TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

SAMBUT RAMADHAN, KUATKAN IMUN, UTAMAKAN IMAN



Alhamdulillah, sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan mulia, bulan yang dinanti-nanti, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk kaum muslimin, pembeda antara haq dan bathil serta penjelasan mengenai petunjuk itu sendiri. Ramadhan satu-satunya nama bulan yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, di dalamnya terdapat malam yang digambarkan lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qodar. Bulan yang agung dan berlimpah keberkahan, itulah Ramadhan.

Berbagai keistimewaan Ramadhan inilah kita dianjurkan bergembira dan bersukacita dalam menyambutnya. Sebab kegembiraan menyambut Ramadhan juga menjadi salah satu tanda keimanan seorang muslim.

Ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nanti, maka kita perlu mempersiapkan segalanya dan tentu dengan senang hati menyambut datangnya sang tamu.

“Katakanlah (Muhammad), Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus 10: Ayat 58)

Namun, kegembiraan kita hari ini terasa lebih spesial karena ada tantangan yang menemani kita selama Ramadhan nanti, bahkan beberapa bulan kedepannya. Apakah tantangan itu? Ya, pandemi COVID-19. 

Hampir 4 bulan sudah pandemi ini melanda dunia. Virus yang berawal dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei Cina ini dalam waktu singkat menyebar ke lebih dari 200 negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. 

Adanya tantangan ini membuat kehidupan lebih luar biasa. Anak-anak sekolah akhirnya belajar dari rumah. Sejumlah perusahaan dan instansi menugaskan karyawan atau pegawainya untuk bekerja dari rumah. Dunia seakan “diistirahatkan” dengan adanya pandemi Covid-19 ini, manusia  beraktivitas lebih kreatif dari biasanya. 

Kondisi di tengah pandemik seperti ini kita tetap harus mempersiapkan diri dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Menyambut yang dimaksud sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Aku tidak pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa sebulan penuh selain puasa Ramadhan, dan aku juga tidak pernah melihat Beliau begitu banyak berpuasa selain pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ramadhan menjadi momentum penting untuk menggodok dua dimensi dalam diri kita yaitu ruhiyah dan jasadiyah. 

Pertama, dimensi ruhiyah. Pada saat Ramadhan, ghirah ibadah kita pasti semakin bergelora. Kesadaran hubungan kita dengan Sang Khalik pasti sedang membara-membaranya. Begitulah realita Ramadhan, mengubah sistem menjadi lebih Islami, menjadikan setiap detik yang kita lalui bernuansa ibadah. Sangat klop dengan tujuan diciptakannya manusia di dunia yaitu beribadah. 

Dalam QS. Adz Dzariyat ayat 56
"Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku"

Dimensi yang kedua adalah dimensi jasadiyah. Pada saat Ramadhan, Allah menguji ketahanan fisik kita, dengan adanya larangan makan dan minum dari mulai terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari di waktu maghrib.

Setelah mengetahui kedua dimensi di atas. Sudah seharusnya menjadikan kita semakin bersemangat dalam mempersiapkan kehadiran Ramadhan, meskipun dia hadir di tengah pandemi COVID-19, upaya menguatkan imun dan mengutamakan iman adalah persiapan yang tepat.  

Menguatkan iman di tengah pandemi COVID-19 harusnya menjadi lebih mudah. Karena adanya wabah ini setiap kita lebih sering mengingat kematian. Sebab setiap hari di sekeliling kita banyak kasus yang kita dengar. 

Menguatkan iman adalah modal utama dalam melandasi semua pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan. Iman yang kuat mampu membuat penyambutan hingga pelaksanaan Ramadhan mendapatkan landasan dan suntikan spirit yang luar biasa. Iman pulalah yang diseru Allah kepada umat yang akan menjalankan ibadah Ramadhan.

Ada tips khusus dari saya untuk menguatkan IMUN dan IMAN dalam menyambut Ramadhan. Supaya mudah diingat saya singkat menjadi: SIAP DONG

Baiklah kita kupas SIAP DONG-nya ya

S=SEHAT
POLA HIDUP SEHAT
Menguatkan imun menyambut Ramadhan di tengah wabah seperti ini dapat dilakukan diantaranya dengan mengatur *pola hidup sehat*; rajin berolahraga, makan yang sehat dan bergizi, istirahat cukup, _social distancing_ atau menjauhi kerumunan, _stay at home_ atau #dirumahaja dan berpikir positif. 

I=ISLAM
UPGRADE ILMU KEISLAMAN
Upaya menguatkan iman diantaranya adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang amaliah di bulan Ramadhan (ngaji). Kondisi #dirumahaja begini mengaji bisa dilakukan dengan cara mengikuti secara online. Di sinilah pentingnya memiliki teman-teman yang shalihah yang senantiasa saling memberi semangat ketika iman sedang lemah, yang senantiasa mengingatkan diri untuk selalu bertaubat kepada Allah. Jadi tetap menjalin sila ukhuwah kepada sesama manusia menjadi hal penting. 

A=AMAL
MANAJEMEN AMAL
Upaya menguatkan iman juga harus dibarengi dengan persiapan manajemen amal. Memelihara bibit amal shalih yang akan disiram, dirawat dan dibesarkan di bulan Ramadhan sangatlah penting. Misalnya, memperbanyak puasa di bulan sya'ban, memperbanyak amalan sunah, seperti menambah hafalan Qur'an kita, khatam Qur'an, berazam untuk istiqomah, meningkatkan sedekah, memperluas jalinan silaturahim dan lain sebagainya. Manajemen amal ini harus memiliki harapan dan target amal shalih yang akan dilatih dan ditingkatkan saat Ramadhan nanti. 

P=PERUBAHAN
*lDAKWAH UNTUK PERUBAHAN
Ketika tidak bisa bertatap muka karena pandemi COVID-19, bukan berarti kewajiban menebar kebaikan berhenti begitu saja. Dakwah (menyampaikan kebaikan) adalah kewajiban bagi kita semua. Jadi kewajiban dakwah harus lebih ditingkatkan karena sejatinya dakwah ini yang mendatangkan pertolongan Allah di tengah wabah ini.

Dong=Doa
PERSIAPKAN DOA
Ingat, bulan Ramadhan adalah bulan dikabulkannya doa. Akan lebih utama jika saat menyambutnya kita mempersiapkan doa dan permohonan yang akan disampaikan khususnya saat ramadhan. Memahami kaidah dan adab berdoa yang disyariatkan sehingga doa yang dihantarkan berpeluang besar mendapatkan balasan terbaik dari Allah Swt.

Muslimah yang dirahmati Allah, tuntas sudah saya sampaikan tips menguatkan Imun dan Iman. Persiapan tersebut ialah sedikit dari sekian banyak persiapan lainnya yang dapat kita lakukan dalam rangka menyambut kedatangan tamu agung dan mulia bernama Ramadhan. 

Bagaimana, apakah sudah siap memasuki Ramadhan? SIAP DONG..!!

Keterbatasan pertemuan fisik dengan orang-orang di sekitar kita bukan menjadi alasan untuk kita melakukan banyak kemalasan dan kemubaziran apalagi pasrah dengan memuaskan diri menjadi kaum rebahan. 
Mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, keimanan, dan keikhlasan. 

Semoga di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini semakin membuat kita lebih bersemangat dari sebelumnya untuk dapat meraih berbagai  keutamaan yang dibawa oleh Ramadhan yang kita nanti-nantikan dengan hanya berharap ridho dari Sang Penggenggam napas kita, Allah SWT dan yang terpenting lagi menumbuhkan kesadaran kita untuk bersegera menerapkan syariat Islam secara kaffah.

 Oleh: Puput Yulianti, S.Psi., S.Pd. 

Posting Komentar

0 Komentar