TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Eksploitasi Anak Demi Pundi Orang Tua


Ibu mana yang tega memukul anaknya demi mendapatkan uang? Ibu mana yang tega menendang dan meneriaki anaknya demi rekaman dan foto barang dagangan?
Ada ternyata, banyak malah. Salah satunya Niu niu. Gadis mungil nan lucu berumur 3 tahun yang menjadi model baju anak. Ia dipaksa ibunya menjadi model untuk 400 pakaian dalam 4 hari. Videonya viral di lini masa karena ibunya meneriakinya, mengancamnya, menendang dan memukulnya. 

Seperti dikutip dari Beijing News, ibu yang melakukan kekerasan itu merupakan orangtua dari model cilik bernama Niu Niu. Bocah perempuan berusia tiga tahun itu dikenal sangat populer sebagai model busana anak-anak di sejumlah platform ecommerce China. (detiknews.com, 14/4/2020)

Model anak-anak seperti Niu niu bisa mendapatkan 10juta sampai 30 juta sehari. Bahkan, dikabarkan bisa membeli rumah dalam setahun. 

Niu niu bukan satu-satunya anak yang dipaksa bekerja. Banyak yang memaksa anak mereka untuk bekerja, bahkan memangkas jam tidurnya agar tingginya tak lebih dari 130 cm. Entah ada aturan darimana bahwa anak yang tingginya lebih dari 130 cm tidak bisa jadi model pakaian anak lagi. 

Tega nian. Materi yang membutakan hati nurani. Demi uang, ibu tega berbuat kejam seperti itu. Demi seonggok uang, ibu tega menyiksa darah dagingnya sendiri. Yang ia kandung dan lahirkan dengan penuh perjuangan antara hidup dan mati. Setelah lahir justru disiksa seperti itu. Dzalimnya. 
Mungkin, pikiran si ibu perlu dibenahi. Saya pun tak percaya diri jika tak mengaji islam. Entah apa yang saya perbuat pada anak-anak saya kalau saya tak dibekali ilmu agama. Mindsetnya harus diubah. Anak bukan beban. Ia adalah anugerah. Anugerah dari Tuhan Semesta Alam. 
Anak adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. 

Pertanggungjawaban tentang bagaimana kita mendidiknya, memberikan makan dan minum, membimbingnya mengenali Rabbnya. 

Walau lahir dari rahim ibu. Sejatinya, anak bukan milik kita. Anak milik Penciptanya. Maka, sudah seharusnya kita memperlakukannya sebagaimana yang diinginkan Sang Pencipta. Asuh dengan penuh Cinta dan kasih sayang. Besarkan dengan pondasi iman dan takwa. 
Rasulullah pun mencontohkan untuk menyayangi anak-anak. Betapa Rasul sangat lembut kepada kedua cucunya, meski Hasan dan Husain menaiki punggung Rasul saat shalat. Rasul pun senang memeluk dan mencium anak-anak dengan penuh kasih sayang. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqra’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmati.” (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318)

Anak-anak butuh sentuhan penuh sayang dari kita, khususnya orangtua. Mereka butuh pelukan kita untuk rasa amannya. Mereka butuh ciuman sayang kita untuk bukti kita menyayanginya. Inilah dua cara kita mengisi tangki Cinta untuk mereka. 
Karena anak-anak yang kurang tangki cintanya akan berpeluang menjadi anak yang tidak percaya diri, rendah diri, merasa tidak berharga, bahkan bisa menjadi pelaku kejahatan. Na'udzubillah. 

Sungguh Islam datang sebagai suatu sistem kehidupan yang didalamnya pun dibahas detail cara pengasuhan anak. Sungguh telah nyata bobroknya penerapan sistem kapitalisme sekularisme termasuk dalam bagian pengasuhan anak, hubungan dalam keluarga. Sekulerisme membuat kita jauh dari agama. Agama menjadi bahasan eksklusif di tempat tertentu saja. Tak boleh masuk ke ranah kehidupan. 

Wajar, jika tak kenal bagaimana agama mengajarkan mengasuh anak. 
Sementara kapitalisme berperan dalam membentuk mindset semua boleh asal beroleh manfaat. Termasuk mengeksploitasi anak. Mempekerjakan anak di bawah umur. Memaksa anak bekerja, mengambil jam tidurnya. Demi mengisi pundi-pundi. Demi meraup harta. Demi duit. 

Masihkah kita berharap pada sistem bobrok ini? Masihkah kita inginkan kebangkitan dan keselamatan dari rahim sistem yang bobrok ini? 
Sudah saatnya kita kembali kepangkuan kemuliaan sistem dari ilahi. Islam yang rahmatan lil 'alamin. 
Wallahu'alam bish shawab.[]

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd. 

Posting Komentar

0 Komentar