TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Benarkah BPJS Sepenuhnya untuk kepentingan Rakyat?

Akhir-akhir ini polemik BPJS mencuat panas dibicarakan, sejak awal munculnya progam pemerintah tersebut sudah menimbulkan banyak  polemik mulai tahun 2011 silam. 
Rakyat pun hatinya luluh lantak. kaget dibuatnya, di tengah masa pandemi di mana PHK dimana-mana pemerintah mengeluarkan kebijakan jaminan kesehatan yang bikin geleng-geleng kepala. 

Apakah negara sedang mengalami krisis ekonomi karena pandemi? tetapi kenapa rakyat yang yang menjadi korban atas kebijakan yang menyengsarakan terasa berat seperti ini?

Pandemi tidak menjadi halangan Presiden Jokowi menaikka iuran BPJS yang yang di nilai cukup besar.

Seperti yang diberitakan kumparan Sabtu 16 Mei 2020 Presiden Joko Widodo secara resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Aturan ini berlaku mulai 1 Juli 2020. Keputusan tersebutpun dikukuhkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan .https://kumparan.com/kumparanbisnis/pemerintah-beri-keringanan-soal-iuran-bpjs-kesehatan-ini-rinciannya-1tQVBvr8zQb

Dalam Perpres 64/2020, pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Juli mendatang.  
Iuran peserta Mandiri kelas I naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 150.000 per peserta per bulan dan Mandiri kelas II naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 100.000 per peserta per bulan.

Sementara iuran untuk peserta mandiri kelas II dan kelas III ditetapkan masing-masing sebesar Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2020.
  
Sementara iuran kepesertaan Mandiri kelas III naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 35.000 per peserta per bulan mulai 2021.

Kenaikan iuran jaminan kesehatan yang hampir 100% sangat memberatkan masyarakat. Membuktikan dzalimnya pemerintah terhadap rakyat sendiri . Bukannya menyelesaikan masalah dengan memberikan bantuan karena dampak covid-19.  Justru malah menambah beban masyarakat dengan menambah iuran jaminan kesehatan.

Sejak awal BPJS sudah dzalim, kenapa?
Seharusnya kesehatan ditanggung oleh negara.Tapi karena sistem berbasis kapitalisme kesehatan menjadi diperjualbelikan.  

Fasilitas kesehatan berdasarkan tarif yang dipasang ini  mengkonfirmasi ketidakadilannya pemerintah dalam menangani kasus pandemi dengan kebijakan yang'' semau gue". Padahal banyak rakyat yang miskin tidak mampu bayar akhirnya tunggakan pun membengkak.

Patut diduga negara sudah mengalami krisis ekonomi, tetapi solusi yang diberikan justru memperparah keadaan kondisi ekonomi.

Kita bisa melihat saat Khalifah melayani rakyat nya dalam bidang kesehatan. Khalifah memberikan fasilitas kesehatan dan dokter terbaik dan itu dengan biaya cuma-cuma alias gratis. Jadi dengan sistem penerapan Islam maka kesehatan pun tidak sesulit masa sekarang dimana administrasi ribet dan fasilitas kurang memadai karena kurang biaya.
__
Penderitaan yang dialami  bertubi-tubi , rakyat segera butuh solusi !

Islam adalah solusi terbaik dari kebijakan sekuler di negeri ini.  Solusi tidak hanya basa-basi atau hanya sensasi yang bikin patah hati.
Pertama, Islam berdikari mengelola sendiri semua sumber daya alam yang ada di bumi Pertiwi tidak ada campur tangan asing-aseng. Sehingga kekayaan sumber daya alam bisa dimanfaatkan untuk sepenuhnya kepentingan umat. Baik itu dari sektor pertanian, pertambangan, industri, jasa, dan dari sektor lainnya.

Kedua, penerapan politik ekonomi Islam  kepemilikan, pengelolaan kepemilikan, dan distribusi, benar-benar bisa menjamin terwujudnya politik ekonomi . Ini karena kepemilikan individu sepenuhnya menjadi hak individu, kepemilikan umum menjadi hak rakyat, yang dikelola oleh negara sebagai pemegang mandat rakyat, serta kepemilikan negara menjadi hak negara.

Ketiga, negara menggerakkan masyarakat untuk saling membantu antara yang miskin dan yang kaya dengan menerapkan kebijakan yang diatur oleh negara berkaitan dengan sedekah ataupun wakaf. Dimana rakyat miskin terbantu oleh saudara- saudara  yang mempunyai kelebihan harta.

Keempat, menerapkan kembali syariat Islam dengan sumber hukum Islam untuk terciptanya keadilan yang menyeluruh dan merata dan kuatnya ekonomi Islam yang berlandaskan pada keimanan.

Oleh Amah Muna

Posting Komentar

0 Komentar