TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Khilafah, Masa Depan 'New Normal' Dunia


Normalnya, manusia itu tunduk pada hukum Allah SWT. Normalnya, Negara menerapkan syariah Islam secara kaffah. Normalnya, jika syariah Islam diterapkan secara kaffah, maka akan hadir rahmat bagi semesta alam.

Keadaan normal itu, pernah, telah, dan lama dialami oleh kaum muslimin selama 13 Abad silam. Keadaan normal itu, diawali sejak Rasulullah SAW mendapat bai'at dari penduduk Yatsrib (Madinah), memimpin Daulah Islam yang pertama, menerapkan hukum Islam dalam bingkai Negara, serta menyebarkan Rahmat melalui dakwah Islam ke seluruh penjuru alam.

Sebelum Rasulullah SAW memimpin Daulah Islam di Madinah, keadaan penduduk Mekah tidak normal. Karena dikuasai kemusyrikan dan kejahilan.

Sejak Rasulullah SAW mendirikan Daulah Islam di Madinah, dimulailah keadaan Normal umat Islam. Yang memiliki Izzah, disegani dan dihormati, serta mampu membimbing umat manusia menuju peradaban mulia.

Lalu, keadaan normal itu diwariskan dan diteruskan oleh para Sahabat dan Khalifah setelahnya. Dibawah kekhilafahan Islam, peradaban dunia mengalami puncak kejayaannya.

Seluruh agama samawi, dapat hidup rukun dan berdampingan dibawah perlindungan kekuasaan Islam. Kezaliman para penguasa tiran, mampu ditundukkan oleh kekhilafahan Islam, dan negeri mereka dibebaskan.

Proyek pembebasan manusia, dari penghambaan kepada makhluk menuju menghamba hanya kepada Allah SWT semata, menyebar dan merata diberbagai penjuru dunia. Umat manusia terbebas dari belenggu kesyirikan, dan berbondong-bondong memeluk agama Islam.

Sampai keadaan normal itu berakhir, ketika Daulah Khilafah yang terakhir diruntuhkan oleh Mustofa Kemal La'natullah, di Turki pada tahun 1924.

Sejak saat itu, keadaan menjadi tidak normal. Hukum Allah SWT ditelantarkan, hukum thagut buatan manusia diterapkan.

Manusia kembali dibelenggu dan diperbudak oleh hawa nafsu. Tirani dan penindasan, kembali menjadi tontonan yang dianggap wajar. Manusia, kembali menjadi tawanan, menjadi terbelenggu oleh sistem Kapitalisme barat dan ideologi sosialisme timur.

Hingga akhirnya, virus Corona mampu melumat pertahanan Kapitalisme sekaligus merontokan kecongkakan sosialisme Komunisme. Dunia gagal mengatasi virus Corona, dan mulai menjajakan narasi "New Normal" untuk hidup berdampingan bersama virus, bersama penyakit yang mematikan, demi kelangsungan ekonomi dan tujuan materi yang mereka puja dan pertuhankan.

New Normal adalah konfirmasi, ketidakmampuan Ideologi Kapitalisme maupun sosialisme, sekaligus kerapuhan ekonomi mereka menghadapi situasi pandemi.

Sosialisme dan Kapitalisme, menghalalkan peradaban manusia diserang penyakit, bahkan hilang separuhnya, demi menopang nilai materi yang mereka pertuhankan.

New Normal dalam pandangan Kapitalisme global maupun sosialisme Komunisme, adalah Manusia tetap harus berproduksi meskipun beresiko mati. Dan proses produksi itu, hanya untuk melayani kaum Kapitalis.

Agar pasar mampu menyerap barang mereka, agar bahan baku bisa kembali diproduksi, agar sektor jasa kembali bergeliat. Soal ada resiko nyawa yang tumbang, bukan masalah. Jika ada yang sakit, itu juga peluang untuk memasarkan industri kesehatan yang mereka produksi.

New Normal adalah rakyat menjadi tumbal demi keberlangsungan nyawa raksasa bisnis, yang tak mampu bertahan menghadapi situasi pandemi. New Normal, adalah proses untuk "mengeliminasi" manusia lemah, yang dalam dialektika materialisme harus disingkirkan karena dianggap akan menjadi beban peradaban.

Tidak, kita umat Islam tak mau New Normal model ini. New Normal adalah kembali kepada kehidupan normal yang diatur dengan aturan Allah SWT, sebagaimana dahulu pernah diterapkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat dan para Khalifah setelahnya.

New Normal adalah menjadikan Islam sebagai adidaya dunia, menggeser kedudukan Kapitalisme maupun sosialisme Komunisme. New Normal adalah mengembalikan Daulah Khilafah, negara kaum muslimin, yang akan menerapkan syariah Islam secara kaffah serta mengemban misi dakwah Islam keseluruh penjuru alam.

New Normal adalah menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk menuju menghamba hanya kepada Allah SWT semata. New Normal adalah era kembalinya Khilafah Ala Minhajin Nubuwah, sebagaimana telah dikabarkan Rasulullah SAW. [].

Oleh : Ahmad Khozinudin

Sumber artikel: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=177997930414560&id=100046130614840

Posting Komentar

0 Komentar