaji Islam. 

Ada pula kisah Fatimah Az-Zahra ra Putri Nabi Muhammad saw yang dikabarkan oleh Nabi sendiri  bahwa Fatimahlah yang akan menyusulnya pertama kali setelah wafatnya Nabi, dan pasti bersama Nabi masuk Syurga. 

Padahal, di dunia telapak tangannya kasar bahkan melepuh karena menggiling gandum.Tak ketinggalan pula kisah Aisyah ra yang hafalan haditsnya ratusan ,sedekahnyapun luar biasa jumlahnya. Pernah suatu ketika beliau bersedekah 70.000 dirham padahal saat itu bajunya ada tambalan. 

Kemudian, kisah Sumayyah ra syahidah pertama dalam Islam yang tetap teguh memegang Islam walau siksaan dari orang-orang kafir begitu dahsyat hingga ajal menjemputnya dan Syurga menantinya. 

Tentu wanita-wanita di atas bukanlah seorang putri kerajaan yang bergelimang harta kemewahan, kecuali Asiyah yang memang seorang permaisuri. 

Walaupun hidup sederhana di dunia mereka mendapatkan jaminan masuk Syurga pastilah dengan semangat keimanan serta berjuang demi kejayaan Islam, sebagaimana diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam hadis panjang, dari Ummu Salamah. 

Beliau bertanya kepada Nabi Muhammad saw: 

 "Ya Rasulullah,manakah yang lebih utama wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?"

Nabipun menjawab: "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat."

Aku(Ummu Salamah) bertanya:  "Mengapa wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"

Beliau menjawab: "Karena sholat mereka,puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka,tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat emas. Mereka berkata"Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridho dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya."

Jadi menjadi wanita mukmin dengan seratus persen menjalankan syariat-Nya seperti sahabyiyah Nabi ada jaminan masuk Syurga.  Tidak seperti kisah Putri Cinderella dan kawan-kawannya yang hanya membawa ke alam khayalan dan tidak ada jaminan hal tersebut terealisasi dalam kehidupan nyata serta tak ada dari mereka menjadi penghuni Syurga. 

Mari kita tentukan pilihan hidup kita mau menjadi wanita yang lebih unggul dari bidadari syurga atau putri Disney yang ada dalam dunia khayalan belaka.[]



Oleh: Wijiati Lestari
Owner Taqiyya Hijab Syar'i

Editor: Admin SM

Posting Komentar

0 Komentar