TINTASIYASI.COM ...Tinta Emas Pengukir Peradaban Gemilang...

Pandemi Corona dan Feminisme

Allah menciptakan alam ini dengan seperangkat aturan-Nya demi menjaga keteraturan alam dan kehidupan didalamnya, Manusia yang mendapat amanah besar untuk mengelola alam ini wajib menerapkan aturan tersebut agar tidak terjadi kerusakan seperti yang kita rasakan saat ini. Kerusakan tersebut berdampak hingga ke lini terkecil yaitu keluarga.

Salah satu pesan penting yang tersirat dari wabah corona yang sedang melanda dunia saat ini adalah dikembalikannya para ibu ke rumahnya masing-masing untuk menjaga, mengurus dan mendidik anak-anaknya sebagai ummu wa robbatul bait. Tugas yang sangat mulia yang Allah SWT amanahkan kepada para wanita.

Sayangnya banyak wanita yang tidak menyadari atau tidak mengetahui tugas dan peran utamanya dalam keluarga, kata-kata manis kaum feminis telah menjauhkan wanita dari keluarga mereka, slogan-slogan tentang kesetaraan gender selalu didengungkan sehingga dianggap sebagai sebuah kebenaran. Wanita diposisikan sebagai korban, wanita di identikkan sebagai kaum yang lemah sehingga harus bangkit, harus diberi ruang dalam pemerintahan, harus dibebaskan untuk eksis diruang publik, dll. padahal sejatinya wanita hanya sebagai korban eksploitasi para penganut ideologi kapitalis.

Ideologi kapitalisme meniscayakan seorang wanita berlomba-lomba keluar rumah, dengan berbagai macam alasan yang melatar belakanginya, ada yang terpaksa karena menjadi single parent, ada yang karena membantu perekonomian keluarganya atau dengan bangganya untuk mencari eksistensi diri.

Sungguh sangat besar dampak yang terjadi terhadap kehidupan keluarga muslim ketika seorang ibu keluar dari rumahnya untuk bekerja, terutama dalam hal penanaman pondasi akidah anak-anaknya. Psyichologi anak menjadi rapuh, sikap anak menjadi brutal dan cepat terpengaruh dengan perilaku buruk lainnya, seperti narkoba, tawuran, LGBT serta penyakit sosial lainnya, semua itu terjadi karena minimnya peran wanita didalam rumah tangganya serta sikap abai pemerintah terhadap kondisi rakyatnya.

Maka tak heran jika belum lama ini kita dengar tentang seorang siswi SMP yang nekat bunuh diri hanya karena di bully temannya, JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang siswi SMPN 147 Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur, berinisial SN tewas setelah melompat dari lantai 4 gedung sekolahnya. (https://megapolitan.kompas.com/read/2020/01/17/16414391/kronologi-siswa-yang-tewas-akibat-lompat-dari-lantai-4-sekolah-di-cibubur?page=all)

Juga tentang seorang siswi SMP yang tega membunuh teman adiknya tanpa rasa penyesalan setelah melakukan pembunuhan. Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Resor Jakarta Pusat tengah mendalami kejiwaan gadis berusia 15 tahun berinsial NF yang diduga membunuh anak berusia 5 tahun. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan saat ini NF masih diperiksa. (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200307124559-12-481336/bunuh-teman-gadis-15-tahun-suka-slender-man-dan-chucky).

Belum lagi dampak yang menimpa dirinya dan keluarganya, karena terlalu lelah dengan pekerjaan diluar rumah sehingga hilang keharmonisan dalam keluarga, maka muncullah angka perceraian yang tinggi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan dan lain sebagainya.

Hanya Islam dengan sistem Khilafahlah yang benar-benar berpihak kepada wanita dan memuliakan kaum wanita, sebagaimana yang terjadi pada masa khalifah Umar yang tengah malam blusukan untuk melihat kondisi rakyatnya dan ketika didapati ada seorang ibu dengan dua orang anaknya sedang menangis karena kelaparan saat itu juga Umar mengambil persediaan makanan di gudang makanan bahkan memasaknya sendiri untuk dapat mengenyangkan ibu dan anak-anaknya tersebut.

Juga kisah yang terkenal di masa khalifah Al-Mu’tashim Billah dimana ada seorang wanita yang mendapat pelecehan karena ulah seorang Romawi yang menaruh paku dikursi yang akan diduduki si wanita sehingga bajunya terkoyak sedikit, Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah (Turki). Seseorang meriwayatkan bahwa panjangnya barisan tentara ini tidak putus dari gerbang istana khalifah di kota Baghdad hingga kota Ammuriah (Turki), begitu besarnya pasukan yang dikerahkan oleh khalifah hanya untuk membuat jera pelaku pelecehan dan agar tidak terulang kejadian serupa dimasa yang akan datang.

Serta banyak lagi kisah tentang penjagaan para khalifah serta kepeduliannya terhadap kaum wanita, sistem khilafah meniscayakan hal tersebut dilakukan oleh para khalifahnya karena hukum Islam yang diterapkan dan menjadi tolak ukur kebenaran serta dilandasi dengan rasa takut kepada Allah dalam memelihara amanah kepemimpinannya.

Dalam sistem khilafah seorang suami diwajibkan bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan keluarganya, dan khalifah memastikan hal tersebut dengan membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya sesuai kompetensi yang dimiliki, serta menerapkan sanksi kepada suami yang tidak menjalankan kewajibannya. Adapun pemenuhan sektor pendidikan, kesehatan dan keamanan menjadi tugas negara. Sungguh ringan beban para suami jika demikian adanya dan tidak ada lagi seorang wanita yang terpaksa bekerja dengan alasan membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Meskipun bekerja bukan hal yang diharamkan dalam Islam, tetapi kesadaran akan besarnya pengaruh peran ibu dalam rumah tangga serta jaminan pahala yang besar dari Allah cukup menjadi alasan untuk tetap berada dirumah mengabdikan dirinya kepada suami dan keluarganya. Kecuali dalam beberapa kondisi tertentu yang memang mengharuskan peran wanita didalamnya, itupun dengan jam kerja yang disesuaikan agar kewajiban dalam rumah tangganya tidak terbengkalai yang berimbas pada generasi dimasa yang akan datang.

Semoga wabah corona ini segera berakhir dan menyisakan kesadaran bagi kaum ibu akan amanahnya menjadi ummu warobbatul bait bagi keluarganya, sehingga melahirkan generasi terbaik yang akan membangun kembali peradaban Islam yang gemilang di bawah naungan khilafah dan tercapainya bisyaroh Rasulullah Saw. yang kedua setelah penaklukkan konstantinopel yaitu kaum muslim akan menaklukkan kota Roma.[]

Oleh : Elif Fitriah Mas’ud, SHI
Praktisi Pendidikan

Posting Komentar

0 Komentar