TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

DISETUJUINYA 500 TKA CHINA MASUK KE KONAWE SULTRA MENUNJUKKAN REZIM PENGUASA TAK SERIUS MENANGANI WABAH COVID-19 SEKALIGUS DZALIM



Berdasarkan berita yang dilansir tempo.co (30/04/2020), Kementerian Tenaga Kerja telah menyetujui Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang diajukan dua perusahaan, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.

Keduanya akan mendatangkan TKA Cina untuk bekerja di Morosi, Konawe, pada proyek pembangunan PLTU.

Persetujuan tersebut tertuang dalam Surat Nomor B-3/10204/PK.04/IV/2020 yang ditandatangani Pelaksana tugas Direktur Jenderal Binapenta dan PPK Aris Wahyudi pada 15 April 2020.

Berita ini menyusul setelah beredar ramai pemberitaan dari banyak media tentang  rencana kedatangan 500 TKA asal China ke Konawe, Sulawesi Utara

Pertanyaannya, apakah sahabat sekalian merasa senang dengan berita ini? Apakah sahabat sekalian kesal, terkait berita ini?

Ya, saya yakin sahabat sekalin kesal, marah, "nggondok" atas kebijakan tega ini

Fakta di atas semakin menguatkan bahwa Rezim Jokowi tak serius menangani Covid-19 sekaligus dzalim

Rezim Jokowi tak serius menangani Covid-19 karena ditengah penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) malah memasukkan TKA dari China. Bukankah hal ini akan menjadi pemicu penyebaran Covid-19. Apalagi dari China yang merupakan wilayah awal munculnya Covid-19. 

Hal terpenting dari PSBB adalah pembatasan pergerakan barang dan orang.

Beberapa ruas jalan utama ditutup. Rakyat dilarang berkerumun. Beribadah di bulan Ramadhan pun harus dibatasi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bahkan Mahfudz MD mengatakan masjid yang masih mengadakan sholat Tarawih dapat dijatuhi hukuman pidana.

Himbauan untuk tidak mudik juga disuarakan dimana-mana. Bahkan sanksi pun akan diberlakukan bagi yang melanggar.

Ditengah kondisi di atas, TKA asal China malah mendapatkan perlakuan khusus oleh Rezim Jokowi untuk masuk ke wilayah Indonesia. Boro-boro disanksi, malah diberikan karpet merah bak pahlawan. Ini jelas sebuah tontonan ketidakadilan.

Dengan PSBB, banyak rakyat harus berhenti atau paling tidak membatasi diri baik terpaksa atau dipaksa dalam melakukan aktivitas mencari nafkah. Banyak pekerja terkena PHK sehingga mereka menganggur tanpa kejelasan kapan ada lapangan kerja lagi. Rakyat terdampak harus berjibaku mempertahankan hidup tanpa ada kejelasan dari penguasa untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Bantuan yang sampai kepada rakyat pun tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sebulan rakyat miskin. Di tengah kondisi seperti ini tega-teganya Rezim Jokowi menyetujui masuknya TKA asal China. Ini adalah kedzaliman yang sangat nyata.

Kebijakan Rezim Jokowi ini jelas-jelas merobek hati rakyat Indonesia, terutama masyarakat Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu sangat wajar bila Gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) satu suara menolak kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang rencananya masuk mulai pekan ini secara bertahap (kompas.com, 30/04/2020)

Kebijakan Rezim Jokowi ini malah membuka luka lama rakyat Indonesia terkait membanjirnya TKA asal China. Bila dilakukan kilas balik maka banjirnya TKA China ini terkait dengan besarnya investasi dari China ke Indonesia.  

Menurut Peneliti Ketenagakerjaan P2K LIPI, Devi Asiati semakin besarnya jumlah investasi China masuk ke Indonesia berjalan beriringan dengan semakin banyaknya TKA China yang masuk ke Indonesia. Sebab pemerintah China memiliki kebijakan bahwa penanaman investasi di luar negaranya harus diikuti dengan ekspor tenaga kerja.

Kebijakan Rezim Jokowi ini juga membuka kembali diskursus tentang ketidakadilan dalam tata niaga nikel di Indonesia.  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, fasilitas pengolahan atau smelter nikel di Indonesia didominasi oleh investasi dari China.

Pola ini tak lepas dari paradigma ekonomi kapitalisme yang mengedepankan investasi asing dalam membangun negara. Hal inilah yang membahayakan eksistensi Indonesia.

Waktunya kita semua berpikir ulang untuk menggantikan sistem kapitalisme yang merusak dengan sistem Islam yang membawa batokah. Saatnya pula untuk menggantikan rezim penguasa pro kapitalisme dengan rezim penguasa yang amanah dan siap melaksanakan syariah Islam dengan murni dan konsekuen.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS: Al-A’raf [7]: 96).[]


Oleh Agung Wisnuwardhana

Sumber artikel: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=248441676496370&id=100039916191590

Posting Komentar

0 Komentar