TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Ilusi Gerakan Kurva Landai di Tengah Badai Corona

Dunia telah dirundung duka akibat wabah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dari sebuah sebab kerusakan oleh ulah tangan manusia. Namun, Indonesia juga menjadi salah satu Negara terdampak. Terlebih bagaimanakah perkembangan penyebarannya yang secara diam-diam namun masif telah tersebar hampir ke seluruh negeri ini.  
         
              
Dilansir dari Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan gerakan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kasus dengan cara memastikan tidak menularkan orang lain begitu juga sebaliknya, "Caranya ubah perilaku, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker, dan menjaga imunitas. Gerakan bersama masyarakat di Indonesia, Kalau kita bersama, virus tak akan menulari, sehingga gerakan kurva melandai adalah cuci tangan, jaga jarak dan tingkatkan imunitas. Berbahagia juga menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan imunitas." ujarnya saat video conference di Graha BNPB, Jakarta.  (CNBC, 9/5/2020). 
          
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar kurva kasus virus Corona (COVID-19) turun di bulan Mei. Tim Peneliti Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) menuliskan, hingga saat ini Indonesia belum menampilkan kurva epidemi COVID-19 yang sesuai dengan standar ilmu epidemiologi, "Masalah utamanya, sudah 68 hari setelah kasus pertama COVID-19 diumumkan, Indonesia belum menampilkan kurva epidemi COVID-19 yang sesuai dengan standar ilmu epidemiologi," tulis tim EOCRU. (detikcom, 9/5/2020).
         
Berbicara tentang kurva landai, yang merupakan gerakan bersama masyarakat yang dikampanyekan oleh pemerintah. sebagaimana, dengan melakukan tindakan praktik menjaga kesehatan diri maupun jiwa yaitu dengan menjaga kebersihan, berjaga jarak, maupun meningkatkan imunitas dengan berbahagia. 

Namun disini apabila kita telusuri tentang upaya-upaya yang dihimbau pemerintahan benarkah sudah terealisasi bergerak menggerakkan bersama-sama dalam menangkal dengan melakukan mencegahnya. 

Atau hanya sekedar himbauan atau bahkan slogan-slogan yang terpampang jelas di jalan-jalan besar. jika demikian, yakin perwujudan kurva landai dan penyebaran covid-19 berkurang.
            
Beralih kepada fakta, banyak mall buka dan malaj ramai pengunjung. Selain itu saat moda transportasi dibuka juga semakin ramai pengunjung untuk berpergian. Alhasil, gerakan kurva landai hanya menjadi ilusi karena kenyataannya semakin longgar PSBB.

Berbeda dalam Islam untuk mengatasi agar wabah ini tidak semakin tersebar adalah dengan lock down atau biasa disebut karantina wilayah. Hal tersebut pernah dicontohkan pada saat kekhalifahan Umar bin Khattab ra daat mengatasi wabah tha'ub. Cara tersebut mampu menekan persebaran wabah. Dengan konsekuensi negara menjamin kebutuhan hidup rakyatnya.
       
Seperti itulah Islam membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam, karena dengannya Islam mampu mengatur bahkan dari urusan dapur hingga urusan Negara. Saat ini, telah nampak pula semakin banyak orang bahkan seluruh alam merindukan hadirnya kembali  mensejahterakan dunia bahkan bumi ini.
Wallahu alam bishowab.[]

Oleh : Ayu Anggita (Mahasiswi)
Editor: SM

Posting Komentar

0 Komentar