TAQOBALLAHU MINNA WAMINKUM TAQOBBAL YA KARIM

KEUTAMAAN MAKAN SAHUR


Menurut KBBI, sahur adalah makan pada dini hari (disunahkan menjelang fajar sebelum subuh) bagi orang-orang yang akan menjalankan ibadah puasa.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya yang akan berpuasa pada siang hari untuk menyantap hidangan di waktu sahur.
Rasulullah SAW mengatakan bahwa santapan hidangan sahur itu penuh berkah. Makan sahur hukumnya sunnah sehingga jika dikerjakan akan mendapatkan pahala. Berdasarkan hadits dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat barakah." (Muttafaqun alaih).

Imam An-Nawawi berkata: "Para ulama telah bersepakat tentang sunnahnya makan sahur dan bukan suatu kewajiban." (Syarh Shahih Muslim, 7/207).

Rasulullah SAW mendorong kita untuk tidak meninggalkan makan sahur meskipun hanya dengan seteguk air. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri RA.  Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Makan sahur adalah barakah maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air." (HR. Ahmad, hadits hasan, lihat Shahihul Jamiish Shaghir, 1/686 no. 3683).

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: "Sahur dapat diperoleh seseorang yang makan dan minum meskipun hanya sedikit." (Fathul Bari, 4/166).

Dengan makan sahur, seseorang akan mendapatkan taufiq untuk berdoa dan berzikir kepada Allah. Karena waktu sahur adalah waktu diijabahnya doa.

Banyak sekali dalil-dalil yang menjelaskan tentang keutamaan makan sahur. Berikut ini akan dijelaskan tentang keutamaan dari makan sahur di antaranya adalah

1. Melaksanakan Perintah Allah

Makan sahur merupakan wujud kepatuhan kita kepada Allah Yang Maha Kuasa. Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang yang berpuasa agar makan dan minum hingga fajar dan menyempurnakan puasanya hingga datang malam.

Allah SWT berfirman:

اُحِلَّ لَـکُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَآئِكُمْ ۗ  هُنَّ لِبَاسٌ لَّـكُمْ وَاَنْـتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ  ۗ  عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّکُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَکُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ  فَالْــئٰنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا کَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمْ  ۗ  وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الْخَـيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَـيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ  ۖ  ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِ ۚ  وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْـتُمْ عٰكِفُوْنَ  ۙ  فِى الْمَسٰجِدِ  ۗ  تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَا  ۗ  كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

"Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 187)

2. Mendapatkan Shalawat dari Allah dan para Malaikat

Imam Ibnu Hibban dalam Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban kitab ash-Shaum, bab as-Sahuur (VIII/246 no. 3467). Beliau meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar ra., Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

 إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ. 

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.

Al-Hafizh al-Mundziri berkata: “ Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam kitab al-Ausath dan Ibnu Hibban di dalam Shahiihnya.” (At-Targhiib wat Tarhiib II/137). 

Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib I/519. Syaikh Syu’aib al-Arna-uth berkata: “Hadits ini shahih.” (Catatan pinggir kitab al-Ihsaan VIII/246)

3. Mengikuti Sunnah Rasulullah

Makan sahur juga membedakan cara berpuasa umat Islam dengan Ahli Kitab. Ahli kitab dalam berpuasa tidak makan sahur. Berdasarkan hadits dari Amru bin Al Ash dari Nabi SAW beliau bersabda, "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur." (HR. Muslim).

4. Membantu Kita Kuat Beribadah Puasa Selama Sehari Penuh

Sahur akan memberikan asupan tenaga yang cukup besar untuk kita gunakan selama sehari penuh. Terutama jika kita makan sahur dengan makanan yang tinggi protein. Energi dari protein akan mampu memberikan asupan tenaga selama sehari penuh. Oleh sebab itu, Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk makan sahur.

Dari sahabat Anas Bin Malik RA, beliau berkata, Nabi SAW bersabda, "Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah". (HR. Muttafaqun alaih).

5. Melatih Bangun Malam agar terbiasa Melaksanakan Shalat Tahajjud

Kita biasanya cenderung malas bangun malam untuk melaksanakan Shalat Tahajjud. Melalui sahur ini, kita akan membiasakan diri bangun lebih pagi untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang sebelumnya jarang kita lakukan. 

Allah SWT berfirman:

قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًا  

"Bangunlah (untuk sholat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,"
(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 2)

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَ  ۖ   عَسٰۤى اَنْ يَّبْعَـثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 79)

Betapa besar nikmat dan karunia Allah kepada kita sehingga makan sahur pun dijadikan Allah sebagai sesuatu yang berpahala.

Demikianlah beberapa keutamaan makan sahur. Sahur bukan hanya sekedar masalah makan, namun sahur memiliki segudang keutamaan yang akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik dan lebih mendekatkan kita pada Allah SWT.

Wallahu A'lam

Oleh: Achmad Mu'it
Analis Politik Islam

Posting Komentar

0 Komentar