TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Dominasi Korporasi Global Kapitalis“Ada Wabah Tidak Ada Wabah Tetap Menekan”


Wabah yang telah menjadi pandemi diseluruh dunia ini, tidak hanya menyakiti dan membunuh yang terinfeksi, melainkan juga menggerogoti habis orang yang sehat. Ekonomi terguncang, ancaman kelaparan, kriminal, membanyangi rakyat. Semua berawal dari ekonomi yang tidak benar yaitu Kapitalisme. Kapitalisme telah menampakkan kegagalannya dan salah asuh dalam mengurusi urusan umat.

Kunci adalah masalah ri'ayah (kepengurusan) yang tidak beres dari awal. Kekayaan alam yang harusnya 100% menjadi milik rakyat, dari awal semua entah kemana. lagi-lagi diatur oleh dominasi kapitalis kepada korporasi global. Ibarat pencurian yang dibiarkan, harta kekayaan diambil orang hanya diam, hingga anak sendiri harus mengais di tempat sampah untuk sekedar makan hari itu. 

Sekarang cobaan lebih berat pun datang, sebuah wabah besar yang mengharuskan kita agar tetap hidup ialah tinggal di rumah. Kekayaan yang bapak biarkan dari kemarin diambil orang habis tak tersisa untuk kita. Solusi kami untuk mengais tempat sampah untuk makan pun sekarang takut kami lakukan. Karena di luar sana ada wabah, kami di rumah dengan perut terikat. Menangis harusnya kamu melihat ini.

Yang mengurusi kita tidak nampak darinya ri’ayah yang benar, dia mempedomani kapitalis di sepanjang hidupnya. Mengharuskan rakyatpun menganut demikian. Melahirkan rakyat yang hanya diam dengan keadaan dari awal. Rakyat yang tau bahwa sedang dizholimi, tapi tak ingin mencari tau mengapa dan bagaimana agar mereka tak lagi dizholimi.

Tapi, tak semua orang sedang diam. Ada sebenarnya solusi tunggal yang lama disuarakan hanya butuh waktu untuk meluas, dan hanya yang istiqomah yang bisa bertahan begitu lamanya. Mereka punya solusi, tapi harus kemudian menghadapi pelototan mata pemerintah, dan pejabat berkepentingan. Tapi saya rasa itu hal yang tidak cukup untuk memadamkan dan mematahkan si pembawa solusi. Sebab Allah SWT dan Rasulullah saw yang menjadi teman, pedoman dan semangatnya. 

Dia sedang melihat penguasa, yang hanya setengah hati dalam meri’ayah. Anggaran mereka yang dibeberapa pidatonya cukup banyak kedengarannya. 

Sedang terus diperhatikan kemana anggaran diarahkan. Ri’ayah yang tidak maksimal, ditambah pemasukan negara kosong pelontos, mengharuskan adanya utang bukan. Sudah tidak ada kekayaan alam. Kalaupun mendangar sebuah anggaran ada secara tiba-tiba dengan nominal cukup besar maka kesimpulannya semua itu utang. Maka mafia dapat dikatakan wajar.

Mereka pikir permainan mereka akan berlangsung lama. Ingat tadi, ada orang yang sedang membawa solusi tunggal dari Rabb. Dia sedang berjalan dan masih terus berjalan bersama saudara lainnya. Solusi suci yang tidak menuntut kursi kekuasaan seperti saat ini, yang pemimpinnya ikhlas dan sangat berhati-hati dengan anggaran, karena takut hukum Allah. Akan benar-benar suci dan lurus Insya Allah.

Mari bersatu dalam perjuangan, perjuangan suci yang tidak haus darah. Yakni perjuangan mengembalikan kehidupan Islam Sama seperti Rasulullah terdahulu, dengan keringat, darah dan air mata mendirikan sebuah negara Islam yang kemudian menghempas kejahiliyahan dan kezholiman dari muka bumi. Tugas kita adalah mengembalikan kejayaan itu. Wallahu a’lam bishshawab.[]

Oleh Andi Qurratu Aini
(Pelajar SMA)

Posting Komentar

0 Komentar