TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Korban Kapitalis Malah Diharuskan Bantu Kapitalis

(Siti Fadhilah Supari, Mantan Menteri Kesehatan) Sumber foto: merdeka.com


Pemerintah melalui UU SJSN dan UU BPJS tidak lagi melindungi rakyatnya dalam pelayanan kesehatan. Rakyat yang sudah menderita karena kelakuan kapitalis malah diharuskan membantu kapitalis dengan dalih asuransi sosial. Dahulu ketika saya menjabat Menkes RI, saja membuat jaminan kesehatan masyarakat meliputi 76,4 juta rakyat miskin dan hampir miskin. Saya hitung seperti premi asuransi per kepala per bulan Rp 5000 yang saya ambilkan dari APBN.

Semua yang mendapat jaminan, bila sakit, si orang miskin itu tidak membayar sepeser pun dan sakit apapun akan ditangani tanpa dipungut biaya di Puskesmas dan RS kelas tiga. Dana dari APBN tersebut dikelola oleh pemerintah langsung melalui kas negara, prinsipnya pemerintah melindungi rakyatnya di bidang kesehatan.

Kemudian, pemerintah sekarang menggantikan sistem itu dengan berdasarkan UU SJSN dan UU BPJS. Eksisnya kedua UU tersebut sangat dipengaruhi atau dibiayai oleh asing, jadi ya pasti ditujukan untuk kepentingan asing. Maka tidak aneh, di UU BPJS, seluruh rakyat harus ikut serta dalam asuransi sosial yang dikelola oleh BPJS dengan keharusan membayar mulai sekarang Rp 27 ribu tiap kepala per bulan. Ingat ketika Jamkesmas hanya Rp 5000 kecuali orang sangat miskin akan dibayari pemerintah. 

Iuran ini akan terus dinaikkan semaunya pengelola. Sekarang Rp 27 ribu, belum setahun sangat mungkin naik jadi Rp 50.000. Sehingga dalam setahun, BPJS dapat menghimpun dana ratusan triliun. Dan dana sebesar itu hanya dikelola oleh segelintir orang di BPJS yang sangat kapitalistik. 

Dalam hal ini BPJS mendapatkan uang ratusan triliun per tahun dari rakyat. Tapi ingat, tidak semua rakyat bakal sakit, perhitungan normal hanya 15 persen saja per tahun rakyat yang sakit.

Bila peserta sakit maka masih harus membayar ke rumah sakit _(co sharing)_ dan tidak semua penyakit dibiayai oleh BPJS. Rakyat susah akan semakin susah, karena ketika sakit jantung misalnya, harus pakai biaya sendiri. 

Oleh pengurusnya, berdasarkan kedua UU yang sangat kapitalistik itu, dana tersebut diinvestasikan ke korporasi-korporasi pilihan mereka. Biasanya korporasi asing. Jadi uang yang dikumpulkan dari rakyat digunakan untuk kegiatan kapitalis yang notabene selalu menginjak kepentingan rakyat.[]

Siti Fadhilah Supari, Mantan Menteri Kesehatan

Pewawancara: Joko Prasetyo
Dimuat pada rubrik ASPIRASI Tabloid Media Umat Edisi 94
23 Muharram - 7 Shafar 1434 H | 7 – 20 Desember 2012

Posting Komentar

0 Komentar