TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Cahaya Ramadhan Bagi Minhajul Qasidin

Begitu banyak rahasia kemuliaan yang dimiliki oleh Ramadhan.  Dialah satu-satu nya ibadah yang sulit disusupi oleh riya. Allah swt berfirman, “Puasa itu bagiku dan aku memberi balasan dengannya. 

Inilah amalan tersembunyi dan amal bathin yang mampu menundukkan musuh Allah yang bernama syahwat.” Namun, sudahkah kita berhasil kalahkan syahwat guna menjemput lailatur qadar—malam seribu bulan—di Bulan Mulia ini?

Adakkah kita terlupa bahwa pada malam tujuh belas Ramadhan adalah malam diturunkannya  Al’quran? Sudahkah kita basahi malam-malam ramadhan oleh ayat-ayat suci Al-qur’an ? 

Sudahkah kita hiasi diri dengan ahklak qur’ani dalam hidup ini? Sehingga tak membuat terlupa, bahwa Al-qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi kita manusia. Sudahkah  diri ini  melangkah,  bertaqarub pada Illahi Rabbi?

Sesungguhnya Allah swt berfirman,  “AKU beserta hamba-Ku selagi dia mengingatku dan kedua bibirnya bergerak-gerak menyebut-KU”. 

Lalu mengapa  justru lidah ini jauh dari doa yang mampu membuka pintu langit? Lisan ini banyak berucap hal yang penuh kedzaliman yang membuat malaikat Rahmat menjauh dari diri? 

Mengapa mulut ini membisu dari poros yang paling besar dalam agama yaitu amar maruf nahi mungkar ? Padahal kebisuan atas itu akan munculkan  kerusakan dan kebinasaan hidup.

“Ya Rabb, betapa sering kami menipu Ramadhan. Betapa kami abai terhadap hukum-hukum Mu. Betapa banyak hukummu yang kami lupakan bahkan tak disentuh.  Bukan karena hukum itu hilang dari kitab suci-MU.  Namun kami umat nabi muhammad saw seumpama orang yang melaksanakan syariat semata mencari muka dihadapan manusia.

Ya Allah, ampunilah diri yang telah lama menjadi manusia dalam selemah-lemahnya iman: mampu mengingkari kemungkaran dengan hati. Padahal ketinggian jihad yang utama adalah mengatakan kebenaran di depan penguasa yang lalim. 

Ya Rabb, kemuliaan Ramadhan kian sirna dengan telah hilangnya perisau umat. Maka jadikanlah kami orang-orang yang mendapatkan petunjuk dalam kemuliaan ramadhan ini.  Sebab tiadalah orang yang sesat akan mampu memberikan mudharat kepada kami,  apabila kami mendapatkan petunjuk.

Ya Rabb, tak ingin kami menjadi orang-orang yang ujub. Tapi ingin kami bersikap lebih takabur daripada kesombongan iblish yang menolak bersujud pada Adam as. Namun nyatanya  kami bukan hanya tak taati perintah-Mu. Kami bahkan berani campakkan aturan-Mu. kami buat aturan sekehendak syahwat. 

Dengan arogan kami teriak lantang , aturan manusia lebih lebih layak untuk mengurusi manusia daripada ayat al-qur’an yang kau wahyukan ribuan tahun yang lalu. Walaupun hati kecil kami bertanya , “ layakkah aturan manusia yang hina menandingi aturan-MU, wahai sang pencipta ? “

Bagaimana mungkin orang yang menenggelamkan dirinya dalam dosa besar namun ia mengharapkan syafaat? 

Jika begitu  ialah seperti orang sakit yang tenggelam dalam kubangan nafsu duniawi , tak ubahnya tindakan orang sakit yang tak mengharap kesembuha.  “ Maka apakah orang yang dijadikan setan mengganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik ? “ 

Itulah nilai Ramadhan yang hanya sebatas menahan lapar dan dahaga tiada lebih , adakah ampunan bagi diri kami : manusia yang  telah  tertipu oleh pembayaran dunia yang mengasingkan pembayaran akhirat kelak ? 

Masih adakah petunjuk bagi diri kami dimana termasuk orang-orang yang menyamarkan kedurhakaan ?  tipuan syaitan telah memalingkan kami dari aqidah yang benar ke jurang kesesatan—layaknya orang-orang kaifir.  Karena kami tak ubahnya mereka : mementingkan dunia daripada akhirat. Walau mungkin perkara kami lebih ringan daripada mereka yang telah jelas adzabnya selama.

Diantara orang-orang durhaka ada yang tertipu , dengan berkata , “sesungguhnya Allah itu murah hati . sehingga kita bisa mengandalkan ampunan-NYA.  Boleh jadi mereka berkata seperti itu karena tertipu , sedangkan barangsiapa mengharapkan sesuatu , tentu dia akan mencarinya. Barang siapa takut terhadap sesuatu , tentu dia akan menghindarinya.

Ya Allah karenanya  Kami inginkan syariat-Mu tegak dimuka bumi ini dengan kaffah.  Sehingga setiap Ramadhan keagungan agama-Mu terpancar sempurna dan kami menjadi termasuk golongan yang selamat dan beruntung. 

Terimalah taubat kami ya Rabb , dan berilah kami kesabaran dan keteguhan dalam menetapi jalan orang-orang yang mendapat petunjuk ini .

Inilah nasihat akal kepada jiwa setiap waktunya, kemudian disusul dengan nasihat lain terhadap tujuh anggota tubuhnya, yaitu mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, tangan dan kaki, lalu semuanya dipasrahkan kepada jiwa, sebab jiwalah yang bertugas menangani perdagangan abadi ini, hingga amalnya menjadi sempurna.  

Akal mengajarinya bahwa pintu-pintu jahanam itu ada tujuh, sebanyak anggota tubuh ini . Penetapan pintu-pintu ini berdasarkan kedurhakaan yang dilakukan anggota-anggota tubuh ini. Maka akal menasehati  jangan sampai membuat anggota-anggota tubuh itu durhaka.

Begitulah jika umat ini tak bersatu dalam naungan syari’at-Mu.  Setiap dari diri tak mampu saling menjaga agar membuka gerbang kebenaran dan menutup gerbang kemungkaran .

Ya Rabb, tetapkan kami dalam minhajul qasidin di ramadhan tahun ini, yaitu  orang-orang yang mendapat petunjuk.  

Terjauhkan dari dosa sangat besar yang tiada ampunan baginya yaitu syirik. Jauhkan kami menjadi golongan yang binasa dan disiksa kelak diakhirat. 

Bebaskan kami dari kesombongan karena menolak kebenaran. Mampukan kami berfikir dan bertindak sesuai petunjuk agama-MU. Masukan kami ke dalam golongan orang-orang yang pertama kali masuk surga, bagaikan rembulan dibulan purnama. Aamiin ya Rabbal alamiin.[]

Oleh : Ginna Sanita

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Masya Alloh.. tulisan yg sangat mencerminkan isi hati ku.. subhannalloh.. ampun kan atas sgala kelalaian kami dalam menjalankan Syariat Mu ya Rabb..

    BalasHapus