Kebijakan New Normal , Nestapa di Tengah Wabah Melanda


          Wacana Pemimpin Negeri ini untuk segera diterapkannya new normal semakin marak disuarakan. Kerugian berskala besar yang dirasakan para pengusaha dan pelaku ekonomi atas diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  yang saat ini diberlakukan menjadi sebab utama hal ini segera dilakukan. Anggota Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Johan Singadaru menyebut"Kondisi New normal ditunggu oleh pedagang kecil, UMKM, dan para pengusaha. Dia juga mengatakan "Bulan Juni bulan bekerja dengan mematuhi protokol kesehatan,saya setuju dengan hal itu sebab kondisi usaha saat ini tengah mengalami penurunan tajam sampai dengan 50 persen lebih akibat daya beli masyarakat yang drop sehingga industri menurunkan produksinya (Warta Ekonomi.co id/24052020).

           Kebijakan New Normal ini bahaya dan membuat kebingungan di tengah masyarakat jika dipaksakan diterapkan di negeri ini. Faktanya terjadi penambahan setiap hari atas kasus kasus baru covid-19. Harian Kompas pada tgl 30 mei 2020 memberitakan  bahwa  "Pada jumat  (29-mei -2020), pemerintah kembali mengumumkan kasus baru virus corona yaitu sebanyak 678 kasus.penambahan ini membuat total kasus virus corona di indonesia menjadi sebanyak 25.216 kasus". 

Disisi lain wacana tersebut juga disebut terlalu dipaksakan oleh Dewan Pakar Ikatan Ahli kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan menurut dia belum saatnya. karena temuan kasus baru terus meningkat dari hari ke hari. Dan terlalu dini wacana New Normal ini,membuat persepsi masyarakat seolah olah telah melewati puncak pandemi covid-19, namun kenyataannya belum dan perlu persiapan persiapan dalam New Normal tersebut (Merdeka.com senin 25/5) .

              Pemimpin Negeri ini haruslah mengkaji ulang kebijakan New Normal yang akan diterapkan. Kebijakan pemimpin harus disesuaikan dengan kondisi rakyat yang ada saat ini. Pemimpin Negeri ini  seharusnya tidak sembarangan mengambil kebijakan yang sama dengan negara negara lain dengan  menerapkan New Normal.Terbukti negara yang menerapkam New normal seperti korea selatan mengalami keadaan yang sangat memprihatinkan. Dilansir dari SEOUl, INEWS.id yang mengabarkan pemerintah Korea Selatan mengumumkan 79 kasus baru infeksi Covid -19 pada kamis ini , sehingga totalnya menjadi 11.344 .ini merupakan lonjakan kasus harian terbesar di negeri itu sejak 81 kasus diumumkan pada tanggal 5 april lalu.

              Kebijakan pemimpin adalah harapan bagi rakyat agar senantiasa membawa keberkahan dan mensejahterakan. Tidak seharusnya kebijakan pemimpin itu membuat rakyat semakin menderita. Kebijakan Pemimpin haruslah selalu dirindukan oleh rakyat karna mampu membawanya keluar dari keadaan yang sulit. Karakter pemimpin seperti itu hanya ada di dalam sistem islam. Pemimpin yang senantiasa bertaqwa kepada Allah swt yang sandaran kepemimpinanya adalah sesuatu yang berasal dari penciptaNya yaitu Alquran dan Sunnah. Pemimpin  seperti itulah yang akan menjadi rahmat bagi seluruh Alam . Waallahu A'lam bi showab.

Oleh Murni

Posting Komentar

0 Komentar