TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Badai Pasti Berlalu

Badai pasti berlalu, sebuah ungkapan yang juga menjadi salah satu lirik lagu di tahun 80 an ini rupanya masih mampu dijadikan sebuah kata motivasi untuk masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan ditengah wabah pandemi covid-19 dan menjalani Ramadhan tahun ini

Ramadhan ditengah pandemi covid 19 tentunya akan menjadikan umat muslim yang beriman semakin teruji keimanannya, apakah mereka tetap bersabar dan ikhlas menjalani ujian ini sehingga dapat meraih kemenangan dan gelar takwa ataukah mereka hanya mengeluh dan menyalahkan takdir saja

Ujian bagi seorang muslim merupakan rahmat, karena balasan bagi orang-orang yang sabar dalam menerima ujian sangatlah banyak, yaitu akan diangkat derajatnya, diampuni dosanya dan mendapat pahala serta surga tempat kembalinya kelak, begitupula kesabaran dalam menerima  ujian berupa wabah pandemi ini sebagaimana hadits Rosulullah   

 عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ ؟ فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيد

Artinya: “Dari Aisyah RA, ia berkata, ‘Ia bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha‘un, lalu Rasulullah SAW memberitahukanku, ‘Zaman dulu tha’un adalah azab yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tiada seseorang yang sedang tertimpa tha’un, kemudian menahan diri di rumahnya dengan bersabar serta mengharapkan ridha ilahi seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,’’ (HR Ahmad).
Puasa Ramadhan merupakan salah satu cara Allah untuk melatih hamba-hambanya dalam menghadapi ujian kehidupan, diantaranya yaitu :

1.Dimensi Hukum
Di bulan Ramadhan umat Islam dilatih untuk terbiasa menjauhkan diri dari yang haram dan dapat menahan diri dari perkara yang mubah. Karena pada bulain ini perkara mubah yang biasa dilakukan berubah menjadi perkara yang haram hukumnya bahkan diberi ganjaran jika melakukannya. Jika perkara tersebut mampu kita lakukan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap Ridho Allah semata. Maka diluar Ramadhan seharusnya umat muslim mampu menahan diri dari seluruh perkara yang haram karena yang mubah saja mampu ditinggalkan apalagi meninggalkan yang haram tentunya akan lebih mudah dilakukan

2.Dimensi Ekonomi
Ideologi Kapitalisme telah membuat manusia berlomba-lomba menumpuk harta, semua hal dilihat dari sudut pandang ekonomi dan semua hal dilakukan atas nama ekonomi. Ramadhan melatih umat muslim rela mengeluarkan hartanya untuk diberikan kepada saudara seiman yang mustahik dengan harapan dapat membersihkan harta dan jiwanya dari kotornya tipudaya dunia

3.Dimensi Sosial
Sungguh Indah kebersamaan kaum muslimin yang terlihat setiap bulan Ramadhan tiba, mulai dari shalat berjama’ah, buka puasa bersama, saling berbagi takjil, itikaf (bermalam) di masjid dan banyak lagi ibadah yang dilakukan bersama pada bulan Ramadhan, sehingga semakin mempererat ukhuwah Islamiyah diantara mereka. Meskipun Ramadhan tahun ini sangat berbeda, karena semua kegiatan tersebut hanya bisa dilakukan dirumah masing-masing untuk mencegah penyebaran virus covid-19

Dan banyak lagi dimensi lainnya yang diajarkan dalam bulan Ramadhan yang mulia ini, bulan dimana Al-Qur’an selaku pedoman hidup manusia diturunkan dari tempat yang mulia dibawa oleh malaikat yang paling mulia dan disampaikan kepada manusia yang paling mulia yakni Rosulullah SAW. 

Bulan yang didalamnya terdapat lailatu qadar dimana pahala ibadah dimalam tersebut setara dengan 83 tahun ibadah, artinya setara dengan ibadah seumur hidup karena manusia zaman sekarang jarang sekali yang hidupnya sampai usia 83 tahun. Bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh, bulan dimana para setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka selebar-lebarnya. Maka sungguh merugilah orang yang membiarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa ada usaha sedikitpun untuk mengisinya dengan aktivitas ibadah yang pahalanya dilipat gandakan. Masya Allah

Untuk itu sahabatku kaum muslimin semua marilah kita gedor pintu langit dengan ibadah semaksimal mungkin dengan do’a yang sama yaitu agar Allah segera memanggil kembali bala tentaranya berupa virus covid-19 dan membersihkan bumi ini dari segala kotoran yang meliputinya, baik kotoran yang terdapat didalam hati manusia, juga kotoran pemikiran-pemikiran asing yang sudah menempel begitu lama dalam benak kaum muslimin sehingga mengaburkan pandangan dalam melihat kebenaran ajaran Islam

Allah berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 6 yang berbunyi :
إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا 
Artinya: Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Semoga semua kesulitan yang terjadi pada dunia hari ini khususnya kepada seluruh kaum muslimin menjadi pertanda bahwa setelah ini Allah akan memberikan banyak kemudahan, khususnya kemudahan dalam berdakwah mengajak kaum muslimin kembali menerapkan hukum Islam sehingga Islam kembali berjaya dan menebarkan rahmatnya untuk seluruh alam semesta. Aamiin
Dalam kitab Ar-Risalah karya Imam Syafi’i, dijelaskan bahwa “segala sesuatu itu ada waktunya”.

Biarkanlah hari-hari berbuat sesukanya

Dan lapangkanlah dada jika takdir sudah menentukan

Dan janganlah berputus asa karena suatu keburukan

Karena suatu keburukan di dunia ini tidaklah kekal

Imam Syafi’I R.A

Oleh : Elif Fitriah Mas’ud, SHI
Praktisi Pendidikan


Posting Komentar

0 Komentar